Bayi Sering Cegukan? Pahami penyebab dan cara mencegahnya ini

Bayi Sering Cegukan? Pahami penyebab dan cara mencegahnya ini

Bayi sering cegukan? Sebelum melakukan hal-hal aneh untuk menghentikan cegukannya, simak dulu ulasan mengapa bayi bisa cegukan ini.

Penyebab bayi sering cegukan

Bayi sering cegukan sebenarnya adalah hal yang wajar saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Bagi orang dewasa cegukan memang mengganggu, tetapi tidak begitu bagi bayi,” kata dokter anak Dr Lynnette Mazur, seorang profesor pediatri di Amerika Serikat, kepada Baby Center.

Cegukan itu sendiri adalah kontraksi yang kuat atau kejang pada diafragma yang disebabkan oleh iritasi atau stimulasi otot.

Semua orang, tua dan muda, dapat mengalami cegukan, bahkan bayi yang masih di dalam kandungan.

Tidak ada cara yang terbukti secara ilmiah dapat menghentikan cegukan. Seperti mengejutkan bayi Anda, menarik lidahnya, atau memberikan obat-obatan tradisional.

Biarkan saja, dan cegukan pada bayi akan hilang dengan sendirinya. Namun, ada beberapa hal yang bisa Parents lakukan untuk mencegahnya.

1. Jangan memberi makan terlalu banyak

Overfeeding adalah penyebab umum dari cegukan. Jika perut mengalami distensi terlalu cepat atau menjadi terlalu penuh, ini dapat memicu otot diafragma menjadi kejang,” kata Dr. William Sears kepada Parenting.

Untuk ibu menyusui, buatlah bayi sendawa ditengah menyusui, biasanya bisa dilakukan saat berganti payudara.

2. Pastikan bayi tidak menelan terlalu banyak udara saat menyusu

Menelan terlalu banyak udara saat menyusu juga dapat menyebabkan bayi sering cegukan. Dr Sears menyarankan ibu menyusui memperbaiki teknik latch-on atau pelekatan mereka.

“Pastikan bibir bayi Anda terbuka lebar dan menutupi seluruh bagian areola Anda, bukan hanya puting,” katanya. Tanda bahwa bayi Anda mungkin menelan terlalu banyak udara atau makan terlalu cepat adalah jika Anda mendengar suara tegukan yang terlalu cepat.

Bayi yang minum susu botol bisa menelan terlalu banyak udara juga jika botol mereka tidak diposisikan dengan benar. botol bayi Anda harus miring pada sudut 45 derajat sehingga udara naik ke bagian bawah botol, kata Dr Sears.

3. Jangan memberi makan bayi dengan posisi berbaring

Untuk mencegah udara menetap di perut bayi Anda, Dr. Sears menyarankan mendudukkan bayi di pangkuan Anda selama menyusui pada sudut 30- sampai 45- derajat.

Setelah itu, biarkan ia duduk tegak (dengan menyender pada tubuh orangtua) setidaknya selama dua puluh menit.

Hal ini akan menyebabkan udara apapun untuk naik ke atas perutnya dan akan membuatnya mudah untuk bersendawa.

Dalam beberapa kasus, cegukan bayi disebabkan oleh gastroesophageal reflux (GER), kondisi sementara di mana bayi memuntahkan apa yang ada di perutnya, menyebabkan rasa sakit dan cegukan.

“Petunjuk lain bahwa bayi Anda menderita refluks adalah sering bangun malam dengan menangis, perilaku umum ‘kolik‘, sakit perut setelah makan dan muntah-muntah,” kata Dr Sears. Jika Anda menduga hal ini terjadi pada bayi Anda, konsultasilah dengan dokter.

Baca juga:

Puting Lecet Saat Menyusui? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya

10 Hal Yang Perlu Bunda Ketahui Sebelum Menyusui

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner