4 Hal yang Harus Dilakukan Jika Anak Suka Berlari Menjauh dari Orangtua

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Saat baru belajar jalan, si kecil yang suka kabur dari pandangan mata orang tua adalah hal wajar. Bagaimana agar tetap tenang menghadapi jiwa petualangnya?

Masa-masa balita adalah saatnya mereka bereksplorasi dengan lingkungannya, terutama jika mereka baru saja bisa jalan. Namun jika anak suka berlari menjauh, Anda bisa jantungan karena tiba-tiba saja ia sudah jauh dari pandangan.

Perlu banyak latihan yang dilakukan untuk mengatasi si kecil yang suka kabur ini. Membentuk kedisiplinan balita untuk tidak selalu lari-larian kemana-mana memang sulit, tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan.

Berikut tips cara mengatasi si kecil yang suka kabur:

1. Bermain, "Ayo sini dek... lari ke bunda/ayah"

Cara ini membutuhkan kerjasama dua orang untuk memulainya. Misalkan, orang pertama adalah bunda, orang kedua adalah ayah.

Saat si kecil mulai menjauh, mama akan memanggil namanya dengan ajakan maupun lewat bahasa tubuh berupa lambaian tangan. Kemudian ayah akan mengiringi balita sambil berkata, "tuh, dipanggil bunda. Yuk ke bunda..."

Praktekkan cara ini setiap hari hingga menjadi kebiasaan baginya untuk tak berlari terlalu jauh dari orang dewasa yang menjaganya.

2. Praktekkan isyarat tangan

Selain membiasakan diri dengan lambaian tangan untuk mencegah si kecil kabur, ia juga perlu belajar untuk selalu memegang erat tangan orang dewasa yang menjaganya ketika di luar rumah.

Selain aman, cara ini juga dapat menambah ikatan antara anak dengan lingkungan sekitarnya. Namun, jangan berjalan dengan menggandeng tangan si kecil sambil mainan ponsel ya Parents...

Jika anak menolak untuk digandeng, secara tidak langsung ia akan belajar konsekuensinya. Misalnya, ketika ia jatuh atau menabrak sesuatu. Namun, sebelum ia jatuh, ada baiknya sejak awal Parents terus memperhatikan langkahnya ya...

3. Menggunakan tali pegangan

l10236-backpack-rein-3

Banyak orang mengkritisi pilihan memasang tali pada punggung balita ini. orang yang mengkritisi itu bilang bahwa orang tua memperlakukan anaknya seperti anjing yang di lehernya ada tali.

Namun, cara ini memang efektif untuk mencegah balita kabur dari tangan orang tuanya saat berada di keramaian. Sehingga tidak ada salahnya untuk mencoba cara ini.

4. Ajari anak tentang keamanan

Ajak balita Anda mengobrol tentang bahayanya berlari menjauh dari orang tua. Ulangi hal tersebut sampai tertanam di pikirannya.

Pada usia balita, anak-anak akan merasa bahwa melawan peraturan itu asik. Karena rasa humornya masih seputar hal-hal yang mengejutkan. Sehingga bicara padanya tentang peraturan kadang memang percuma.

Mengajari si kecil yang suka kabur dengan standar keamanan bisa lewat lagu. Seperti tidak boleh mengikuti ajakan orang asing, menghafalkan alamat dan nomer telepon orang tua, dan berhati-hati di jalan.

Begitulah hal-hal yang dapat dilakukan agar mampu mengatasi si kecil yang suka kabur. Semoga, anak hanya mengajak orangtuanya olahraga kecil selama kabur tersebut sehingga tidak terjadi apa-apa di masa eksplorasinya.

 

Referensi: Kids Activities Blog, Parents, Baby Center.

Baca juga:

Anak Terlambat Jalan Bisa Karena Kesalahan Orangtua

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Batita