Periode emas atau golden period bayi menjadi salah satu masa yang paling penting. Oleh karenanya, Parents harus mengetahui berbagai faktor untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangannya sehat, termasuk mengetahui tabel berat badan bayi 0-24 bulan menurut para ahli kesehatan.
Untuk Anda yang saat ini sedang memiliki bayi berusia 0-24 bulan, berikut tabel kenaikan berat badan yang wajib Anda ketahui dan simpan.
Ini Tabel Berat Badan Bayi 0-24 Bulan
Merujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), inilah tabel berat badan bayi 0-24 bulan sesuai dengan jenis kelaminnya.
Tabel Berat Badan Bayi Perempuan 0-24 Bulan
|
|
Usia (Bulan)
|
Berat Rata-Rata (kg)
|
|
0 (Bayi Baru Lahir)
|
2.5–4.4
|
|
1 Month
|
3.4–5.4
|
|
2 Bulan
|
4.4–6.5
|
|
3 Bulan
|
5.4–7.4
|
|
4 Bulan
|
5.8–7.9
|
|
5 Bulan
|
6.2–8.4
|
|
6 Bulan
|
6.5–8.8
|
|
7 Bulan
|
6.8–9.0
|
|
8 Bulan
|
7.0–9.2
|
|
9 Bulan
|
7.2–9.4
|
|
10 Bulan
|
7.4–9.6
|
|
11 Bulan
|
7.6–9.8
|
|
12 Bulan
|
8.0–10.8
|
|
13 Bulan
|
8.2–11.0
|
|
14 Bulan
|
8.4–11.2
|
|
15 Bulan
|
8.6–11.4
|
|
16 Bulan
|
8.8–11.6
|
|
17 Bulan
|
9.0–11.8
|
|
18 Bulan
|
9.0–11.8
|
|
19 Bulan
|
9.2–12.0
|
|
20 Bulan
|
9.4–12.2
|
|
21 Bulan
|
9.6–12.4
|
|
22 Bulan
|
9.8–12.6
|
|
23 Bulan
|
10.0–12.8
|
|
24 Bulan
|
10.0–13.0
|
Tabel Berat Badan Bayi Laki-Laki 0-24 Bulan
|
|
Usia (Bulan)
|
Berat Rata-Rata (kg)
|
|
0 (Bayi Baru Lahir)
|
2.6–4.6
|
|
1 Month
|
3.5–5.6
|
|
2 Bulan
|
4.5–6.6
|
|
3 Bulan
|
5.6–7.6
|
|
4 Bulan
|
6–8
|
|
5 Bulan
|
6.5–8.5
|
|
6 Bulan
|
7–9.2
|
|
7 Bulan
|
7.5–9.6
|
|
8 Bulan
|
7.8–9.8
|
|
9 Bulan
|
8–10.5
|
|
10 Bulan
|
8.2–10.8
|
|
11 Bulan
|
8.4–11.2
|
|
12 Bulan
|
8.5–11.5
|
|
13 Bulan
|
8.7–11.8
|
|
14 Bulan
|
8.9–12
|
|
15 Bulan
|
9–12.2
|
|
16 Bulan
|
9.2–12.4
|
|
17 Bulan
|
9.5–12.6
|
|
18 Bulan
|
10–12.5
|
|
19 Bulan
|
10.2–12.8
|
|
20 Bulan
|
10.5–13
|
|
21 Bulan
|
10.7–13.2
|
|
22 Bulan
|
10.8–13.4
|
|
23 Bulan
|
11–13.6
|
|
24 Bulan
|
11–13.8
|
Grafik pertumbuhan adalah alat yang dapat digunakan oleh orang tua dan tenaga kesehatan profesional untuk melacak pertumbuhan bayi dari waktu ke waktu. Grafik ini berisi kurva persentil yang menunjukkan distribusi pengukuran, seperti tinggi dan berat badan, pada anak-anak dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Memahami grafik pertumbuhan dapat membantu Anda memantau pertumbuhan bayi Anda.
Ketika dokter mengukur berat badan, hasilnya berupa persentil, yang menunjukkan persentase anak-anak yang lebih kecil dari anak Anda. Misalnya, jika Anda mendapatkan persentil ke-80 untuk berat badan, ini berarti bayi Anda lebih berat daripada 80% anak seusianya, sementara 20% anak lainnya jauh lebih berat daripada bayi Anda.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu Anda perlu perhatikan:
- Persentil ke-50: Persentil ke-50 mewakili pengukuran rata-rata atau median. Berada di atas atau di bawah persentil ini bukan berarti bayi Anda bermasalah, tetapi hanya menunjukkan posisi bayi Anda dibandingkan dengan teman-temannya yang seusia.
- Fokus pada pola pertumbuhan, bukan pengukuran tunggal: Penting untuk dicatat bahwa pola pertumbuhan lebih penting daripada pengukuran tunggal. Bayi yang tinggi dan beratnya berada di persentil ke-15, kemungkinan besar pertumbuhannya normal. Perpotongan dua atau lebih garis persentil utama secara tiba-tiba di kedua arah memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis profesional.
- Grafik pertumbuhan didasarkan pada data statistik, bukan faktor individu saja, melainkan didasarkan pada rata-rata statistik dari populasi besar. Bayi prematur dapat mengikuti pola pertumbuhan yang berbeda dari bayi cukup bulan; oleh karena itu, grafik pertumbuhan perlu didiskusikan dengan tenaga kesehatan profesional.
Mengapa Berat Badan Bayi Laki-Laki dan Perempuan Berbeda?
Anak laki-laki dan perempuan memiliki tabel berat badan yang berbeda karena anak laki-laki cenderung sedikit lebih berat dan lebih tinggi, dan pola pertumbuhan mereka sedikit berbeda.
Perbedaan antara jumlah anak laki-laki dan perempuan yang lahir telah ditafsirkan sebagai respons seleksi alam terhadap prospek bertahan hidup yang berbeda.
Apa yang Memengaruhi Berat Badan Bayi?
Ada beberapa faktor yang memengaruhi berat badan bayi yang sehat, di antaranya:
- Faktor genetik: Misalnya, ukuran tubuh masing-masing orang tua kandung.
- Durasi kehamilan: Bayi yang lahir sebelum hari perkiraan lahir sering kali lebih kecil, sementara bayi yang lahir melewati hari perkiraan lahir mungkin lebih besar dari rata-rata.
- Nutrisi selama kehamilan: Pola makan sehat selama kehamilan membantu bayi Anda tumbuh di dalam rahim dan setelahnya.
- Kebiasaan gaya hidup selama kehamilan: Merokok, minum alkohol, atau mengonsumsi obat-obatan terlarang dapat memengaruhi berat lahir bayi Anda.
- Jenis kelamin bayi Anda: Perbedaannya kecil saat lahir, tetapi anak laki-laki cenderung lebih besar dan anak perempuan lebih kecil.
- Kondisi kesehatan ibu kandung selama kehamilan: Kondisi seperti diabetes, diabetes gestasional, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas dapat memengaruhi berat badan bayi Anda.
- Jumlah bayi dalam kandungan pada satu waktu: Bayi tunggal, kembar, kembar tiga, atau lebih dapat memengaruhi berat badan bayi Anda, tergantung pada seberapa banyak ruang yang mereka miliki untuk berbagi.
- Urutan kelahiran: Bayi sulung bisa lebih kecil dari saudara kandungnya.
- Kesehatan bayi Anda: Ini termasuk masalah medis seperti cacat lahir dan paparan infeksi selama kehamilan.
Ciri-Ciri Berat Badan Bayi Sehat
Ciri-ciri berat badan bayi sehat dan menyusui dengan baik adalah mengalami kenaikan stabil. Namun, wajar jika bayi mengalami penurunan berat badan dalam beberapa hari pertama setelah lahir.
Biasanya, berat badan bayi Anda akan naik paling cepat dalam 6 bulan pertama. Laju pertumbuhannya akan melambat secara bertahap seiring ia beranjak balita dan lebih aktif.
Bayi Anda akan ditimbang selama 2 minggu pertama untuk memastikan berat badannya kembali seperti berat lahir. Kebanyakan bayi mencapai berat lahirnya, atau bahkan lebih tinggi, pada usia 3 minggu.
Setelah dua minggu pertama kehidupannya, bayi Anda sebaiknya ditimbang:
- tidak lebih dari sebulan sekali hingga usia 6 bulan
- tidak lebih dari 2 bulan sekali pada usia 6 hingga 12 bulan
- tidak lebih dari 3 bulan sekali pada usia di atas 1 tahun
Cara Memastikan Berat Badan Bayi Sehat
Untuk Parents, begini tips memastikan kenaikan berat badan bayi Anda sehat:
- Perhatikan kenaikan berat badan Anda selama kehamilan. Pantau berat badan Anda dengan tenaga kesehatan prenatal profesional. Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes selama kehamilan, yang disebut diabetes gestasional. Diabetes gestasional dapat meningkatkan berat badan lahir bayi Anda dan membuat bayi Anda berisiko mengalami gula darah rendah, yang juga disebut hipoglikemia, setelah lahir.
- Penelitian menunjukkan bahwa berat badan lahir yang lebih tinggi meningkatkan risiko obesitas pada anak.
- Berikan ASI eksklusif jika memungkinkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui menurunkan risiko obesitas pada anak.
- Batasi minuman manis. Bayi tidak membutuhkan jus. Saat Anda mulai memberikan makanan padat kepada bayi Anda, tawarkan buah dan sayuran utuh sebagai gantinya.
- Pastikan bayi Anda cukup tidur. Tidur yang cukup dapat membantu anak Anda memiliki berat badan yang sehat.
- Gunakan cara lain selain menyusui untuk menenangkan bayi Anda. Jangan selalu menggunakan ASI atau susu formula untuk menenangkan tangisan bayi Anda. Terkadang posisi baru, tempat yang lebih tenang, empeng, atau sentuhan lembut sudah cukup bagi bayi Anda.
- Batasi penggunaan media. Akademi Pediatri Amerika menganjurkan untuk tidak membiarkan anak-anak di bawah usia 2 tahun menggunakan media. Semakin banyak waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar, semakin besar risiko mereka mengalami kelebihan berat badan.
Kapan Harus ke Dokter?
Ada kondisi Failure to Thrive (FTT) atau gagal berkembang yang bisa terjadi pada bayi, yakni ketika:
- Berat badan bayi baru lahir Anda tidak kembali seperti semula dalam 10 hingga 14 hari setelah lahir.
- Bayi Anda hingga usia 3 bulan mengalami kenaikan berat badan kurang dari 30 gram per hari.
- Bayi Anda antara usia 3 dan 6 bulan mengalami kenaikan berat badan kurang dari 0,67 ons per hari.
- Anak Anda, berapa pun usianya, telah tumbuh dengan stabil dan tiba-tiba berhenti tumbuh.
Meskipun Anda harus selalu mendiskusikan kenaikan berat badan yang lambat dengan dokter anak Anda, kondisi ini tidak terlalu menjadi masalah ketika:
- Bayi baru lahir Anda bangun sendiri dan ingin menyusu 8 hingga 12 kali sehari.
- Bayi Anda tumbuh dengan kecepatan yang stabil.
- Bayi Anda memiliki jumlah popok basah dan kotor yang hampir sama dengan bayi lainnya.
Perkembangan setiap bayi berbeda. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap kenaikan berat badannya, selalu konsultasikan dengan dokter Anda.
Semoga bermanfaat, Parents.
Baca Juga:
Target Kenaikan Berat Badan Bayi yang Bagus, Ini Kata Dokter!
Jadwal Imunisasi Bayi Usia 0-24 Bulan Sesuai Arahan Terbaru IDAI
Ini Infografik Tahap Perkembangan Anak Usia 0 Sampai 2 Tahun
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.