4 Panduan Menjadi Suami Bijak, Ayah Wajib Baca, nih!

4 Panduan Menjadi Suami Bijak, Ayah Wajib Baca, nih!

Setelah sekian tahun berumah tangga, di satu titik, suami perlu merenungkan sikapnya kepada istri lewat kata-kata bijak untuk suami ini.

Ketidakbahagiaan rumah tangga bisa dirasakan suami, istri, dan anak. Tapi kenyataannya, istri adalah pihak yang paling sering merasa terluka dan sendirian dalam rumah tangga karena perilaku suami. Di satu titik, suami perlu merenungkan sikapnya kepada istri lewat kata-kata bijak untuk suami ini.

Ya, membangun keluarga pekerjaan berat dan terus-menerus. Sangat berat bahkan, buat sebagian orang sampai-sampai rumah tangga menyisakan beban, tugas, tanggung jawab, dan apa saja, kecuali cinta dan kasih sayang. Tak ada lagi sentuhan hangat, perhatian, dan rasa nyaman di rumah.

Ketika itu terjadi, suami dan istri mungkin melupakan, mereka memulai keluarga dengan cinta. Orang bilang, bertemu terus membuat orang tak merasakan rindu. Pelan-pelan, waktu membuat dua pihak yang pernah mencintai lupa cara mencintai.

Jika Anda seorang suami yang merasa istri Anda kini pribadi yang berbeda, itu belum sepenuhnya salah istri. Anda perlu merenungkan sikap Anda kepada istri. Jangan-jangan, Anda berperan membuatnya berubah menjadi tak sehangat dulu.

4 Kata bijak untuk suami agar tetap menjadi suami yang terbaik

Kata bijak untuk suami #1 “Saya harus menghormati istri saya”

4 Panduan Menjadi Suami Bijak, Ayah Wajib Baca, nih!

Menghormati adalah kebajikan utama dalam hidup. Menghormati adalah sikap baik yang perlu dilakukan pada apa dan siapa saja: kepada tumbuhan, hewan, orang tua, teman, orang asing, dan… istri.

Ya, karena Anda dan istri sudah hidup bersama, kalian punya standar baru tentang menghormati. Kentut di depan orang lain tentu tidak sopan, tapi istri Anda akan tertawa ketika Anda melakukan itu di depannya.

Menghormati istri artinya Anda sadar, istri–sebagaimana Anda–kini mengabdikan umurnya untuk Anda dan anak-anak. Ia telah memberikan saat-saat tercantiknya, usia mudanya, daya pikir terbaiknya, dan kasih sayang paling tulusnya untuk Anda.

Ingat hal-hal itu, hal-hal besar yang diwakili oleh sikap-sikap kecil: perawatannya saat Anda sakit, pengorbanannya saat hamil dan melahirkan, dan seterusnya.

Percayalah, semua tak ada artinya dibandingkan ketidaknyamanan ketika ia meminta Anda meletakkan handphone sejenak dan mengajaknya ngobrol sebelum tidur. Tidak ada apa-apanya dibanding ketidaksukaan remeh Anda ketika ia meminta Anda menjaga baik-baik Tupperware koleksinya.

Anda mungkin pernah bosan kepada istri. Itu bukan alasan untuk bersikap buruk kepadanya. Anda hanya tidak tahu, berapa kali istri bosan dan marah kepada suami, tetapi ia selalu mengalahkan perasaan itu.

Dan yang paling penting, setia adalah bentuk tertinggi penghormatan suami kepada istri dan kepada kesakralan pernikahan.

Kata bijak untuk suami #2 “Saya, istri, dan anak berhak bahagia”

Situasi ini sangat sering terjadi. Suami merasa lelah dengan pekerjaan atau apa pun, lalu memutuskan sepihak: saya ingin melakukan hal-hal yang bikin saya bahagia.

Yap, Anda sangat berhak bahagia. Main game, nongkrong dengan teman, pergi memancing, sibuk dengan hewan peliharaan. Itu hak Anda.

Tapi… ketika istri meminta Anda meluangkan waktu pula untuk menemani anak atau menemani dirinya, jangan anggap itu permintaan egois. Jangan sampai Anda bahagia dengan cara-cara yang justru bikin orang lain di sekitar Anda tidak bahagia.

Yang mau bahagia kan bukan cuma Anda.

Ngomong-ngomong, jangan tafsirkan “bahagia” sebagai “piknik”, “jalan-jalan”, “makan di luar”, atau “ngasih uang” semata. Untuk ukuran orang yang sudah bersama bertahun-tahun, mencium kening istri dengan tulus atau diam-diam mengerjakan pekerjaan istri itu sudah memberi kebahagiaan tersendiri bagi istri.

Kata bijak untuk suami #3 “Bukan cuma saya yang bekerja untuk keluarga ini”

4 Panduan Menjadi Suami Bijak, Ayah Wajib Baca, nih!

Iya, iya, Anda capek dan Anda berhak merasa capek. Siapa yang tidak stres dengan biaya sekolah anak hari ini. Tapi, dan apalagi jika istri Anda tidak “bekerja yang menghasilkan uang”, jangan sampai sekali-kali Anda berpikir, “Aku yang cari uang jadi jangan ganggu aku dengan masalah-masalah kecil. Aku ini capek bekerja untuk memberi makan istri dan anak.”

Jangan. Pernah. Berpikir. Seegois. Itu.

Bayangkan jika Anda harus menyewa tenaga akuntan untuk mengurus keuangan keluarga. Jika Anda harus membayar manajer untuk mengatur manajemen keluarga. Bayangkan jika Anda mengupah seseorang untuk lembur mengasuh bayi.

Jika kerja perempuan yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga dinilai dan diuangkan, mungkin Anda tidak akan sanggup membayarnya.

Kata bijak untuk suami #4 “Saya adalah orang terdekat istri saat ini. Istri adalah orang terdekat saya saat ini”

4 Panduan Menjadi Suami Bijak, Ayah Wajib Baca, nih!

Jadi, kalau ia curhat terus ke Anda, itu wajar sekali. Justru kalau istri membagi perasaannya justru ke tetangga, barulah itu aneh.

Manusia mana sih yang tak punya keluh kesah? Salah satu keahlian manusia adalah menemukan ada saja yang salah di hidup ini. Itu alami, memang bakat.

Oh, Anda perlu tahu ini: penelitian mengenai otak mendapati, otak perempuan berubah setelah ia melahirkan. Salah satu dampaknya, bagian otak yang mengatur kontrol kecemasan, ketakutan, dan kasih sayang berkembang drastis.

Itulah penjelasan ilmiah mengapa perempuan yang sudah beranak sangat gampang khawatir dan banyak pikiran. Itu sesuatu yang tak bisa ia kontrol dan sebenarnya tak ia inginkan. Memangnya siapa yang mau otaknya bekerja terus memikirkan orang-orang tersayangnya?

Sebaliknya, Anda juga perlu mendudukkan bahwa istrilah orang terdekat Anda saat ini. Membagi keresahan, keluh kesah, dan pikiran-pikiran kepada istri adalah tindakan tepat. Karena posisinya sebagai partner seumur hidup, justru dialah orang yang paling sadar untuk menjaga rahasia Anda atau membantu memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi.

Poin plusnya: membagi hal-hal pribadi kepada istri membuatnya merasa dihargai sebagai partner.

Semua yang diungkapkan di atas adalah insting dasar seorang suami yang baik. Anda sudah tahu itu dalam hati terdalam Anda.

Jika Anda belum melakukanya, itu bukan karena Anda bukan suami yang baik, mungkin Anda cuma lupa. Dan itulah yang artikel ini ingin lakukan: membuat Anda ingat bahwa Anda berdua dulu pernah bahagia dan ingin seterusnya mencinta.

 

Baca juga:

Pesan seorang ayah: Ini aturannya sebelum berkencan dengan putriku

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner