Apa yang Harus dilakukan Jika Anak Melihat Orangtua Berhubungan Badan?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Apa yang terjadi jika anak melihat orangtua berhubungan badan? Apa dampak dan bagaimana cara menanggapinya? Temukan jawabannya di sini.

Tidak semua orangtua pernah mengalami hal ini, namun pertanyaan ini mungkin kerap melintas di pikiran kita. Bagaimana jika anak melihat orangtua berhubungan badan? Apa dampaknya dan apa yang harus kita lakukan?

Jawaban untuk hal ini adalah tergantung pada usia berapa anak mengalaminya. Selain itu, sebelum mengatakan apapun pada anak, Anda perlu tahu apa yang mereka dengar, lihat, dan apakah mereka peduli tentang apa yang sedang terjadi.

Para ahli sepakat bahwa orangtua tidak perlu khawatir untuk berhubungan badan didekat bayi mereka.

Psikoterapis Jennifer Naparstek Klein menjelaskan kepada CNN, “Banyak keluarga memilih untuk tidur satu ruangan dengan bayi mereka, dan tidaklah berbahaya untuk berhubungan seksual sementara bayi tidur dan berada di tempat yang aman. Kalaupun bayi melihat, ia belum bisa memproses apa yang dilakukan orangtuanya, sehingga tidak memiliki arti apa-apa baginya.”

Selain itu, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa seorang anak yang melihat orangtuanya berhubungan intim akan merusak psikologisnya.

Menariknya, anak-anak yang dibesarkan di dalam keluarga yang orangtuanya nyaman dengan ketelanjangan -seperti berganti baju di depan anak atau mandi bersama- besar menjadi remaja yang memahami seksualitas dengan sehat.

Bagaimana jika anak yang lebih besar melihat orangtua berhubungan badan?

Berikut adalah beberapa pertimbangan berdasarkan kelompok usia anak:

Balita

Beberapa balita mungkin tidak menyadari apa yang dilakukan orangtuanya saat berhubungan badan, sementara yang lain membutuhkan penjelasan.

“Anak balita kadang berpikir kekerasan atau sesuatu yang menakutkan sedang terjadi saat orangtua berhubungan seksual. Ini yang harus ditangani,” kata terapis Margie Nichols.

“Ketika anak saya masih balita, dia pikir ayahnya sedang menyakiti saya, karena kami terlalu berisik pada larut malam.”

Untuk menenangkan anak dan mengatasi kebingungannya, jelaskan bahwa Anda dan pasangan Anda sedang mengalami momen pribadi dan bahwa Anda tidak menyakiti satu sama lain.

Cukup jelaskan hal tersebut, kecuali anak memiliki lebih banyak pertanyaan lainnya.

Anak usia sekolah dasar

Anak usia ini umumnya sudah memiliki rasa ingin tahu akan beberapa hal tentang seksualitas. Tapi pada saat yang sama, mereka umumnya ingin menjauhkan diri dari subjek tersebut.

Jika anak terlihat tidak ingin membahas apa yang dilihatnya, orangtua sebaiknya jangan memaksakan. “Jika anak terlalu tidak nyaman membicarakan seks, simpan penjelasan Anda untuk lain waktu,” kata Kleinn.

Anak usia pra-remaja

Pada usia ini, banyak anak-anak sudah tahu apa yang terjadi. Bahkan mereka bisa saja menunjukkan ekspresi jijik saat mendengar atau melihat orangtuanya berhubungan intim.

Ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan anak Anda gagasan bahwa seks adalah kegiatan ekspresi cinta yang dilakukan dalam hubungan orang dewasa.

Remaja

“Anak-anak yang lebih tua kadang hanya merasa geli ketika mereka menduga bahwa orang tua mereka sedang berhubungan seksual, tetapi jika mereka melihatnya sendiri, dapat menciptakan ketidaknyamanan dan kecemasan,” kata Klein.

“Remaja bisa lebih baik dalam memahami bahwa orang tua mereka adalah makhluk seksual tanpa dijelaskan sekalipun, tetapi mereka benar-benar tidak perlu melihatnya.”

Untuk itu, selalu pastikan pintu kamar terkunci saat Parents ingin bermesraan ya!

 

Referensi: WebMD, Baby Center.

Baca juga:

7 Alasan Mengapa Orang Tua Perlu Diskusi Soal Pornografi dengan Anak

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Seks & Pernikahan