Kena Haemangioma, Anak Asal Kenya ini Mengeluarkan Darah saat Menyusu

lead image

Seorang bayi di Kenya menderita haemangioma yang membuatnya mengeluarkan darah dari setiapkali menyusu. Keluarganya menggalang biaya demi pengobatannya.

Setiap ibu pasti menginginkan anaknya terlahir sehat dan bisa menyusu dengan lahap. Namun Eunice Letoluai seorang ibu di Kenya harus menahan sedih, karena bayinya mengidap haemangioma yang membuat mulut sang bayi mengeluarkan darah jika menyusui.

Haemangioma adalah penyakit langka serupa tumor jinak yang disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah. Bentuknya mirip tumor yang membentuk benjolan di bawah kulit.

Pada beberapa kasus, haemangioma hanya berupa tanda merah di kulit bayi yang tidak berbahaya dan akan memudar seiring berjalannya waktu. Pada beberapa kasus lain, haemangioma berkembang dari tanda merah pada kulit menjadi benjolan yang parah, dan bila tidak ditangani bisa menyebabkan kerusakan pada hati.

Penyakit ini sering ditemukan pada bayi yang lahir di Kenya. Setidaknya, satu dari 1000 bayi yang lahir di Kenya menderita penyakit ini. Jika tidak diobati, penyakit ini bisa memicu gagal jantung yang mengancam nyawa sang bayi.

Tanda-tanda haemangioma sejak usia dua minggu

Menurut penuturan Eunice, bayinya menunjukkan tanda-tanda haemangioma dua minggu setelah dilahirkan. Gejala yang ditunjukkan saat itu berupa jerawat kecil berwarna merah yang kemudian terus tumbuh menjadi benjolan besar.

Penyakit ini menyebabkan bayinya tidak bisa menyusu karena tekanan pada mulut bayi saat ia menyusu bisa menyebabkan pendarahan.

Eunice sudah berusaha mengobati si bayi dengan cara membawanya ke rumah sakit Samburu County Referal. Tapi baru dua minggu di rumah sakit, Eunice terpaksa membawa bayinya pulang ke rumah atas perintah dokter.

Dokter menyuruh Eunice untuk membawa bayi perempuannya ke Rumah Sakit Kenyatta National agar bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Namun karena keterbatasan ekonomi, Eunice belum mampu membawa bayinya ke rumah sakit tersebut.

Eunice yang merupakan orang tua tunggal sangat sedih melihat kondisi bayinya, nutrisi yang harusnya bisa ia berikan melalui ASI tidak bisa ia lakukan karena penyakit yang diderita sang bayi.

Ia tinggal bersama ibu dan keenam saudaranya yang masuk kategori keluarga tak mampu. Ia hanya bisa pasrah jika sudah tak mampu berbuat apapun selain berusaha menenangkan sang bayi yang sering menangis karena kesakitan.

Untuk mengobati anaknya, ia membutuhkan uang 2 juta shiling (sekitar 262 juta rupiah) untuk membawa bayinya ke rumah sakit yang dirujuk dokter. Kepada seorang wartawan Eunice menyampaikan bahwa ia mengetuk hati siapapun yang memiliki nurani untuk menolongnya mengumpulkan dana pengobatan agar bayinya bisa sembuh.

“Saya tidak bisa membayangkan kehilangan anak pertama saya,” kata Eunice dengan sedih.

Saat ini bayi perempuan Eunice telah berusia dua bulan, dan keadaannya sangat memprihatinkan dengan haemangioma yang telah menyebar ke seluruh wajahnya. Membuatnya terus menangis karena kesakitan. Eunice berharap ada uluran tangan yang bisa membantu bayinya segera sembuh dari haemangioma yang diderita.

Referensi: liputan6.com, the-star.co.ke, tuko.co.ke

Baca juga:

Hirschsprung, Penyakit Langka yang Menyerang Pencernaan Bayi