Sering marahi si kecil karena hal sepele, waspadai dampaknya untuk psikologis anak

lead image

Jangan sering memarahi si kecil Bun, ini dampaknya untuk tumbuh kembang anak

Di masa tumbuh kembangnya, ada saja ya Bun tingkah polah si kecil yang memantik emosi. Misalnya saat anak menumpahkan makanan atau tidak mengembalikan mainan ke tempatnya.

“Kadang ini menjadi pertengkaran dengan suamiku. Dan anakku yang selalu menjadi sasaran. Aku suka marah enggak jelas kadang sampai anakku histeris,” ujar Ani, seorang ibu yang kerap menyesal setelah marah pada anaknya.

Sering marahi si kecil karena hal sepele, waspadai dampaknya untuk psikologis anak

Padahal, sering memarahi anak membawa dampak yang buruk Bun untuk psikologis si kecil kelak.

Dampak memarahi anak #1 : Anak tumbuh menjadi sosok yang tidak percaya diri

Sering dimarahi orangtua akan menbuat anak selalu merasa bersalah bahkan takut untuk melakukan kesalahan, sehingga kepercayaan diri anak terkikis.

Akibatnya, anak memilih untuk selalu berada di zona nyaman yang membuatnya terbebas dari amarah orangtua. Bahkan, tak menutup kemungkinan anak jadi enggan melakukan apapun.

Dampak memarahi anak #2 : Menghasilkan anak yang egois dan keras kepala

Setelah memarahi anak, mungkin Parents akan merasa sedikit lega karena amarah dalam hati berkurang. Namun, tahukah Parents bahwa hal ini akan berdampak buruk pada psikologis si kecil. Sering mendapat amarah karena hal sepele akan membuat anak tumbuh egois dan keras kepala.

Hal ini dilakukan anak sebagai bentuk perlindungan diri dan menutupi kebencian serta tersakiti akibat amarah orangtua. Jika kondisi ini terus berlanjut, ia menjadi pribadi yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan sulit menerima kritik orang lain.

Dampak memarahi anak #3 : Tumbuh jadi pemberontak

Awalnya anak mungkin akan menurut karena takut dengan amarah orangtua, namun tahukah Parents bahwa hal ini biasanya tak akan bertahan lama.

Perlahan, anak akan membela diri sendiri dan selanjutnya berani berbicara kasar dan menentang orangtua. Apapun yang dilakukan orangtua tak akan dirasa benar di benak anak karena anak lelah dimarahi, diatur terus menerus oleh orangtua.

Selain itu, sering dimarahi akan membuat anak merasa tak lagi berharga sehingga membuat anak berani membangkang keinginan orangtua.

Dampak memarahi anak #4 : Anak akan tumbuh menjadi apatis

Dalam beberapa kasus, tak sedikit anak yang sering dimarahi orangtua tumbuh menjadi pribadi yang apatis. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang kurang peduli dengan lingkungan sekitar dan hanya peduli terhadap kepentingannya sendiri.

Untuk itu, penting untuk Bunda menahan diri saat timbul keinginan memarahi dan membentak anak. Hati anak ibarat semen basah, dimana kata-kata yang Anda lontarkan akan membekas hingga ia dewasa.

Referensi : Ibuhamil.com, dosenpsikologis.com

Baca juga : 

5 Ciri pola asuh orang otoriter, apakah Parents salah satunya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

theresia