Kenali gejala penyakit mental dilihat dari 8 tokoh kartun Winnie The Pooh

lead image

Siapa yang tidak mengenal sosok beruang pemakan madu yang lucu ini. Tapi tahukah Anda jika setiap karakter Winnie The Pooh mewakili penyakit mental?

Siapa yang tidak mengenal karakter Winnie The Pooh? Beruang kuning yang hobi makan madu ini terkenal dengan quote-quote bijak.

Winnie The Pooh bersama dengan kawan-kawannya tinggal di hutan Hundred Acre. Tak hanya Pooh, teman-temannya seperti Piglet, Eeyore, Rabbit, dan Tigger juga berhasil mencuri hati karena sering bertindak spontan.

Kisah-kisah Winnie The Pooh sebenarnya bukan hanya cerita random tentang binatang-binatang, tetapi dengan pola spesifik. Ternyata, masing-masing karakter Winnie The Pooh dibuat untuk mewakili penyakit mental.

Coba cek apakah ada sifat dari tokoh-tokoh ini yang mungkin mirip dengan Anda.

Karakter Winnie The Pooh

via GIPHY

Tokoh utama ini terkenal senang bertualang dan menjelajah, namun ia kesulitan untuk fokus pada tujuan. Pikirannya berantakan, tidak pernah membuat jadwal, dan hidupnya tampak random.

Winnie The Pooh dianggap mewakili ADHD dan kasus kesehatan mental yang cukup parah.

Piglet

via GIPHY

Babi kecil berwarna pink ini memiliki hati yang baik. Namun, ia juga sering mengalami kecemasan berlebih yang terkadang membuatnya tidak bisa mengerjakan sesuatu.

Jika terjadi suara yang bising atau gerakan yang tiba-tiba, Piglet biasanya akan bersembunyi ketakutan. Ia ingin lingkungan yang tenang dan santai.

Eeyore

via GIPHY

Keledai yang satu ini adalah karakter Winnie The Pooh yang hampir tak pernah bahagia. Eeyore selalu bersedih, tak peduli apapun hal baik yang terjadi di sekitarnya.

Eeyore adalah korban depresi akut.

Kanga dan Roo

via GIPHY

Kanga adalah ibu kanguru yang selalu membawa anaknya, Roo, dalam kantongnya. Kanga adalah contoh orangtua yang selalu berputar-putar di sekeliling anaknya alias helicopter parenting.

Ia selalu mengkhawatirkan keluarganya sehingga sikapnya pun sering terlihat tidak nyaman. Kanga memiliki gangguan kecemasan sosial.

Sedangkan Roo, anaknya, meski memiliki segalanya, tapi ia tampak tersesat di dunia ini. Roo juga sering mengalami saat-saat penuh kesendirian dan hanya sibuk berada di dalam kantong kenyamanan di perut ibunya.

Roo dianggap mewakili anak dengan autisme.

Artikel terkait: Parents, Kenali Perbedaan Antara Stres dengan Penyakit Mental Gangguan Kecemasan Pada Anak ini

Rabbit

via GIPHY

Rabbit adalah karakter Winnie The Pooh yang paling rapi. Ia selalu senang barang-barangnya teratur dan kesal ketika ada yang mengobrak-abriknya.

Rabbit mewakili orang-orang yang OCD.

Tigger

via GIPHY

Tigger selalu bersemangat dan tak pernah bisa diam. Ia selalu tak sabar menunggu apa lagi yang bisa ia kerjakan berikutnya, petualangan apa yang menantinya, atau apa yang bisa ia lakukan agar selalu merasa terhibur.

Tigger mewakili orang yang hiperaktif.

Christoper Robin

via GIPHY

Karakter ini yang paling berbeda karena ia satu-satunya manusia. Namun, ia juga mewakili kondisi penyakit mental.

Semua teman-teman Christoper Robin adalah imajiner karena mereka sebenarnya hanya boneka binatang. Imajinasi Christoper Robin membuatnya memiliki dunia yang berbeda sehingga ia dianggap mewakili orang yang skizofrenia.

Semua karakter Winnie The Pooh adalah kelompok individu yang kompleks, mewakili berbagai kesehatan mental. Mengetahui hal ini membuat kita akan memandang kisah Winnie The Pooh dengan cara berbeda.

 

Referensi: Shareably

Baca juga:

Parents, Perhatikan 10 Ciri Penyakit Mental yang diderita oleh Anak ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.