Diet Rendah Karbohidrat, Sehatkah?

lead image

Diet rendah karbohidrat sedang tren saat ini. Apakah dengan mengurangi konsumsi karbo dapat berdampak pada kesehatan? TheAsianParent mengulasnya untuk Anda

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/11/lowcarbdiet1.jpg Diet Rendah Karbohidrat, Sehatkah?

Diet rendah karbo, sehatkah?

Diet rendah karbohidrat sedang menjadi yang paling tren sebagai cara melangsingkan tubuh saat ini. Ada kelompok orang yang mengikuti diet Atkins, yaitu diet rendah karbohidrat dengan protein tinggi, dan ada juga yang mengikuti diet South Beach, yaitu diet rendah karbohidrat dikombinasikan dengan lemak baik.

Diet rendah karbohidrat tidak sehat, benarkah?

Tentu saja tidak benar! Pada umumnya diet rendah karbohidrat dilakukan dengan cara tidak mengkonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi putih, atau makanan olahan seperti roti putih, pasta, makanan manis, sereal sarat-gula, dan makanan yang mengandung soda.

Makanan yang mengandung karbohidrat olahan sudah berkurang nutrisinya, sehingga makanan-makanan tersebut hanya menambah kadar insulin dan membuat kita ketagihan mengkonsumsi gula.

Beberapa studi mengaitkan diet rendah karbohidrat dengan beberapa manfaat ini :

  1. Meningkatkan kontrol kadar gula dalam darah dan menurunkan kadar insulin  – diet ini dapat mengurangi resiko kanker.
  2. Penurunan berat badan dan pengurangan lemak tubuh secara keseluruhan.
  3. Mengurangi resiko penyakit jantung – diet rendah karbohidrat dapat menormalkan tekanan darah dan memperbaiki profil lemak dengan cara meningkatkan HDL yang baik serta menurunkan trigliserida.

Selain buah-buahan dan sayur-sayuran, makanan karbohidrat yang sehat sebagai makanan pokok dapat berupa ubi jalar, singkong, biji gandum, barley, beras merah, makanan dari padi-padian.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/11/lowcarbdiet3.jpg Diet Rendah Karbohidrat, Sehatkah?

Rendah karbo atau tanpa karbo?

Rendah karbohidrat, atau sama sekali tidak berkarbohidrat?

Saya sering mendengar orang berkata “Saya tidak makan makanan yang mengandung karbohidrat lagi, dan saya merasa sehat”. Coba simak, semua makanan yang dikonsumsi seperti sayuran, buah-buahan, produk susu, kacang polong, kacang-kacangan, biji-bijian, umumnya mengandung karbohidrat. Adalah tidak mungkin bila makanannya dikatakan bebas karbohidrat sama sekali.

Tidak realistik bukan? Bukan saja sulit melakukan diet yang demikian, tetapi tidak sehat karena diet Anda akan mengalami kekurangan vitamin esensial, mineral, antioksidan dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Makanan yang tidak berkarbohidrat akan memaksa tubuh menggunakan glikogen yang tersimpan. Karena tubuh ini memerlukan energi, maka glikogen akan disedot dari otot, yang mana sebenarnya tidak Anda kehendaki.

Diet rendah karbohidrat menurut The Gywneth Paltrow

Paltrow pada bukunya tentang memasak bebas gluten, menulis bahwa ia tidak memberikan roti putih, nasi dan pasta kepada anak-anaknya. Banyak kritik yang mengatakan bahwa anak-anaknya akan kekurangan nutrisi melalui diet tersebut.

Namun Paltrow sebenarnya cukup cerdik karena dia hanya menghindari memberikan makanan berkarbohidrat olahan, makanan yang mengandung gluten, produk olahan susu dan makanan asal kedelai.

Tidak ada salahnya mengikuti dietnya setiap hari selama Anda dan keluarga Anda mengkonsumsi berbagai variasi buah-buahan, sayur-sayuran, protein, dan lemak sehat (seperti minyak kelapa murni dan  minyak zaitun extra virgin) agar tidak mengalami defisiensi vitamin dan mineral.

Apakah anak-anak juga harus diberikan makanan rendah karbohidrat?

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/11/lowcarbs2r e1384969045717.jpg Diet Rendah Karbohidrat, Sehatkah?

Diet Rendah Karbohidrat, sehatkah?

Anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan memerlukan energi lebih banyak dan nutrisi yang tinggi. Seyogyanya bila anak-anak Anda sudah bertumbuh cukup dewasa untuk memahami, jelaskan pada mereka bagaimana memilih makanan sehat yang baik sesuai pertumbuhan mereka.

Banyak pilihan makanan sehat untuk anak-anak Anda : roti multigrain yang kaya nutrisi, gandum pasta, beras merah, dan berbagai macam kacang-kacangan.

Perkenalkanlah makanan sehat ini kepada mereka sejak dini, dan niscaya mereka akan menolak makanan ‘olahan’ yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka.

Bila Anda memutuskan untuk diet rendah karbohidrat, kurangi asupan karbohidrat secara bertahap, dan perasaan lapar akan menjauh dari Anda. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum Anda memulai untuk diet.

Apakah Anda sudah mencoba diet rendah karbohidrat dan apakah sudah ada hasilnya? Atau tahukah Anda ada diet lain yang dapat menurunkan berat badan? Beritahu kami, dan berikan komentar Anda!

Referensi : The truth about low-carb diets, sg.theasianparent.com