Ini alasan bayi baru lahir pintar mencari puting payudara ibu

lead image

Menyusui merupakan momen spesial antara ibu dan anak. Tapi bagaimana bayi bisa begitu cepat bergerak ke arah payudara setelah lahir?

Bayi baru saja lahir tentu memiliki keterbatasan dalam bergerak. Namun, sesaat setelah dilahirkan, ketika ia diletakan di atas dada sang ibu untuk proses inisiasi menyusui dini (IMD), hebatnya mereka bisa dengan sendirinya ‘menemukan’ puting payudara ibunya. Bagaimana proses IMD bayi?

Pengalaman ini memang sangat menakjubkan bukan? Tentang bagaimana bayi bisa melakukan proses inisiasi menyusui dini?

Kemudian, pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin bayi baru lahir bisa memiliki insting sehingga mampu bergerak ke arah payudara untuk menemukan menikmati ASI untuk pertama kalinya?

Ketika IMD bayi, saat ia diletakkan atas perut atau dada sang ibu, bayi ini akan bisa bergerak mencari puting sang ibu. Kemudian proses IMD bayi pun bisa dimulai, ia pun akan mencoba untuk meletakkan mulutnya pada payudara dan mulai menyusu!

Hebatnya, IMD bayi ini bisa dilakukan dalam beberapa menit setelah lahir!

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/IMD.jpg Ini alasan bayi baru lahir pintar mencari puting payudara ibu

Sebenarnya, seorang bayi bisa mencari dan mengisap payudara ibunya merupakan refleks utama dalam menyusui.

Namun alasan hal ini terjadi masih belum dapat dibuktikan secara pasti, hingga 4 ilmuwan Italia terus mempelajari untuk mengetahui sebabnya dengan pasti. Sekelompok ilmuwan Italia yang telah meninjau 41 bayi yang dilahirkan secara normal oleh ibunya.

Penelitian dilakukan di di Policlinico Abano Terme, Italia pada tanggal 1 Januari 2015 dan 28 Februari 2015.

Tujuan dari penelitian ini tentunya untuk mengetahui penyebab bayi mampu mencari puting ibu sehingga inisiasi menyusui dini bisa sukses dilakukan. Mereka mempelajari berbagai aspek menyusui pada ibu dan bayi termasuk metode laboratorium, berat badan bayi, suhu puting pada ibu, suhu bayi dan jenis kelamin bayi.

Hasil penelitian tentang proses IMD bayi

Dalam studi ini menemukan: dua hari pertama setelah lahir, perbedaan suhu antara bibir bayi dan puting ibu sangat signifikan. Ini membuktikan bahwa bayi bergerak ke arah puting untuk mencari suhu yang panas.

Penelitian tersebut mengungkapkan suhu puting susu ibu rata-rata lebih tinggi 0,2 derajat Celsius dibanding dengan suhu kulit sekitar payudaranya. Suhu yang lebih tinggi pada puting ibu bisa mempermudah bayi baru lahir merasakan perbedaan suhu, dan ‘mendeteksi’ mana tempat yang lebih panas layaknya perangkat heat detector canggih.

Selain itu, kita juga tahu bahwa bayi tertarik ke payudara salah satunya dikarenakan aroma susu. Tetapi penelitian ini memiliki alasan khusus dan menjelaskan mengapa bayi merangkak ke arah payudara.

Namun, para ilmuwan telah sepakat tentang kendala dalam penelitian ini. Penelitian ini tidak membandingkan kelompok bayi lain sehingga bisa melemahkan studi. Selanjutnya, faktor-faktor seperti kondisi psikologis ibu juga tidak diperhitungkan karena dapat memengaruhi hasil penelitian.

IMD bayi: Apa yang bisa dipelajari orangtua?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/imd1.jpg Ini alasan bayi baru lahir pintar mencari puting payudara ibu

Meskipun metode penelitian ini masih dianggap lemah, namun tidak berarti bahwa penelitian ini tidak relevan. Studi ini menunjukkan bahwa sebelum bayi baru lahir membuka mata mereka, mereka sudah bisa merangkak ke payudara ibu.

Seleksi menyusui terserah kepada orang tua, tetapi penelitian telah menunjukkan keuntungan dari menyusui. Dua poin yang jelas dalam penelitian ini dan perlu diketahui adalah, pertama, bayi baru lahir mencari puting karena perbedaan suhu dan ‘bau ibu’.

Kedua, biarkan bayi melakukan skin to skin contact dengan Bunda sehingga membuat mereka mampu menyedot susu dengan lebih cepat.

Hal ini juga kian dipertegas dengan adanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar tim dokter rumah sakit dan anggota keluarga memberikan waktu pribadi untuk ibu dan bayi baru lahir mulai membentuk ikatan ibu-anak. Sehingga momen ini pun menjadi sangat penting untuk ibu dan anak.

Sementara, Global Health Media Project (GHMP) menyarankan ibu baru untuk mendekap di dada dan menyusui bayi baru lahir selama satu jam setelah kelahiran. Artinya dalam kurun waktu ini, maka ibu dan bayi akan memiliki waktu untuk membangun bonding time pada pertama kalinya. 

Jadi, untuk para calon ibu, ini adalah salah satu motivasi baru untuk Anda untuk tidak melewatkan proses IMD (inisiasi menyusui dini), dan jangan lupa melakukan kotak fisik dari kulit ke kulit di awal sesaat Anda melahirkan.

Semoga bermanfaat!

 

Artikel disadur dari Nadia Ghafar, theAsianparent Malaysia

 

Baca juga :

10 Refleks bayi baru lahir yang perlu diketahui oleh orangtua

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.