Bocah perempuan 5 tahun dicabuli di toilet sebuah mal, waspadai bahayanya!

lead image

Bahaya memang bisa mengintai siapa pun juga, termasuk anak-anak yang menjadi sasaran pelecehan seksual.

Seberapa sering Parents mendengar berita terkait dengan kekerasan seksual pada anak? Cemas dan khawatirkah Anda dengan keamanan dan keselamatan anak?

Baru-baru ini kekerasan seksual pada anak baru saja terjadi. Seorang gadis kecil mendapatkan pelecehan seksual secara brutal di sebuah toilet pusat perbelanjaan.

Hal ini bermula ketika korban, anak perempuan berusia 5 tahun pergi ke toilet seorang diri. Siapa yang mengira saat anak pergi ke toilet tanpa pengawasan dari orangtua justru menggiringnya mendapatkan mimpi buruk yang akan ia rasakan sepanjang sisa hidupnya.

Peristiwa ini diungkapan oleh warganet yang menjadi saksi kejadian ini. Peristiwa kekerasan seksual pada anak ini ia ceritakan lewat postingan di Facebook yang akhirnya viral. Insiden ini terjadi di sebuah restoran kelas atas di sebuah pusat perbelanjaan di Manila, Filipina.

Kekerasan seksual pada anak ini sangat mengerikan

Rupanya, ketika itu korban, seorang gadis kecil sedang bersama ibu, dan seorang perempuan manula duduk kursi roda dan wanita lain sedang makan bersama di sebuah restoran.

Di sela-sela waktu makan, gadis kecil itu ternyata ingin berkemih dan harus pergi ke kamar kecil. Oleh karenanya, ia pun meminta izin ibunya. Sang ibu pun akhirnya mengizinkannya untuk pergi ke toilet seorang sendiri.

Pada saat itulah ada seorang pria yang tidak dikenal mengikutinya ke kamar mandi, kemudian segera menyekap sang gadis.

Mengetahui anaknya tidak kunjung datang dan keluar dari toilet, sang ibu pun mulai resah. Bertanya-tanya mengapa putrinya menghabiskan waktu yang begitu lama di kamar mandi. Ia pun memutuskan untuk menyusul untuk memeriksanya.

Tak disangka, saat masuk ke dalam toilet ia mendapati anaknya tengah menangis tersedu-sedu di sudut kamar mandi. Lebih menyedihkanya lagi, sang ibu melihat bahwa vagina anak perempuannya sudah berlumuran darah.

Melihat kenyataan ini, sang ibu pun menjadi histeris. Dia berteriak, “Tidak! Tidak! Anak perempuan saya sudah dilecehkan!”

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/kekerasan seksual pada anak.jpg Bocah perempuan 5 tahun dicabuli di toilet sebuah mal, waspadai bahayanya!

Kemudian, sang ibu pun mengajak anaknya kembali ke meja mereka, dan berusaha mecari informasi dari putrinya. Bertanya-tanya, tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Warganet yang menceritakan kisah ini mengatakan bahwa saat dirinya pergi, ibu dan korban masih menangis ketika anaknya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan serta melanjutkan proses hukum.

Peristiwa tragis ini terjadi begitu cepat. Efeknya, tentu saja akan dirasakan oleh gadis kecil sebagi korban dalam jangka waktu yang lama.

Tidak ada yang menyangka hal seperti itu akan terjadi, belum lagi terjadi di restoran kelas atas. Sayangnya, lokasi kejadian ini memang tidak disebutkan secara jelas.

Lewat peristiwa ini seakan semakin menegaskan bahwa penting bagi orangtua untuk selalu waspada. Kedua mata harus tetap mengawasi anak untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terhadi. Pada akhirnya, kita memang tidak pernah tahu segala risiko dan bahaya yang mengintai.

Hal yang perlu dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual pada anak di tempat umum

Apa yang dialami gadis 5 tahun ini tentu sangat menyayat hati. Sebagai orangtua, kita pun sulit membayangkan apa yang dirasakan ibunya. Khususnya lagi bagi korban.

Sementara untuk pelaku semoga saja bisa segera tertangkap. Peristiwa ini bisa menjadi pengingat dan peringatan untuk tidak pernah lengah akan keamaan dan keselamatan anak di mana pun berada, khususnya di tempat umum.

1. Pentingnya pendidikan seks pada saat sejak dini

Pendidikan seks seperti apa? Ajarkan anak untuk mengetahui sentuhan baik dan tidak baik. Hal ini penting untuk diajarkan pada anak untuk mengetahui area tubuh mana yang sangat pribadi sehingga tidak boleh disentuh secara sembarangan. 

Ada beberapa sentuhan tangan yang boleh dan baik untuk dilakukan, yaitu sentuhan dilakukan di atas bahu dan di bawah lutut.

2. Dengarkan apa yang dikatakan anak Anda

Jangan pernah mengabaikan cerita anak, meskipun terdengar sepele. Namun dengarkan mereka, terutama ketika mereka berbagi sesuatu dengan Anda; tentang kekhawatiran mereka dan apa yang mengganggu mereka.

Cobalah untuk mencari tahu mengapa anak Anda merasa tidak nyaman dan khawatir. Apakah ada yang mengganggunya di sekolah? Seorang pengasuh yang tidak mereka sukai?

Percayalah, bahwa anak-anak bisa merasakan emosi Anda, jadi biarkan mereka tahu bahwa Anda akan menganggap mereka serius dan bahwa Anda akan berjuang untuk menjaga mereka tetap aman.

3. Ajarkan anak untuk berani berkata tidak

Katakan pada anak Anda bahwa saat ia merasa dirinya tidak nyaman dan terancam oleh orang lain, anak perlu bisa mengatakan tidak. Mereka tidak perlu merasa harus melakukan apa pun yang bertentangan dengan keinginan mereka – apakah itu di hadapan orang dewasa atau anak yang lebih tua yang mereka kenal.

Ajari mereka untuk mengatakan dan berteriak “Tidak” atau “Berhenti” jika seseorang membuat mereka merasa tidak nyaman dengan menyentuhnya. Bahkan jika perlu, latih anak Anda untuk berteriak.

Anda dapat berlatih di rumah bersama mereka. Memastikan bahwa mereka bisa melawan ketika merasa tidak nyaman!

 

Disadur dari artikel Jia Ling, theAsianparent Singapura

Baca juga:

6 Tahun cabuli anak tiri, pelaku: "Saya khilaf"

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.