Ukuran mata besar adalah satu gejala kelainan Sindrom Axenfeld Rieger, apa bahayanya?

lead image

Sindrom Axenfield Rieger adalah penyakit kelainan mata yang cukup langka. Kenali gejalanya untuk bisa mendapatkan penanganan tepat sejak dini.

Kelainan mata bisa disebabkan oleh kondisi cacat lahir, atau penyakit bawaan. Salah satu penyakit langka yang menyebabkan kelainan mata pada anak adalah Sindrom Axenfel Rieger. 

Apa itu Sindrom Axenfeld Rieger?

Sindrom Axenfeld Rieger (AR) adalah penyakit langka yang membuat pertumbuhan mata terganggu. Kondisi ini termasuk dalam penyakit genetik yang diwariskan oleh orangtua. Ada 3 kategori penyakit yang disebabkan sindrom AR, dengan penyebab yang berbeda. Pasien AR biasanya dirawat sesuai gejala yang timbul.

Gejala kelainan mata akibat sindrom Axenfeld Rieger 

Gejala kelainan mata

  • Pupil mata tidak berada di tengah malah ke samping
  • Ada lubang tambahan di mata, seolah pupil lebih sadi satu, atau ukuran pupil terlalu kecil atau terlalu besar. 
  • Kornea mata terlihat berkabut
  • Iris mata terlihat tegak
  • Glaukoma, gejala umum yang terjadi pada setengah penderita sindrom AR. Glaukoma bisa menekan mata hingga menjadi rabun atau buta.
  • Katarak dan kondisi lainnya.

Gejala lain sindrom Axenfield Rieger di tubuh anak

  • Bentuk rahang yang tidak tumbuh sempurna
  • Bibir bawah terlihat menonjol 
  • Mata yang berjauhan
  • Batang hidung lebar
  • Kening lebar
  • Masalah dalam pertumbuhan gigi seperti ukuran gigi yang kecil, beberapa gigi tidak tumbuh, gigi terlalu runcing atau letaknya tidak beraturan
  • Masalah jantung dan lain-lain

Baca juga: Mata anak 2 tahun terlihat indah seperti karakter putri Disney, ternyata ini alasannya

Cara penanganan kelainan mata akibat sindrom Axenfeld Rieger Syndrome

Biasanya, perawatan sindrom AR ditujukan pada mata yang terkena glaukoma akibat penyakit ini. Penanganannya meliputi:

  • Pemeriksaan rutin setiap tahun
  • Obat untuk mengurangi tekanan di mata jika pasien menderita glaukoma
  • Operasi laser jika tidak sembuh setelah memakai obat-obatan.
  • Lensa kontak untuk penderita dengan kondisi pupil lebih dari satu atau pupilnya tidak berada di tengah mata.
  • Operasi tambahan yang dilakukan berdasarkan gejala lain yang muncul pada pasien. Misalnya untuk memperbaiki bentuk wajah, masalah gigi dan lainnya. 
  • Obat berisi hormon pertumbuhan untuk membantu pasien anak-anak bertumbuh kembang dengan lebih baik.

Semoga artikel ini bermanfaat.
 

 

Disadur dari artikel Kevin Wijaya di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Mata bintitan, kenali penyebab, pencegahan dan cara mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.