Jangan Panggil Anakku “Pemalu”!

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Seorang Ibu, Chaunie Brusie, mencurahkan keberatannya ketika putrinya dipanggil si "Pemalu". Sebuah sebutan yang mungkin bisa merusak kepribadian putrinya.

“Apakah putri kecil yang pemalu itu adalah putrimu?”

Itulah komentar para ibu saat melihat putri kecilku yang bersembunyi bergelayutan dikakiku. Di detik yang sama pikiranku membayangkan kata-kata “pemalu” itu masuk ke dalam telinga anakku dan terus menghujam tertanam kuat dalam hatinya.

Segera aku eratkan peganganku padanya dan mengatakan “Oh, bukan. Dia tidak pemalu, hanya saja ia suka menghabiskan waktunya sendirian.”

Sepanjang hidup putriku, sudah berkali-kali aku mendengar ucapan sentimen yang mengatakan padaku, dan terutama putriku, bahwa ia terlahir dengan kepribadian yang negatif; pemalu.

Menyebut anak pemalu bisa jadi akan merusak kepribadiannya

Menyebut anak pemalu bisa jadi akan merusak kepribadiannya

Kalimat seperti,

“Duh, kapan si, putrimu mau keluar dari cangkangnya?”

“Kamu yakin dia siap masuk sekolah?”

Bahkan, guru TK yang sangat putriku sayangi, dan satu-satunya orang yang sudah aku beri penjelasan bahwa aku tidak masalah dengan kepribadian anakku; juga mengatakan,

“Wah, akhirnya putrimu mau keluar dari cangkangnya juga tahun ini. Dulu waktu pertama sekolah, mana mau ia bicara dengan yang lain. Tapi coba lihat ia sekarang, ia akan bicara pada semua orang di kelas.”

Ah..!





Usia Sekolah