Suami menganggur? Ini 5 hal yang perlu Bunda lakukan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Saat suami menganggur, tingkat stres di dalam rumah memang akan jadi makin tinggi. Ada beberapa usaha khusus agar dapat membantu suami pengangguran bangkit lagi.

Suami menganggur menjadi salah satu penyebab banyaknya gugatan cerai dari perempuan di seluruh dunia. Selain itu, pengangguran juga menempati urutan 3 besar penyebab depresi selain kematian dan putus cinta atau pun perceraian.

Saat suami menganggur, kehidupan rumah tangga memang terasa lebih berat dari biasanya. Apalagi jika istri awalnya tidak bekerja.

Masalah ekonomi tak hanya bisa membuat seseorang lebih emosional, tapi juga dapat menurunkan gairah seks di ranjang dan membuat lelaki tak percaya diri.

Sebagai istri, ini yang perlu Bunda lakukan ketika suami menganggur dengan 5 tips di bawah ini yang disarikan dari focus on the family:

1. Antisipasi sebelum itu terjadi

Suami Anda bisa jadi adalah pekerja keras sejak awal. Namun kita tak tahu apa yang akan terjadi nanti di dalam karirnya.

Bisa jadi kantornya pindah negara, tiba-tiba terjadi pemecatan masal, dan masalah lainnya. Untuk itu, sebagai perempuan kuat, kita harus berjaga-jaga dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Misalnya dengan menabung sedikit demi sedikit, bekerja sambilan, memotivasi suami untuk punya investasi sehat maupun punya pekerjaan tambahan. Jika Bunda adalah ibu rumah tangga, pilih pekerjaan non formal yang bisa Bunda kerjakan di rumah. Online shop misalnya.

Artikel terkait: 50 ide peluang usaha rumahan yang dapat menambah penghasilan.

2. Anggap keadaan ini hanya sementara

Jangan sampai menganggap bahwa situasi suami menganggur bisa berlangsung selamanya. Jika ia sendiri sudah putus asa untuk cari pekerjaan, maka tugas Bunda untuk menyemangati suami agar terus maju.

Jaga diri agar jangan sampai Bunda ikut putus asa atau terbawa suasana negatif yang dimunculkan suami.

Jika lamaran pekerjaannya ditolak, maka Bunda adalah orang pertama yang harus meyakinkannya bahwa pekerjaan apa pun saat ini bisa dilakukan. Fokus utama saat ini adalah memperoleh penghasilan, bukan mencari pekerjaan ideal.

3. Membicarakan dengan anak

Jika anak sudah bisa diajak bicara, katakan situasi saat ini padanya agar ia ikut memahami bahwa barangkali tidak ada budget mainan mahal maupun piknik ke pantai seperti biasa. Namun, katakan padanya bahwa orangtua sangat mencintainya dan tak akan membuat situasi seperti itu berlangsung selamanya.

Risikonya, anak akan bersedih dengan kabar ini. Namun anak juga harus belajar mendewasakan dirinya dengan keadaan sulit yang terjadi di dalam hidupnya.

Sekalipun tak punya uang, pastikan bahwa keluarga Anda tetap menunjukkan cinta sepenuhnya pada anak dengan mengajaknya bermain bersama. Setidaknya ada sisi positif suami berada di rumah karena waktunya bisa lebih banyak dihabiskan bersama anak.

4. Jaga diri sendiri

Menghadapi suami menganggur bisa jadi situasi yang sangat sulit untuk Bunda. Untuk dapat membantu suami menghadapinya, Bunda sendiri harus kuat.

Minta waktu me time untuk menghibur diri. Sekedar main ke rumah teman, punya waktu untuk diri sendiri, maupun melakukan sesuatu yang Bunda suka dapat membuat Bunda tidak jenuh menghadapi kondisi di rumah.

5. Terima keadaan

Terimalah keadaan saat ini. Hidup tak selalu berisi kesialan-kesialan. Ada keberuntungan yang masih harus disyukuri.

Hidup tak selalu bahagia, ada kalanya duka menghampiri. Untuk itu, menerima keadaan, memperlakukan ini sebagai kesementaraan, membicarakannya dengan anak, mengantisipasi situasi terburuk yang mungkin terjadi, dan menjaga diri sendiri adalah kunci agar suami pengangguran tak hancurkan diri Bunda dan kehidupan rumah tangga.

Hidup harus terus berjalan. Semoga ada jalan keluar dari masalah ini ya Bun...

 

Baca juga:

Video Mengharukan Ini Membuat Kita Salut pada Ibu yang Bekerja di Luar Rumah

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pernikahan