Kebiasaan Anak Menggeretakkan Gigi

lead image

Anakku yang hampir 3 tahun selalu menggeretakkan giginya saat dia tidur. Kebiasaan ini dimulai sejak dia berusia dua tahun. Dapatkah saya dijelaskan apa penyebabnya? Apakah membahayakan? Dr. Betty Mok from NUH replies.

shutterstock 587741651 Kebiasaan Anak Menggeretakkan Gigi

Kebiasaan anak menggeretakkan gigi, wajarkah?


Kebanyakan anak tidak lagi melakukan kebiasaan anak ini setelah berusia 9-13 tahun tanpa perawatan khusus. Karena itu masalah kebiasaan anak seperti ini biasanya ditangani secara konservatis saja melalui upaya untuk meyakinkan anak dan observasi reguler.
Menggeretakkan gigi selagi tidur, lazim terjadi pada anak-anak. Penyebabnya tidak jelas, tetapi mestinya multifaktor. Biasanya berkaitan dengan berbagai faktor lain seperti stres emosi atau fisik, posisi tidur, bentuk gigi yang tak beraturan atau keselarasannya dan bahkan alergi.

Dalam banyak kasus, tindakan sederhana seperti mengurangi stres anak, terutama sebelum waktu tidur, dapat membantu menghilangkan kebiasaan anak ini. Misalnya lakukan sesuatu yang agak menenangkan dibandingkan menstimulasi anak sebelum tidur, dan hindari memberikan berbagai aktivitas saat anak akan tidur. Jangan bangunkan anak kapan pun Anda mendengar dia menggeretakkan giginya karena itu justru membuatnya stres. Pindahkan saja posisinya sedikit karena biasanya dapat membuatnya berhenti menggeretakkan gigi. Untuk anak Anda yang berusia 3 tahun, langkah ini sudah cukup.

Namun demikian apabila kebiasaan anak menggeretakkan gigi itu sangat parah dan terjadi terus menerus, maka bisa mengakibatkan masalah seperti aus-nya gigi, copotnya penambal gigi, rasa nyeri di sendi rahang, sakit kepala, atau nyeri pada otot wajah di pagi hari. Gigi mungkin menjadi sensitif dan goyang. Bila anak menderita kebiasaan anak ini, Dokter akan memeriksa dan menyelaraskan penyebab kelainan yang dapat mengakibatkan kebiasaan anak itu. Dokter dapat membuatkan plat gigit yang dapat dipakai anak saat tidur untuk mencegah kebiasaan anak menggeretakkan gigi berlebihan dan menghilangkan kekauan pada sendi dan otot rahang.

Namun demikian plat seperti itu harus disesuaikan dan diganti secara reguler bila dipakai oleh anak untuk mengakomodasi pertumbuhan rahang dan perkembangan pertumbuhannya. Dalam kasus yang serius, harus dilakukan langkah untuk mengatasi masalah psikologis yang belum diketahui penyebabnya yang mungkin menjadi penyebab kegelisahaan dan cobalah juga untuk menghilangkan kemunginan penyebab lain seperti alergi.

Dijawab oleh :

Dr Betty Mok. Konsultan Senior Department of Preventive Dentistry National University Hospital, Singapore

 

Share on Facebook atau G+ jika Anda merasa artikel tentang kebiasaan anak menggeretakkan Gigi ini bermanfaat. Join Komunitas Keluarga Indonesia di G+ untuk mengikuti update info dari kami dan berdiskusi dengan para Keluarga Indonesia