Jus Buah Dalam Kemasan - Benarkah Lebih Berbahaya Daripada Minuman Bersoda?

Jus Buah Dalam Kemasan - Benarkah Lebih Berbahaya Daripada Minuman Bersoda?

Jus buah ternyata tak sesehat yang kita bayangkan. Menurut para ahli, semua jus buah mengandung resiko kesehatan yang sama dengan minuman bersoda.

Jus buah dan soda sama-sama berbahaya.

Jus buah dan soda sama-sama berbahaya.

Jus buah mengandung lebih banyak kalori daripada minuman bersoda

Jika Anda mengkonsumsi jus buah secara teratur, mungkin kini saatnya Anda mengubah kebiasaan itu. Sejumlah ahli mengatakan, semua jus (termasuk yang tanpa penambahan gula 100%) berpotensi membahayakan kesehatan sebagaimana minuman berkarbonasi.

Mereka mengatakan, meski jus buah dalam kemasan mengandung vitamin dan mineral, fruktosa juga terkandung didalamnya. Sedangkan fruktosa meruapakan zat yang menyebabkan diabetes dan penyakit jantung. Penelitian pun telah menunjukkan bahwa segelas jus buah  mengandung lebih banyak kalori daripada minuman bersoda!

 

Memakan buah lebih baik daripada minum jus buah.

Memakan buah lebih baik daripada minum jus buah.

Makan buah-buahan tidak sama dengan meminumnya

Para ahli memperingatkan bahwa dampak memakan buah-buahan dan meminum jusnya tidaklah sama. Ketika kita memakan buah fruktosa yang terdapat di dalamnya memasuki saluran pencernaan dalam tubuh secara perlahan dan memberikan waktu pada hati untuk mencernanya.

Namun meminum jus buah memberatkan kerja hati dan membawa dampak merugikan untuk tubuh. Jadi mengunyah buah-buahan lebih baik daripada meminum jusnya.

Kita cenderung akan makan satu buah kemudian berhenti. Sedangkan minum jus sama artinya dengan memakan 2-3 buah sekaligus!

Jangan berikan jus buah pada bayi berusia kurang dari 6 bulan.

Jangan berikan jus buah pada bayi berusia kurang dari 6 bulan.

Tidak bermanfaat untuk bayi di bawah usia satu tahun

Faktanya, di tahun 2001 American Academy of Pediatric mengeluarkan sebuah panduan yang mengatakan jus buah sebaiknya tidak diberikan pada anak yang berusia kurang dari 6 bulan, dan tak ada alasan nutrisional untuk memberikan jus tersebut sebelum anak berusia satu tahun.

Sesudah masa itu jus buah juga tidak harus diberikan. Anak berusia hingga 6 tahun boleh mengkonsumsi 4 hingga 6 ounce ( 1 ounce= 28,35 gram) jus per hari, sedangkan anak yang berusia lebih dari 6 tahun boleh mengkonsumsi 8 hingga 12 ounce jus per hari.

Kenyataan ini memang mengejutkan. Mungkin Anda ragu, bisakah kita mempercayai apa yang dikatakan para ahli kesehatan tersebut? Bukankah buah-buahan baik untuk kesehatan, mengapa sekarang mereka mengatakan jus buah tidak lebih baik daripada soda?

Saran kami, selalu campurkan air pada jus buah yang akan Anda berikan pada anak Anda untuk mengurangi kadar frukstosa yang diterima oleh tubuhnya.

Apakah jus lebih sehat daripada buah atau sayuran utuh?

Parents, apakah minum jus itu lebih sehat daripada mengonsumsi buah dan sayuran utuh? Katherine Zeratsky, R.D., L.D dalam Mayo Clinic, menjelaskan jus tidak lebih sehat daripada mengonsumsi buah dan sayuran utuh.

Membuat jus berarti mengambil sari dari buah atau sayuran segar. Cairan tersebut mengandung sebagian besar vitamin, mineral, dan bahan kimia tanaman (fitonutrien) yang ditemukan dalam buah. Namun, buah-buahan dan sayuran utuh juga memiliki serat sehat, yang hilang selama proses pembuatan jus.

Beberapa orang percaya, membuat jus lebih baik daripada mengonsumsi buah dan sayuran utuh karena tubuh dapat menyerap nutrisi dengan lebih baik dan itu membuat sistem pencernaan beristirahat dari mencerna serat. Dikatakan, membuat jus dapat mengurangi risiko kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengeluarkan racun dari tubuh, melancarkan pencernaan, dan membantu menurunkan berat badan.

Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan jus yang diekstrak lebih sehat daripada yang Parents dapatkan dengan memakan buah atau sayuran itu sendiri.

Akan tetapi jika Parents tidak menikmati makan buah dan sayuran, membuat jus bisa menjadi cara untuk membantu diet atau memenuhi nutrisi dari buah dan sayuran yang tidak Anda sukai.

Pertimbangkan untuk memadukan sayur dan buah daripada menjadikannya jus. Memadukan buah dan sayuran menghasilkan makanan yang mengandung fitonutrien dan serat yang lebih sehat. Serat dapat membantu tubuh merasa kenyang.

Jika Anda mencoba membuat jus, buat jus sebanyak yang bisa Anda minum sekaligus; bakteri berbahaya dapat tumbuh dengan cepat dalam jus segar. Jika Anda membeli jus segar atau dalam kemasan, pilih produk yang dipasteurisasi.

Walau bagimanapun, mengonsumsi sayuran atau buah secara utuh tetap lebih baik daripada dibuat menjadi jus. Jika Anda bukan orang yang suka makan buah atau sayuran, mulai kebiasaan itu dengan memakan buah atau sayur yang benar-benar Anda sukai dahulu, baru beralih ke jenis sayur dan buah lain.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner