Inilah 6 cara membangun ikatan emosional orang tua dan anak

lead image

Agar tumbuh kembang si kecil optimal, bukan hanya kecerdasan otak dan fisiknya yang perlu diasah, tapi juga kecerdasan emosional anak. Hal ini bisa dilakukan salah satunya dengan membangun ikatan emosional orang tua dan anak.

Setiap orang tua ingin anak-anak mereka hanya mengalami yang terbaik dari segalanya. Tapi tentu saja, mereka juga akan mengalami masa sulit. Mereka akan membutuhkan cinta dan dukungan orang tua sebagai tulang punggung bagi ikatan emosional orang tua dan anak agar mampu menghadapi masa-masa sulit. Tetapi untuk berbagi masalah dan emosi mereka dengan Anda, mereka perlu merasa sangat nyaman hingga tercipta ikatan emosional orang tua dan anak.

Seiring berjalannya waktu, ikatan emosional orang tua dan anak akan berkembang melalui berbagai momen. Berikut adalah 6 cara untuk membangun ikatan emosional orang tua dan anak :

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/reading sesaon.jpeg Inilah 6 cara membangun ikatan emosional orang tua dan anak

Membacakan buku cerita

1.Sesi membaca bersama anak

Penelitian telah menunjukkan jika orang tua terlibat dalam sesi membaca dengan anak setiap hari, dapat membantu perkembangan bahasa dan pengembangan kemampuan membaca mereka. Ini juga membantu orang tua menciptakan momen ikatan yang intim dengan anak. Mereka akan belajar meniru cara mengekspresikan perasaan bersama dengan kosakata yang mereka pelajari.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/playing bycicle.png Inilah 6 cara membangun ikatan emosional orang tua dan anak

Ayah mengajari main sepeda

2. Ajarkan keterampilan

Orang tua adalah guru dan teman pertama si kecil. Bantu mereka mempelajari beberapa pelajaran atau keterampilan hidup yang baik yang akan berguna nantinya di masa depan mereka. Habiskan waktu berkualitas setiap akhir pekan dengan mengajari mereka bermain atau melukis. Atau bahkan memperbaiki sepeda motor si kecil. Bisa juga sebulan sekali membawa anak-anak keluar untuk memancing atau trekking. Ini adalah cara yang bagus untuk tidak hanya membantu mereka belajar bagaimana menjadi mandiri tetapi juga untuk terhubung dengan mereka pada tingkat yang lebih dalam.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/singing.jpeg Inilah 6 cara membangun ikatan emosional orang tua dan anak

singing with dad

3. Lakukan aktivitas yang menyenangkan

Habiskan waktu luang dengan melakukan beberapa kegiatan yang menyenangkan dengan anak-anak. Misalnya saja bermain peran, bernyanyi bersama, dan menari. Anak-anak sangat imajinatif dan suka bermain di dunia khayalan mereka. Dengan terlibat dalam kegiatan menyenangkan bersama anak-anak tentu anak akan menganggap orang tuanya sebagai teman mereka. Jika mereka membiarkan Anda ke dunia imajiner mereka dan bermain antusias dengan Anda, ini berarti bahwa mereka mulai merasa nyaman secara emosional dengan Anda.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/kiss.jpeg Inilah 6 cara membangun ikatan emosional orang tua dan anak

ciuman untuk anak

4. Peluk dan cium

Sulit bagi seorang anak untuk memahami perasaan mereka sendiri. Bahkan berjuang untuk mengekspresikan dan menghubungkan perasaan mereka dengan apa yang menyebabkan perasaan itu ada. Ajarkan mereka untuk menyayangi dan mengekspresikan emosi dengan menunjukkan kepada anak bagaimana melakukannya. Mislanya saja dengan pelukan dan ciuman, berpelukan dengan anak akan membantu membuka diri secara emosional. Ajukan pertanyaan kepada mereka untuk memahami bagaimana perasaan mereka dan membantu mereka mengenali penyebabnya.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/share with dad.jpeg Inilah 6 cara membangun ikatan emosional orang tua dan anak

Sharing bersama ayah

5. Dengarkan cerita anak

Ya, dengarkan saja apa yang diceritakan anak. Dengarkan dengan baik untuk memahami perasaan mereka dan bukan hanya karena Anda harus mengatakan sesuatu sebagai balasannya. Ketika anak Anda merasa bahwa kata-kata mereka dipahami, mereka merasa terdorong untuk membuka dan membagikan perasaan mereka. Cobalah untuk memahami dari perspektif mereka dan perbaiki jika diperlukan, tetapi dengan cara yang sopan.

6. Do It Yourself

Ini merupakan latihan sederhana dari setiap kegiatan seni atau kerajinan dengan anak. Kegiatan ini telah terbukti sangat efektif dalam membantu anak untuk terbuka secara emosional. Seni, dalam bentuk apa pun, dikenal sebagai mode ekspresi yang memungkinkan kita untuk ekspresif dan menggambarkan emosi kita dengan kreativitas. Teknik ini sangat penting untuk anak-anak muda yang belum mengembangkan kosakata untuk mengekspresikan perasaan mereka menggunakan kata-kata.

 

Sumber : Tiny Step

 

Baca juga : 

"Maafkan aku, Bunda…" ungkapan terakhir anak 5 tahun yang alami kanker hati

 

Ini keinginan anak-anak yang membuatnya bahagia

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.