3 Cara Ungkapkan Rasa Duka Stillbirth dan Keguguran kepada Keluarga, Jangan Pendam Sendiri!

3 Cara Ungkapkan Rasa Duka Stillbirth dan Keguguran kepada Keluarga, Jangan Pendam Sendiri!

Kehilangan anak karena stillbirth tentu menyisakan duka mendalam. Untuk melewati kesedihan ini, dibutuhkan bantuan dari orang terdekat seperti keluarga dan kerabat.

Kehilangan anak karena stillbirth masih menjadi topik tabu dan sering enggan untuk dibicarakan banyak orangtua. Padahal, di momen kehilangan seperti ini, orangtua yang mengalaminya sangat membutuhkan bantuan dari keluarga dan kerabat.

Oleh karena itu, keterbukaan atas perasaan duka ini memiliki urgensi yang cukup penting. Lantas, bagaimana caranya agar bisa memberitahukan keluarga dan kerabat tentang berita duka seperti itu?

Apa saja alasan dan manfaat dari sikap terbuka yang Parents lakukan?

Alasan Perlu Terbuka atas Peristiwa Kehilangan Anak karena Stillbirth

Kehilangan Anak karena Stillbirth

Keguguran dan stillbirth adalah salah satu penyebab utama kehilangan bayi selama kehamilan. Menurut sebuah lembaga kesehatan, setidaknya risiko ini mencapai 10-15% pada ibu hamil.

Dua kondisi ini kerap dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. Adapun perbedaan keguguran dan stillbirth secara umum adalah:

  • Keguguran: Bayi yang meninggal pada usia kandungan di bawah 28 minggu
  • Stillbirth: Bayi yang meninggal pada usia di atas 28 minggu

Setelah mengetahui perbedaannya, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa orangtua yang mengalami kesedihan karena stillbirth perlu terbuka kepada keluarga dan kerabat.

1. Agar Mendapat Perawatan yang Tepat

Rasa berduka karena stillbirth perlu mendapat perlakuan yang serupa dengan gangguan kesehatan mental lainnya. Banyak orangtua yang menyimpan kesedihannya sendiri sehingga menimbulkan dampak yang lebih buruk.

Dengan bersikap terbuka kepada keluarga dan teman, diharapkan mereka bisa membantu Parents untuk mencari solusi atas perasaan ini, bahkan bantuan medis, jika memang diperlukan.

Artikel Terkait: 5 Jenis Gangguan Kesehatan Mental saat Hamil yang Membahayakan Ibu dan Janin

Kehilangan Anak karena Stillbirth

2. Menghindari Dampak Lebih Parah

Orangtua yang mengalami rasa duka ketika kehilangan anaknya bisa mengalami gangguan mental hingga berbulan-bulan atau tahun. Bahkan, sejumlah perempuan ada yang masih merasa bersedih karena hal ini ketika ia sudah mendapatkan anak yang sehat. 

Hal inilah yang menyebabkan orangtua, khususnya ibu, merasa bersalah karena peristiwa keguguran atau stillbirth. Dengan bersikap terbuka, setidaknya keluarga bisa ikut andil dalam proses penyembuhan luka tersebut, sehingga kesedihan yang dirasakan tidak berlarut-larut dan menimbulkan efek seperti terganggunya kesehatan fisik.

3. Mencegah Peristiwa yang Sama di Kehamilan Selanjutnya

kehilangan anak karena stillbirth

Sebenarnya banyak peristiwa stillbirth yang masih bisa dicegah dengan cara tertentu. Nah, dengan memberitahukan berita keguguran atau stillbirth kepada kerabat maupun keluarga, diharapkan mereka bisa menjadi jembatan penghubung antara orangtua yang berduka dengan solusi dari duka itu sendiri.

Inilah beberapa ccara untuk mencegah stillbirth dan keguguran, antara lain:

  • Meningkatkan akses ibu hamil kepada petugas kesehatan dengan kualitas yang baik
  • Melakukan konsultasi secara rutin kepada bidan atau dokter kandungan
  • Masuk ke dalam komunitas yang memiliki fokus pada peningkatan kualitas hidup saat hamil dan melahirkan

Artikel Terkait: Mencegah Stillbirth, Kematian Bayi di Dalam Kandungan

Cara Sampaikan Berita Kehilangan Anak karena Stillbirth dan Keguguran kepada Kerabat dan Keluarga

kehilangan anak karena stillbirth

1. Melalui Email dan Aplikasi Pesan Singkat

Parents bisa manfaatkan email dan aplikasi pesan singkat atau chatting untuk menyampaikan berita duka ini. Khususnya bagi kerabat dan keluarga yang tinggal jauh.

Isi pesan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Contohnya seperti ini, “Dengan berat hati, kami umukan bahwa buah hati kami yang masih berada di dalam kandungan telah meninggal karena keguguran/stillbirth. Terima kasih atas dukungan dan perhatiannya selama ini.

2. Mengumumkan di Media Sosial

Media sosial bisa menjadi media yang sangat efektif dan efisien untuk menyampaikan sebuah berita duka atas keguguran atau stillbirth. Apalagi, jika Parents merupakan orang yang aktif di media sosial.

Pengumuman di media sosial bisa membuat lingkaran pertemanan Parents menjadi paham tentang kondisi saat ini, sehingga bisa mencegah berbagai pertanyaan seputar kehamilan yang mungkin akan terasa menyakitkan.

3 Cara Ungkapkan Rasa Duka Stillbirth dan Keguguran kepada Keluarga, Jangan Pendam Sendiri!

3. Melalui Kartu Ucapan

Cara ini bisa digunakan ketika Parents sudah melakukan baby shower dan menerima hadiah dari keluarga dan teman-teman. Parents bisa mengirimkan kartu ucapan terima kasih atas segala perhatian yang telah mereka berikan, beserta berita duka kehilangan anak karena stillbirth.

Itulah 3 cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan berita duka karena kehilangan buah hati. Selain cara-cara tadi, tentu saja masih ada banyak cara lainnya yang bisa dilakukan. Sesuaikan saja dengan kondisi saat itu.

Kehilangan anak dengan beragama alasan, termasuk karena stillbirth, tentu akan meninggalkan rasa luka sangat mendalam, beserta hampa yang menyesakkan jiwa. Ketika ini terjadi, bisikkan pada diri sendiri bahwa tidak apa-apa untuk merasa sedih sementara waktu.

Apabila perasaan sudah membaik, segera keluar dan cari pertolongan dari orang terdekat, demi bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik. Sebab, terus-menerus meratapi kesedihan kehilangan anak karena stillbirth atau keguguran itu tidak baik.

Sumber: Verywellfamily, Who.int

Baca Juga:

8 Tips Merawat Kesehatan Mental Pasca Menghadapi Keguguran dan Stillbirth

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner