3 Alasan Mengapa Jadi Ibu yang Menyebalkan itu Baik untuk Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ibu yang menyebalkan adalah memang tak selalu turuti keinginan anak sehingga sesekali ia akan kesal dengan Anda. Padahal, sikap ini bermanfaat juga lho.

Sikap perfeksionist, disiplin, dan serba teratur yang dimiliki oleh seorang ibu ternyata tak baik dampaknya untuk anak. Karena, yang lebih dibutuhkan oleh anak untuk perkembangan psikologisnya adalah justru ibu yang menyebalkan di mata anak, yaitu mereka yang bisa membuat kesalahan-kesalahan manusiawi dan membuat anaknya punya perasaan kesal sebagai pembelajaran.

Berikut ini adalah manfaat jadi ibu yang menyebalkan di mata anak:

1. Mengajarkan tanggung jawab

Misalnya, ibu yang menyebalkan ini akan berbagi tugas rumah tangga dengan anak sebagai bagian dari latihan soal tanggung jawab. Ibu jenis ini mungkin akan sering berargumentasi dengan anaknya karena banyak hal, namun itu juga berarti melatih nalar logis anak dalam menerima instruksi.

Barangkali anak memang akan kesal dengan ibu yang memberikan tugas rumah tangga, disaat ia ingin bermain. Namun, melatih anak untuk menerima konsekuensi dari tanggung jawab yang dimilikinya, akan lebih bermanfaat daripada bersikap permisif dengan segala sesuatu.

2. Mengajarkan anak belajar dari kegagalannya

Ada kalanya sebagai seorang ibu, Anda melihat bahwa usaha yang dilakukan anak sudah salah sejak langkah pertamanya. Namun, Anda harus menahan diri untuk mengoreksinya.

Membiarkan anak untuk gagal dan bekerja keras dengan usahanya sendiri akan mendewasakan mentalnya.

Biarkan anak merasakan bagaimana kegagalan tersebut terjadi tanpa perlu campur tangan ibu maupun pihak lainnya. Ajari anak untuk menganggap kegagalan sebagai bagian dari proses yang harus dilalui, bukan sebuah bencana yang jadi akhir untuk segalanya.

Ibu jenis ini tak akan berkata, 'tuh kan, apa mama bilang...' Tapi menekankan problem solving sebagai acuan dalam instrospeksi diri anak.

3. Melatih konsekuensi

Seorang ibu yang menyebalkan di mata anaknya, tidak banyak memberi bantuan pada anak dan memberi batasan-batasan tertentu. Misalnya, sang ibu tak mungkin mengantarkan barang anak yang ketinggalan di rumah ke sekolah.

Artikel Terkait: Stop Mengantarkan Barang Anak yang Ketinggalan di Rumah ke Sekolah, Ini Alasannya

Selain itu, ibu jenis ini juga akan membatasi penggunaan gadget serta jam main anak hingga anak merasa bahwa ibunya memang menyebalkan. Namun, di sinilah letak pengajaran yang akan dikenang anak nantinya.

Barangkali orangtua lain akan melihat masa-masa di mana ibu yang menyebalkan ini akan berdebat dengan anaknya. Namun, sebenarnya hal itu adalah bagian dari proses negosiasi dengan anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak berikut dengan rasionalisasinya.

Ibu ini juga akan mendengar argumentasi anaknya tentang segala sesuatu, bukan membiarkan anaknya menjadi anak penurut yang sekedar menjalankan instruksi dari orangtua.

Menjadi ibu yang menyebalkan bukan berarti jadi orang yang suka mengatur segalanya. Justru, jenis ibu macam ini adalah mereka yang membuat kesepatakatan yang sama-sama menguntungkan.

Jadi, ibu yang menyebalkan bukanlah ibu yang menguasai hidup anaknya, namun mengarahkan sang anak agar bisa bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas segala yang terjadi dalam hidupnya.

Jadi ibu yang menyebalkan mungkin akan diangap sebagai ibu yang tega membatasi dan membuat anak kecewa. Namun, sikap inilah yang akan membuat anak jadi belajar bagaimana mengungkapkan rasa kecewa yang baik dan bernegosiasi agar keinginannya terwujud.

 

Referensi: Fokus on the family, wiki how, Family life

Baca juga:

10 Alasan Bahwa Ibu-ibu yang Berantakan Adalah Sahabat Terbaik Semua Orang

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting