7 Jenis Makanan Bayi yang Baik dan Tidak Baik Dikonsumsi Menurut Dokter Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Beberapa jenis makanan bayi berikut ini, sebaiknya tidak Anda berikan pada si kecil karena bisa berdampak buruk bagi kesehatannya.

Beragam jenis makanan bayi yang tersedia membuat Bunda harus selektif dalam memilih. Selain kandungan gizinya, Bunda juga harus memastikan bahwa makanan tersebut tidak membuat bayi Anda alergi.

Dr. Tanya Altmann, seorang dokter anak di California Selatan, membagikan informasi jenis makanan bayi yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi.

Dr. Tanya menulis di laman Today tentang panduan untuk orang tua agar bisa memilih jenis makanan bayi mana yang baik untuk dikonsumsi dan mana yang harus dihindari. Panduan ini penting agar tidak timbul masalah kesehatan pada bayi.

Jenis makanan bayi yang baik untuk dikonsumsi

1. Alpukat

Buah alpukat tinggi akan potasium, serat, dan lemak tak jenuh tunggal yang bermanfaat bagi kesehatan jantung segala usia. Pada MPASI pertama, Bunda bisa menghancurkan alpukat hingga menjadi bubur sebelum memberikannya pada si kecil. Saat bayi sudah bisa memegang sendok sendiri, biarkan dia menyendok alpukat langsung dan makan tanpa disuapi.

Artikel Terkait: Alpukat, Menu MPASI Terbaik untuk Bayi Anda

2. Selai kacang

Sebuah studi menunjukkan bahwa mengenalkan produk dari kacang tanah pada usia dini dapat mengurangi risiko alergi pada produk kacang di kemudian hari. Selai kacang mengandung nutrisi seperti  protein nabati, vitamin E, dan lemak tak jenuh tunggal yang sehat.

Dr. Tanya mengaku dia suka memberikan selai kacang tanpa gula dengan oatmeal pada anaknya. Takarannya adalah satu sendok teh selai kacang dicampur dengan satu ons oatmeal khusus bayi.

"Pada usia 8 bulan, ibu bisa mulai memberikan selai kacang secara langsung. Pastikan selainya tidak terlalu banyak. Ibu juga bisa memberikannya dengan jari dan biarkan bayi menjilatinya sampai bersih."

3. Ikan Salmon

Menu MPASI dengan ikan salmon. Sumber: Syalevis

Minyak yang terkandung pada lemak ikan kaya akan asam lemak omega tiga, yang bermanfaat bagi perkembangan mata dan otak. Ikan juga merupakan sumber protein yang mengandung vitamin D yang sangat dibutuhkan oleh si kecil.

Masukkan ikan salmon dalam menu MPASI bayi Anda. Dibandingkan ikan lain, salmon termasuk ikan sehat karena kandungan merkuri di dalam ikan salmon lebih rendah.

Sebelum memberikannya pada bayi, masaklah ikan terlebih dulu sampai matang. Pastikan tidak ada duri yang tersembunyi.

Anda juga bisa menambahkan cairan seperti ASI, air putih atau kaldu ayam buatan sendiri pada ikan salmon yang telah dimasak.

4. Telur

Telur merupakan sumber protein, lemak, serta biotin dan zat besi yang sangat penting dalam masa pertumbuhan. Saat bayi berusia 6 bulan, berikan telur yang dicampur ASI atau air putih hingga berbentuk bubur. Di usia 8 bulan, Anda bisa memberikan telur orak-arik sebagai finger food.

Artikel Terkait: 7 Petunjuk Memberikan Telur Sebagai Makanan Bayi

5. Sayuran Hijau

sumber: Syalevis

Sayuran hijau bermanfaat untuk mengurangi risiko terserang penyakit sekaligus menjaga berat badan. Selain itu, sayuran hijau juga mengandung banyak vitamin dan mineral sehingga sangat tepat digunakan sebagai menu MPASI.

Sayuran yang bisa Anda gunakan sebagai jenis makanan bayi ialah kacang polong, buncis hijau, timun jepang, bayam, brokoli, dan asparagus. Anda bisa merebus sayuran sebelum menumbuknya hingga menjadi bubur.

Memberikan MPASI dengan sayuranakan melatih kebiasaan anak makan sayur sejak kecil sehingga ia tidak anti terhadap sayur saat tumbuh besar.

Jenis makanan bayi yang sebaiknya dihindari

6. Sereal dari beras putih

Sereal dari beras putih mengandung sedikit protein, tanpa serat, dan tidak ada rasa. Meski jenis makanan bayi yang satu ini mengandung zat besi dan zinc, namun Anda juga bisa memperolehnya dari makanan lain seperti ikan.

Jadi lebih baik coret makanan ini dari menu MPASI bayi Anda. Bila ingin memberikan sereal pada bayi, pilihlah sereal yang terbuat dari gandum utuh.

Nutrisi yang terkandung dalam gandum utuh jauh lebih banyak daripada sereal beras putih. Selain itu, memberi gandum utuh saat MPASI membuatnya terbiasa dengan rasa gandum utuh saat beranjak dewasa nanti.

7. Jus buah

Dr. Tanya secara tegas menyatakan bahwa orangtua tidak boleh memberikan jus buah pada bayi sampai kapan pun. Mengapa demikian?

Jus buah dianggap menghilangkan segala kebaikan yang ada pada buah segar. Bahkan, 100%  jus buah buatan sendiri juga tidak mengandung serat.

Peran jus buah tidak bisa menggantikan buah utuh yang asli. Terlebih jika Anda menggunakan jus buah kemasan yang cenderung mengandung banyak gula dan pemanis buatan.

Artikel Terkait: Penelitian, Jangan Memberikan Jus Buah pada Bayi Sebelum Berumur Satu Tahun

Minuman yang bisa Anda berikan bersama MPASI si kecil, selain ASI atau susu formula hanyalah air putih. Saat bayi memasuki usia 6 bulan, biasakan ia minum air putih beberapa teguk.

Hal ini akan membuatnya terbiasa minum air putih, sehingga anak memiliki gaya hidup sehat hingga dewasa.

***

Itulah panduan jenis makanan bayi dari Dr. Tanya yang bisa Anda praktekkan di rumah. Semoga bermanfaat ya, Bunda!

 

Baca juga:

10 Makanan Bayi Terbaik

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi Kesehatan