10 Kesalahan Utama Ibu Baru

Menjadi ibu baru adalah hal terindah dalam hidup wanita. Mengetahui beberapa hal yang ternyata salah untuk kita lakukan, adalah penting untuk modal pengasuhan kita.

Mempelajari kesalahan-kesalahan yang ibu baru lakukan, akan membantu Anda menikamati masa pengasuhan pertama

Mempelajari kesalahan-kesalahan yang ibu baru lakukan, akan membantu Anda menikmati masa pengasuhan pertama

Menjadi Ibu baru tentulah sangat menyenangkan. Meski tak disangkal ketegangan kadang juga menyertainya. Hingga kemudian, tanpa disadari ada beberapa kesalahan yang biasa seorang ibu baru lakukan dalam merawat bayinya, terutama di semester pertama. Apa sajakah itu? Berikut kami membahasnya utnuk Anda.

1. Mudah panik atau bereaksi berlebihan terhadap kondisi anak

Panik saat bayi muntah, berpikir yang tidak-tidak melihat bayi terus-terusan gumoh, khawatir bila bayi kurang makan dan minum, atau malah bertanya-tanya apakah si bayi menangis teralu banyak atau justru sangat sedikit seringkali merupakan kekhawatiran yang biasa melanda seorang ibu baru.

Kurangnya pengalaman atau pengetahuan menjadi penyebab utama kekhawatiran ini. Persiapkan diri dengan pelbagai informasi seputar bayi dan tanyakan pada dokter apa standar utama perkembangan bayi, adalah langkah tepat yang ibu baru sebaiknya ambil.

2. Tidak tahan membiarkan bayi menangis

Menangis sudah identik dengan adanya sesuatu yang salah pada bayi. Dan biasanya kita berusaha keras untuk meperbaikinya. Padahal seorang bayi memang seharusnya menangis.

Klik di sini untuk membaca artikel 6 Alasan Bayi Menangis

Itulah cara mereka berkomunikasi. Kita boleh khawatir bila bayi tidak dapat ditenangkan atau diredakan tangisnya selama hampir satu jam, terlebih bila tangisnya disertai dengan demam, muntah atau ruam di beberapa bagian tubuh.

3. Tetap membangunkan bayi untuk memberikan ASI di malam hari walaupun bayi sudah menerima MPASI

Untuk bayi di bawah 6 bulan, ia memang perlu ASI setiap 2-3 jam dan ada baiknya ia dibangunkan bila terlalu lama melewatkan ‘jadwal’ menyusunya.

Namun untuk bayi yang sudah menerima MPASI, membangunkan bayi di tengah malam untuk sekedar memberinya ASI malahan hanya akan menganggu tidurnya. Kekawatiran bila bayi akan kelaparan sepanjang malam adalah penyebab utama tindakan ini.

Klik di sini untuk membaca artikel 10 Pertanyaan Tentang Menyusui

4. Bingung membedakan antara gumoh (spit-up) dan muntah 

Hal utama yang membedakan antara gumoh dan muntah adalah frekuensinya. Gumoh dapat terjadi kapan saja. Sementara muntah yang disebabkan oleh virus terjadi setiap 30-45 menit meski bayi tidak di susui.

Klik di sini untuk membaca artikel Mengatasi Bayi Gumoh

Lalu kesalahan yang kelima, di halaman berikut:

5. Agak menyepelekan panas atau demam yang terjadi pada bayi

Demam hingga 38°C pada 3 bulan pertama bayi adalah hal yang perlu ibu baru waspadai (kecuali bila itu terjadi 24 jam setelah imunisasi pertamanya). Sayangnya, biasanya bayi hanya diberikan obat pereda panas alih-alih bersegera membawanya ke dokter.

Perlu ibu baru ketahui, bahwa sistem kekebalan bayi di awal usianya, tidak terbangun dengan sendirinya. Jadi bila mengalami hal demikian, tindakan paling tepat adalah bersegera membawanya ke dokter.

6. Enggan menggunakan Baby Car Seat saat membawa bayi dengan mobil pribadi

Peraturan di Indonesia memang belum mengharuskan penggunaan  car seat pada saat mengajak bayi bepergian dengan mobil pribadi. Namun demi keselamatan dan kenyaman bayi, letakkan lah bayi pada car seat. Pilih lah car seat yang sesuai dengan usia dan berat bayi.

Car seat untuk bayi berusia di bawah 1 tahun biasanya menghadap ke belakang karena posisi ini dinilai menurunkan resiko kecelakaan pada bayi hingga 75%. Car seat tidak boleh diletakkan pada kursi yang memiliki air bag, karena air bag akan membahayakan bayi.

7. Lupa membersihkan rongga mulut bayi

Ibu baru biasanya kurang memperhatikan kebersihan rongga mulut dan gusi bayi. Tidak ada kata terlalu dini untuk menjaga kebersihan rongga mulut.

Selanjutnya di halaman berikut ini :

8. Mengabaikan pernikahan

Ibu baru kadang terlalu fokus pada perkembangan dan kesehatan bayinya hingga ia sering kali mengabaikan pasangannya.

Kenyataannya, tetap menjalin kemesraan dan komunikasi dengan pasangan akan membantu ibu baru lebih terbebas dari stres dan meringankan beban pengasuhannya.

Klik di sini untuk membaca artikel Rumah Bersih Walaupun Sibuk Dengan Bayi

9. Seringkali beradu argumen di depan bayi

Bayi umur tiga 3 bulan sudah dapat merasakan aura kemarahan pada diri orang tuanya. Sesekali beradu argumen dengan pasangan di depan bayi tidaklah masalah.

Bayi akan belajar bagaimana orang tuanya berpendapat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi, tetapi adu argumen bukanlah marah dengan emosi.

Klik di sini untuk artikel Bagaimana Cara Merangsang Perkembangan Bayi 1 Bulan

Selanjutnya di halaman berikut:

10. Mempercayai nasehat parenting dari sumber yang tidak terpercaya

Mitos-mitos dari orang tua atau kebiasaan jaman dahulu, yang menurut penelitian saat ini justru malah membahayakan harus ibu baru ketahui.

Selain itu tren para ibu baru untuk mencari informasi di dunia maya juga dapat menjadi penyebabnya. Selalu tanyakan pada dokter tentang informasi-informasi yang baru saja diperoleh guna menghindari hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Demikian Parents, 10 kesalahan utama yang seringkali ibu baru lakukan. Memang tidak ada seorang ibu pun yang sempurna, namun bila berkaitan dengan seluk-beluk perkembangan bayi mungil kita, akan lebih baik bukan, jika kita melakukan apa saja yang terbaik untuk mereka?

Baca juga artikel menarik lainnya:

10 Hal yang Dapat Ayah Lakukan untuk Membantu Ibu yang Baru Melahirkan

5 Perubahan Emosi Pasca Melahirkan

Perkembangan Bayi dari Bulan ke Bulan