Preschool terkenal ini membius, menyiksa dan melecehkan balita secara seksual

lead image

Sampai saat ini, kasus pelecehan anak di sekolah masih dalam penyelidikan polisi.

Beberapa hari yang lalu para orangtua dari murid-murid yang bersekolah di salah satu preschool terkemuka di Cina merasa hidup mereka terguncang. Pasalnya, anak-anak mereka menjadi korban dari kasus pelecehan anak di sekolah.

Para balita itu dibius, ditusuk dengan jarum suntik, bahkan beberapa mengalami pelecehan seksual. Kasus pelecehan anak di sekolah RYB Education ini menimbulkan keributan terutama karena para guru pun terlibat.

Saya berharap ada tempat khusus di neraka untuk orang-orang semacam ini yang tega menyiksa anak-anak.

Kasus pelecehan anak di sekolah

RYB (Red Yellow Blue) Education Inc. merupakan jaringan taman kanak-kanak terkenal di Cina. Kasus pelecehan anak di sekolah terjadi di RYB Education New World, di distrik Chaoyang, Cina.

Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan untuk membongkar kasus pelecehan anak di sekolah terbesar dalam sejarah. Diduga, para murid usia prasekolah ini dibius, disuntik, dan bahkan disiksa secara seksual.

Kasus ini merupakan guncangan hebat bagi para orangtua yang tidak pernah mengharapkan hal semacam ini terjadi. Menurut The Independent Singapura, ada sekitar delapan orangtua telah melaporkan kasus pelecehan anak di sekolah kepada polisi, namun saya menduga masih banyak lagi yang belum terungkap, apalagi mendengar cerita yang diungkap oleh anak-anak tersebut sungguh mengejutkan!

Laporan selanjutnya menyebutkan bahwa para orangtua mengalami kebingungan. Salah seorang ibu menemukan sebuah pil putih pada anaknya.

Ketika ditanya pil apa itu, anak tersebut mengatakan bahwa murid-murid diminta meminum pil itu agar tertidur. Seorang anak lain menceritakan ada ‘kakek’ dan ‘om’ yang biasa melakukan pemeriksaan kesehatan.

Namun, ‘om’ dan ‘kakek’ memeriksa dalam keadaan telanjang dan meminta anak-anak juga menanggalkan pakaian!

Orangtua lainnya menemukan tanda bekas tusukan jarum pada anaknya. Seorang ayah diberitahu bahwa anaknya dilecehkan dokter di sekolah saat menjalani pemeriksaan rutin.

Tampaknya, diskusi mengenai kasus ini telah disensor dan pencarian di Weibo sudah tidak dapat diakses lagi. Konon, polisi sedang menyelidiki kasus pelecehan anak di sekolah RYB Education dan telah menahan seorang guru wanita berusia 22 tahun karena dicurigai melakukan pelecehan.

Ini bukan kasus pertama

Menurut laporan, ini bukan pertama kalinya terjadi kasus pelecehan anak di sekolah RYB Education.

Tahun 2015, dua orang guru dinyatakan bersalah oleh pengadilan provinsi Jilin yang secara fisik telah melecehkan anak-anak. Guru-guru ini juga menggunakan jarum suntik untuk mengintimidasi dan menyiksa anak-anak.

Kali ini TK yang dimaksud adalah yang berada di kota Siping, distrik Chaoyang, Cina.

Bisakah kasus ini dicegah?

Orangtua yang meminta pihak lain untuk menjaga anaknya selalu memiliki ketakutan terjadi kasus pelecehan. Tentu saja sangat sulit menghentikan sesuatu seperti ini terjadi pada anak Anda.

Namun, Parents perlu ingat bahwa pelaku, terutama di perusahaan seperti ini bekerja dengan orang lain, memiliki niatan buruk untuk terus melanjutkan pelecehan. Jadi, ia akan membuat pola yang menyebabkan anak berpikir bahwa apa pun yang dilakukan pelaku adalah tindakan normal.

Dalam kasus pelecehan anak di sekolah RYB Education, pola yang dibentuk adalah memberikan obat-obatan secara rutin dan pemeriksaan kesehatan. Pil dan cek kesehatan tidaklah berbahaya di benak anak-anak yang polos serta tak bersalah ini.

Pelaku akan terus-menerus melakukan aksinya. Saat ia melakukan pelecehan, ia akan memberikan sedikit rasa takut di pikiran anak-anak sehingga kasus ini pun sulit terungkap.

Artikel terkait: Cara Mengenali dan Mendeteksi Jika Anak Mengalami Pelecehan Seksual

Pertahanan terbaik melawan kasus pelecehan adalah berbicara dengan anak Anda. Namun sebelumnya, Parents perlu membangun kepercayaan dengan anak Anda.

Biarkan mereka tahu bahwa apa pun yang terjadi, mereka tidak boleh menyimpan rahasia dari orangtuanya sampai mereka cukup dewasa untuk memahami dunia. Saat anak pulang sekolah, luangkan waktu untuk membicarakan hari itu, tanyakan perasaannya, bagaimana makanannya, apakah ia cukup tidur, dan sebagainya.

Sambil memandikan anak, Parents juga bisa memeriksa apakah ada luka memar atau bekas pelecehan. Jangan lupa ajari anak area-area yang terlarang untuk disentuh.

Jika seseorang menyentuh anak di dada, bokong, paha, alat kelamin, atau menciumnya di mulut, itu adalah perbuatan yang salah. Bila ada orang yang melakukannya, anak harus menceritakannya pada orangtuanya.

Parents juga perlu meyakinkan bahwa anak-anak akan aman bersama Anda. Inilah satu-satunya cara untuk mencegah kasus pelecehan anak di sekolah.

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Referensi: The Independent, theAsianparent Singapura

Baca juga:

[Video] Daycare ini ditutup akibat terbukti sering menyiksa anak yang dititipkan