Istri Indro Warkop tutup usia, ini 5 pelajaran cinta dari pernikahan pasangan ini

lead image

Pasangan ini layak jadi couple goals karena perjalanan pernikahan mereka memberikan 5 pelajaran berharga.

Dunia hiburan Indonesia tengah berduka. Istri Indro Warkop, Nita Octobijanthy tutup usia Selasa (8/10/2018) pukul 20.22 WIB.

Istri Indro Warkop ini memang sejak tahun 2017 sudah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang diidapnya. Sejak itu ia pun melakukan beberapa proses terapi guna melawan penyakitnya. Salah satunya tentu saja melakukan kemoterapi.

Mengetahui bahwa istri Indro Warkop mengalami sakit kritis hingga meninggal dunia, saya pun ikut berduka. 

Mengikuti pemberitaan, termasuk melihat foto-foto yang tersebar di fitur pencarian Instagram milik saya terkait dengan perkembangan pemberitaan saat almarhumah istri Indro Warkop, Nita Octobijanthy tengah dirawat, saya bisa melihat bahwa ada banyak cinta yang diberikan untuknya.

Terutama cinta dari sang suami, Indro Warkop, yang terlihat selalu mendampingi sang istri.

Pada 7 Oktober lalu, Indro Warkop, aktor sekaligus komedian senior ini mengunggah foto saat ia dan ketiga anaknya merayakan ulang tahun sang istri yang ke-59. Dalam akun instagram miliknya ia menuliskan ungkapan rasa cintanya.

Berikut kutipannya :

“Selamat ulang tahun istriku sayang, kekuatan hidupku. Semoga Allah SWT berikan yang terbaik untukmu dan kita semua. Aku cinta kamu seumur hidupku.”

 

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Selamat Ulang Tahun Istriku sayang, kekuatan hidupku. Semoga Allah SWT berikan yg terbaik untuk mu & kita semua. Aku cinta kamu seumur hidupku ❤ #kalahkankanker

A post shared by INDRO WARKOP (@indrowarkop_asli) on


Tak hanya itu, dalam Instagram miliknya tanggal 27 September lalu Indro Workop juga mengunggah sebuah foto saat dirinya menemani sang istri yang terbaring lemah di rumah sakit dengan keterangan foto yang membuat hati terenyuh.

“Hanya maut yang bisa pisahin aku sama kamu, Thy. Yuk berjuang terus!”

 

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Hanya maut yang bisa pisahin aku sama kamu, Thy ❤ Yuk berjuang terus! 💪 #kalahkankanker

A post shared by INDRO WARKOP (@indrowarkop_asli) on

Setidaknya buat saya pasangan Indro Warkop dan Nita Octobijanthy layak menjadi couple goals karena perjalanan pernikahan mereka memberikan beberapa pelajaran berharga.

Sama-sama berjuang hingga maut memisahkan

Tak hanya rezeki, usia, jodoh, dan maut memang menjadi rahasia Tuhan, pemilik alam semesta. Rupanya, doa yang diungkapkan Indro Warkop telah didengar dan dikabulkan.

Pasangan yang menikah tahun 1981 ini telah membuktikan bahwa cinta mereka bisa dijaga terus menerus hingga maut yang memisahkan keduanya.

Bahkan sebelum meninggal dunia, istri Indro Warkop ini sempat menyampaikan keinginannya agar dirinya bisa satu liang lahat bersama suami tercintanya itu.

Saling menjaga dan menguatkan satu sama lain

Masih ingat beberapa tahun lalu Indro Warkop sempat mendapatkan perawatan intensif lantaran dirinya mengalami riwayat penyakit jantung?

Indro Warkop diketahui mengalami gangguan jantung sejak 2005. Dan ketika itu sang istri selalu berada di sampingnya. Hal ini pun dilakukan oleh Indro Warkop yang salalu berada di samping sang istri. Termasuk selalu menemani saat melakukan kemoterapi.

Kepada awak media, beberapa waktu lalu Indro sempat mengatakan, bahwa selama ini sang istrilah yang selalu menguatkan dirinya. Termasuk menguatkan untuk terus berkarier di dunia hiburan tanah air.

“Saya juga sakit jantung, tetapi dia yang menguatkan saya. Tetapi kini Nita juga tengah berjuang.”

Pentingnya mengekspresikan rasa sayang dan cinta pada pasangan

Tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian pasangan suami istri yang telah melewati usia pernikahan yang cukup lama sering kali melupakan betapa pentingnya mengekspresikan rasa sayang satu sama lain. Sekadar bilang sayang atau kata-kata seperti ‘I love you’.

Hal inilah salah satu pelajaran penting yang bisa diambil lewat pasangan Indro dan Nita. Sebagai suami, Indro tidak pernah lupa mengekspresikan rasa cintanya pada sang istri.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Medical University of Vienna mengungkapkan bahwa ungkapan rasa cinta yang diberikan seseorang bisa berdampak baik bagi kesehatan.

Hal ini dikarenakan hormon oksitosin atau dikenal sebagai ‘hormon cinta’. Hormon ini telah dikaitkan dengan ikatan sosial dan memberi efek menenangkan.

Menjadikan pasangan sebagai sahabat

Saya percaya bahwa salah satu komponen penting untuk menjaga keutuhan pernikahan adalah menjadikan pasangan hidup sebagai sahabat. Ada kalanya suami atau istri perlu berperan sebagai sahabat.

Hal ini bisa membuat komunikasi bisa berjalan dengan lancar dan baik karena keduanya bisa saling terbuka untuk membicarakan segala hal. Tentunya termasuk ketika sedang ada masalah. Dengan begitu, masalah pun bisa diselesaikan dengan baik.

Prinsip ini pulalah yang dipengang oleh Indro Warkop sang istri. Kepada Kompas.com, Pandjie mengungkapkan kesannya, “Orangnya baik banget sih terus senang bercanda, bercandanya rada mirip lagi sama Pakde Indro, jadi nyambung kesan saya sih gitu ya, Bude mah asyik orangnya,” ujar Pandji.

Memegang teguh komitmen pernikahan

Salah satu pelajaran penting yang saya garis bawahi dari pasangan yang telah dikaruniai 3 orang anak ini adalah keduanya memegang teguh komitmen pernikahan. Jika banyak pernikahan pesohor Indonesia yang dibumbui oleh gossip miring, hal ini tidak berlaku bagi keduanya.

Saya ingat dalam sebuah sesi wawancara, Anna Surti Ariani selaku psikolog pernikahan pernah mengungkapkan bahwa setelah menikah, suami istri memang harus bisa menjaga komitmen. Hal inilah yang bisa mencegah risiko terjadi perselingkuhan. 

Sementara dikutip dari Liputan6, Indro Warkop mengatakan bahwa menjaga keutuhan rumah tangga dengan istrinya tentu membutuhkan banyak komitmen. Salah satu yang pernah diungkap Indro adalah dirinya memiliki janji laki untuk ditepati.

“Ketika aku kecil, aku diajari bapakku, ini ‘janji laki’. Ketika aku akad nikah, ijab kabul, aku ‘janji laki’. Aku akan menemani dia suka dan duka, konsistensi itu, konsekuensi itu. Itu saja,” tuturnya.

 

Baca juga:

Merokok atau Tidak, Waspadai 8 Gejala Awal Kanker Paru-paru ini