Ini keinginan anak-anak yang membuatnya bahagia

lead image

Para peneliti mengajukan pertanyaan apa yang akan mereka ubah untuk membuat diri mereka, keluarga dan teman-temannya bisa lebih bahagia.

Tidak seperti orang dewasa, anak kecil cenderung cepat puas dengan apa yang mereka miliki. Keinginan anak berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Memiliki anak yang bahagia tentu akan sangat menyenangkan, tapi apakah semua keinginan anak harus dituruti?

Sebuah survei di Inggris menunjukan anak-anak saat ini berada di titik kebahagiaan terendah dalam hidup mereka sejak 2010. Padahal kesehatan emosional seorang anak menjadi dasar kehidupannya yang lebih baik di masa datang.

Para orang tua perlu memberi perhatian lebih dalam menghargai masa anak-anak yang lebih baik

Kita perlu memberikan tempat lebih tinggi untuk kebahagiaan anak dengan lebih dekat dan mendengarkan mereka. Dan tidak kalah penting, menggunakan ukuran mereka tentang arti bahagia.

Penelitian bagaimana meningkatkan kesehatan emosional dan kebahagiaan anak dilakukan oleh Tim peneliti dari HAPPEN (Health and Attainment of Pupils in a Primary Education Network) atau jaringan pendidikan siswa sekolah dasar.

Pada penelitian tersebut, mereka langsung berbicara pada sekitar 2.000 anak berusia 9-11 tahun dari jaringan sekolah dasar di South Wales, Inggris.

Kepada anak-anak, peneliti tersebut mengajukan pertanyaan apa yang akan mereka ubah di daerah mereka untuk membuat diri mereka, keluarga dan teman-temannya bisa lebih bahagia.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/077968200 1520330165 Membiarkan Anak Bermain Hujan hujanan boleh atau tidak By A3pfamily shutterstock.jpg Ini keinginan anak anak yang membuatnya bahagia

Apa saja keinginan anak-anak, yang bisa buat mereka bahagia?

Berdasarkan hasil survei tersebut, terdapat 4 hal yang diajukan anak-anak agar mereka bahagia:

1. Lebih banyak tempat bermain

Kurang dari 20% anak-anak menginginkan lebih banyak taman atau ruang hijau, atau untuk memperbaiki taman yang ada. Saat ini sumber daya dan pengelolaan di Inggris sedang menurun. Beberapa alokasi pendanaan lebih ditujukan untuk taman yang lebih besar, sehingga mengabaikan area lingkungan lebih kecil yang bersifat lokal.

Padahal area lokal bermain ini menjadi tempat utama di mana mereka bisa bertemu dan bermain dengan teman-teman.

2. Fasilitas lokal untuk beraktifitas

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/8 1.jpg Ini keinginan anak anak yang membuatnya bahagia

Anak-anak juga menginginkan fasilitas olahraga yang cocok untuk kelompok usia mereka. Sekitar 20% jawaban anak-anak menginginkan klub olahraga yang lebih spesifik, seperti bola basket dan sepak bola. Mereka juga menginginkan lebih banyak tempat kegiatan lain seperti taman skate.

3. Kebersihan di jalanan

Banyak anak yang protes pada orang yang meninggalkan sisa rokok dan botol minuman di jalanan. Bagi mereka akan lebih baik jika tidak ada sampah dan kotoran di mana-mana. Anak-anak meminta lingkungan yang lebih bersih, serta polusi lebih sedikit, dan lebih banyak pohon.

4. Keamanan di jalan

Para anakj-anak ini menginginkan agar bisa bermain dengan aman tanpa ditabrak mobil. Hampir 10% dari respon survei bicara soal keselamatan di jalan. Mereka juga berkomentar tentang perlunya jalan yang lebih aman, terutama di sekitar sekolah dan rumah.

Permintaan mereka juga termasuk untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan, batas kecepatan, tempat penyeberangan, dan lebih banyak petugas penyeberangan sekolah. 

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/anakbermaindiluar.jpg Ini keinginan anak anak yang membuatnya bahagia

Melihat hasil survei, tim peneliti menemukan kesimpulan bahwa anak-anak hanya ingin ruang yang aman untuk bermain dan aktif. Keinginan anak-anak tersebut sesungguhnya bukan hal besar.

Sayangnya termasuk juga di Indonesia, saat ini, anak-anak berada di bawah tekanan besar untuk mencapai target akademis. Mereka serasa hidup di dunia yang berfokus pada belajar demi menghadapi ujian.

Hak ini membuat bermain bukan lagi menjadi prioritas. Padahal bermain sangat dibutuhkan agar anak mempelajari berbagai keterampilan dan kecakapan yang tidak dapat diajarkan di sekolah.

Sumber Kompas.com

Baca juga:

Ibu Marahi Anak Karena Hal Sepele, Bisa Berdampak Buruk pada Anak

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.