Ayah penderita kanker hati rela pulang tiap hari dari RS, apa alasannya?

lead image

Alasan ayah yang berjuang melawan kanker hati ini bisa membuat Anda mewek.

Kasih sayang dan pengorbanan ayah kepada anaknya memang sungguh besar. Seorang ayah yang sedang berjuang melawan penyakit kanker hati rela pulang dari rumah sakit tempatnya dirawat, demi memperlihatkan pada putrinya bahwa ia baik-baik saja.

Sosok ayah penderita kanker hati tak ingin putrinya khawatir

Sosok ayah hebat asal Singapura itu bernama Keith Lim Kwan Ming. Ia tidak merokok atau minum alkohol, tetapi ia didiagnosis menderita kanker hati sejak bulan Maret 2018 lalu.

Rupanya, penyakit kankernya kambuh setelah melakukan radio dan kemoterapi. Pada bulan Desember lalu, ia harus menjalani transplantasi hati.

Sampai saat ini, anaknya tidak mengetahui tentang penyakit sang ayah yang tetap pulang demi menemui putrinya setiap hari di rumah. Hal tersebut ia lakukan agar putrinya tidak mengetahui soal penyakitnya, dan tidak mengkhawatirkannya.

Sang ayah membutuhkan transplantasi hati

Kasus ini pertama kali disorot dalam harian Cina Lianhe Wanbao. Keith diketahui memerlukan donor hati setelah tidak ditemukan donor yang cocok dan layak dari keluarga dan teman-temannya.

Selain itu, muncul juga sebuah postingan di Facebook yang mengumumkan tentang kondisi Keith:

Beberapa fakta tentang kanker hati

Kanker hati adalah penyakit di mana sel-sel kanker berbahaya berkembang pada jaringan hati.

Menurut American Cancer Society dan Cancer Journal for Clinians, pria 2 – 3 kali lebih berisiko menderita kanker hati daripada wanita.

Menurut data dari Singapore Cancer Society, kanker hati adalah kanker ke-4 paling banyak dialami pada pria di Singapura.

Ada 3 faktor risiko utama yang dapat mengembangkan kanker hati primer, yaitu infeksi hepatitis B kronis, infeksi hepatitis C kronis, dan konsumsi alkohol yang tinggi.

Faktor risiko lainnya yang juga meningkatkan risiko, yaitu diabetes, aflatoksin, riwayat genetik, dan sirosis (terbentuknya jaringan parut di hati).

Gejala 

Umumnya, jenis kanker ini tidak memiliki tanda dan gejala pada tahap awal. Namun ketika tanda dan gejala mulai muncul, beberapa yang dirasakan di antaranya:

  • Berat badan turun
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri perut bagian atas
  • Mual dan muntah
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Pembengkakan pada perut
  • Warna kuning pada kulit Anda dan bagian putih pada mata (jaundice)
  • Feses berwarna pucat
Artikel terkait: “Maafkan aku, Bunda…” ungkapan terakhir anak 5 tahun yang alami kanker

Pencegahan 

  • Vaksinasi terhadap virus Hepatitis B.
  • Hindari minum terlalu banyak alkohol, yang menyebabkan penyakit hati. Biasanya, penyakit ini bisa berkembang menjadi kanker hati.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Batasi konsumsi daging dan lemak hewani berlebihan, serta kacang dan biji-bijian yang berjamur.
  • Rutin melakukan pengecekan atau screening jika Anda berisiko tinggi.

 

Jaga kesehatan selalu dan jalani pola hidup sehat demi bisa ‘berkumpul’ lebih lama bersama keluarga Anda ya, Parents!

 

Dilansir dari artikel Jaya di theAsianparent Singapura
Baca juga:

https://id.theasianparent.com/20-foto-mengharukan-pertemuan-pertama-para-ayah-dan-bayinya/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.

Written by

Aulia Trisna