Kekerasan Terhadap Anak – Anda pun Bisa Jadi Pelakunya!

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Saat orang tua mengutuk kekerasan terhadap anak, tanpa disadari mereka pun kerap melakukan kekerasan terhadap anak, yaitu kekerasan psikis.

Hati orang tua mana yang tidak miris mendengar menjamurnya kabar kekerasan terhadap anak yang kini marak terjadi di Indonesia? Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan orang tua korban melihat trauma dan penderitaan anak yang akan dia tanggung seumur hidup.

Sesering apapun terapi yang dilakoni, atau seintens apapun usaha orang tua mendampingi si anak, tidak akan dapat menghilangkan trauma kekerasan terhadap anak.

Namun sadarkah kita, sebagai orang tua, bahwa kekerasan terhadap anak tidak hanya berwujud kekerasan seksual atau fisik? Sadarkah kita bahwa kita—mungkin—pernah menyakiti perasaan anak dengan kata-kata?

Memang tidak ada orang tua yang ingin menyakiti anaknya. Tetapi ada perbuatan, sikap sehari-hari dan kata-kata yang justru mencederai emosi anak dan hal ini disebut kekerasan psikis.

Ada fakta menarik akan keterkaitan antara cedera emosi yang dialami seseorang saat ia masih anak-anak dengan perilakunya saat dewasa. Berdasarkan latar belakang para pelaku pedofilia di Amerika Serikat, 80% dari pelaku mengalami kekerasan terhadap anak secara fisik, verbal dan seksual.

Para pakar kejiwaan menyimpulkan bahwa ada ‘pertarungan’ emosi yang terbawa sejak kecil saat anak mengalami kekerasan. Mereka tidak hanya tertekan, tetapi ingin membalas dendam kendati mereka tak mampu. Alhasil, mereka pun membalas dendam kepada yang lemah saat mereka merasa mampu.

Intinya, orang tua yang bersikap terlalu otoriter membuat si anak akan bersikap sama dengan menyerang temannya yang lebih lemah atau adik kelas. Tentu hal ini mengingatkan Anda pada kasus kematian dua anak SD—di Jakarta dan Sukoharjo—yang  dipukuli oleh kakak kelasnya karena alasan sepele.

Selanjutnya di halaman berikut: Kekerasan terhadap anak yang kerap dilakukan orang tua tanpa sengaja.

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting