Kenali 2 Jenis Kanker Kelenjar Getah, Lengkap dengan Ciri-Cirinya

Kenali 2 Jenis Kanker Kelenjar Getah, Lengkap dengan Ciri-Cirinya

Ada dua jenis kanker kelenjar getah bening yang menyerang sistem limfatik. Kenali ciri-cirinya sesuai jenis berikut ini!

Penyakit kanker kelenjar getah bening merupakan penyakit yang menyerang sistem limfatik. Sistem limfatik ini adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh sehingga jika ada keabnormalan, tubuh akan lebih rentan terkena infeksi dan berbagai penyakit. Ada dua jenis kanker kelenjar getah bening dengan ciri-ciri yang berbeda.

Salah satu dari gejala kanker kelenjar getah bening adalah pembengkakan yang tidak disertai nyeri pada kelenjar getah bening. Umumnya akan timbul benjolan di bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar getah bening seperti leher atau pangkal paha.

Namun tak selalu pembengkakan kelenjar getah bening atau muncul benjolan berarti kanker. Pembengkakan tersebut bisa saja terjadi sebagai respon alami tubuh dalam melawan penyakit.

Untuk mengetahui apakah pembengkakan tersebut adalah tanda kanker kelenjar getah bening, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut seperti cek darah, rontgen, USG, dan biopsi.

Artikel Terkait: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Kapan Harus Waspada?

Jenis dan Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening

1. Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma) Hodgkin

Kenali 2 Jenis Kanker Kelenjar Getah, Lengkap dengan Ciri-Cirinya

Limfoma Hodgkin adalah kanker yang menyerang kelenjar getah bening. Kanker ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak kecil dan lansia

Melansir dari Alodokter, limfosit (sel darah putih) tipe B milik penderita Limfoma Hodgkin akan memperbanyak diri secara abnormal dan hasilnya limfosit kehilangan fungsinya untuk melawan infeksi.

Kanker ini menyerang sistem kelenjar getah bening dan memiliki zat yang dikenal dengan CD30, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Penyebab dari Limfoma Hodgkin adalah sel yang bermutasi menjadi sel kanker dan berkembang pada sistem limfatik. Namun hingga kini penyebab mutasi sel tersebut masih belum diketahui.

Meskipun begitu ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Limfoma Hodgkin, misalnya riwayat kanker dalam keluarga, penyakit HIV yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan infeksi virus Epstein-Barr.

Penyakit ini juga biasanya dialami oleh kelompok usia 20-30 tahun serta di atas 55 tahun. Laki-laki berisiko lebih tinggi terhadap Limfoma Hodgkin dibandingkan perempuan.

Di Indonesia sendiri jumlah kasus Limfoma Hodgkin termasuk tinggi karena dinilai masyarakat masih belum familiar dengan gejalanya dan baru melakukan deteksi kanker ketika penyakitnya sudah masuk ke stadium lanjut.

Kenali 2 Jenis Kanker Kelenjar Getah, Lengkap dengan Ciri-Cirinya

Artikel Terkait: Kabar Baik! Saat ini Ada Pengobatan Kanker Getah Bening Minim Efek Samping

Ciri-ciri dari Limfoma Hodgkin sendiri adalah sebagai berikut

  • Demam
  • Banyak berkeringat terutama di malam hari
  • Pembesaran organ limpa
  • Penurunan berat badan dalam waktu singkat secara tiba-tiba
  • Adanya benjolan di leher ata pangkal paha
  • Mudah lelah
  • Batuk dan sulit bernafas
  • Ruam kulit

Penyakit ini juga dapat mengalami komplikasi, yang bisa tetap muncul meski Limfoma Hodgkin sudah sembuh. Sistem kekebalan tubuh orang yang pernah menderita Limfoma Hodgkin berisiko melemah dan rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Gangguan kesehatan pada jantung, paru-paru, dan kesuburan juga bisa terjadi. Karena telah menjalani kemoterapi atau radioterapi sebagai proses pengobatannya, ada risiko kanker lain seperti Leukemia dan kanker paru-paru.

2. Limfoma Non-Hodgkin

Kenali 2 Jenis Kanker Kelenjar Getah, Lengkap dengan Ciri-Cirinya

Perbedaan Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non Hodgkin adalah bentuk kelainan sel kanker yang menyebar pada kelenjar getah bening.

Setelah dilakukan biopsy atau pemeriksaan sampel jaringan kelejar getah bening, pada penderita Limfoma Non Hodgkin tidak akan ditemukan sel Reed Strenberg.

Gejala yang dirasakan memang mirip, namun pada penderita Limfoma Non Hodgkin biasanya ada beberapa ciri-ciri lain seperti berikut.

  • Nyeri dada
  • Perut sakit atau membengkak
  • Gangguan pencernaan
  • Anemia

Dibandingkan Limfoma Hodgkin, angka kejadian kasus Limfoma Non Hodgkin cenderung lebih rendah. Angka harapan hidupnya juga lebih sedikit yaitu sekitar 72%. Biasanya penyakit ini lebih sering dialami oleh lansia di atas usia 60 tahun.

Penderita Limfoma Non Hodgkin dibagi menjadi dua. Pertama adalah yang berkembang lambat (indolent lymphomas) yang kondisinya harus dipantau rutin selama rentang waktu tertentu.

Sedangkan ada juga yang mengalami Limfoma Non Hodgkin yang agresif sehingga harus langsung menjalani pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi, terapi antibodi monoklonal, dan transplantasi sumsum tulang.

Penting untuk melakukan deteksi sel kanker sejak diniagar mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisinya bertambah buruk. Jika Parents atau keluarga mengalami ciri-ciri kanker kelenjar getah bening di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau spesialis terdekat.

Baca Juga:

Kenali gejala kanker kelenjar getah bening dan cara menanganinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner