Guru pria ini catat siklus menstruasi siswinya, apa tujuannya?

lead image

Apa yang dilakukan guru ini benar-benar patut ditiru!

Seorang guru laki-laki di Wenling, Zhejiang, Cina membantu siswinya membuat kalender haid wanita untuk melalui masa-masa menstruasi.

Warganet dikejutkan oleh terobosan Mo Qunli, seorang guru laki-laki berusia 38 tahun yang mencatat siklus menstruasi siswi-siswinya.

Kalender haid wanita dibuat oleh seorang guru laki-laki di Cina

 

Dikutip dari NextShark, ia bahkan mendapat komentar buruk dari warganet yang mengatakannya ‘cabul’.

“Ada beberapa netizen yang mengatakan saya cabul. Ya, memang sulit untuk membuat semua orang setuju dengan yang saya lakukan, jadi saya acuhkan saja mereka,” ungkapnya kepada Shanghaiist.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/Teacher 5 e1542980437740.jpg Guru pria ini catat siklus menstruasi siswinya, apa tujuannya?

Tidak hanya membuat kalender haid wanita, ia juga membuat ramuan gula merah untuk mengurangi kram perut yang dirasakan saat menstruasi. Ia telah mempelajari bahwa ramuan tersebut ampuh untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh siswi-siswinya, agar mereka dapat lebih nyaman saat belajar di kelas.

Mengajak serta murid laki-laki untuk berkontribusi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/Teacher 4 e1542980103109.jpg Guru pria ini catat siklus menstruasi siswinya, apa tujuannya?

 

Ketimbang harus menyimpan catatannya tersebut sendiri, ia menuliskan kalender haid wanita tersebut di sebuah kertas dan menempelkannya di papan tulis agar semua siswinya bisa memahami siklus menstruasi yang dihadapi. Cara ini juga akan mengajarkan murid laki-lakinya untuk lebih memahami kondisi yang dihadapi teman-teman perempuannya.

Bahkan murid laki-lakinya juga diajak untuk membuat ramuan gula merah untuk teman-temannya.

“Sebagai seorang guru, saya memiliki tanggungjawab layaknya seorang ayah yang peduli pada murid-murid seperti mereka adalah anak saya sendiri. Para murid juga  telah menganggap saya seperti ayahnya sendiri, sehingga bukan hal canggung bagi mereka untuk mencatat siklus menstruasinya.”

Jumlah murid laki-laki di kelasnya memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan murid perempuannya. Ada 30 murid perempuan dan hanya 13 murid laki-laki.

“IQ seorang anak jika tak diimbangi dengan kecerdasan emosional tak akan ada artinya. Saya seringkali mengajarkan murid laki-laki di kelas untuk belajar menjaga dan memperhatikan teman-teman perempuannya,” ungkap Mo.

Seperti yang kita ketahui, pada periode awal menstruasi pada remaja seringkali siklusnya tak menentu. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah perubahan hormonal yang dialami. Sehingga tubuh memerlukan waktu adaptasi hingga siklus tersebut menjadi normal.

Secara normal siklus haid adalah 28 hari, namun yang terjadi pada remaja biasanya siklus berkisar di antara 21 – 45 hari bahkan bisa lebih panjang di 2 tahun pertama mengalami menstruasi. 

Bunda setuju nggak sih dengan metode yang diajarkan oleh Mo Qunli ini? Perlu nggak sih siklus menstruasi diajarkan di sekolah-sekolah untuk anak remaja? Berikan tanggapan Bunda di kolom komentar ya!

Referensi: NextShark

Baca juga:

Penelitian: ini alasan jadwal haid Anda bisa bareng dengan teman

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.