Ibu ini Sembuh Setelah Alami 3 Kali Serangan Stroke Saat Hamil

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Julie tak pernah menyangka bahwa ia akan mengalami stroke saat hamil. Ia alami ini sejak hamil anak kedua sampai keempat. Bagaimana kisahnya?

Pengorbanan seorang ibu daam menghadirkan anak-anaknya ke dunia seringkali harus mempertaruhkan nyawa. Seorang ibu bernama Julie Foster mengalami stroke saat hamil anak ketiganya, Oliver di tahun 2013.

Saat ia hamil anak keempatnya di tahun 2015, ia kembali mengalami stroke. Diagnosa dokter menyatakan bahwa apa yang terjadi padanya kini juga terjadi pada saat ia hamil anak kedua, Grace.

Ia mengeluhkan sakit kepala sebelah dan mengira bahwa yang ia derita hanya migrain biasa. Namun hasil CT Scan mengatakan hal yang berbeda. Terjadi kerusakan pada otaknya yang disebabkan oleh stroke saat hamil anak keduanya.

"Pada Maret 2013, aku mendapatkan serangan stroke yang pertama. Saat itu aku sedang menonton televisi. Kemudian, aku menendang kakiku sendiri, namun aku tak merasakan apa-apa saat itu. Makanya, aku merasa ada yang tidak beres. Aku menelepon ambulan yang membawaku ke Sunderland Royal," kisahnya.

Ia menambahkan bahwa saat itu ia sudah mengalami buta pada satu mata dan migrain hebat. Dia juga pernah mengalami hal itu saat hamil Grace dulu, sehingga dokter menyatakan bahwa itu adalah tanda stroke.

Pada seraengan stroke ketiga, Julie dan suaminya mengalami ujian yang berat. Saat itu ia tak bisa menggerakkan tangan kanan, kehilangan pendengaran, ingatan, suara dan gerakan, sehingga harus dijaga oleh siminya, Steven.

Padahal, saat mengalami itu semua, usia kehamilannya baru menginjak 5 bulan. Saat itu dokter menyatakan bahwa kehamilannya berisiko, namun ia tetap ingin melanjutkan kehamilannya.

Berkat obat dan terapi selama bertahun-tahun, Julie bisa hidup normal lagi sampai sekarang. Bahkan, ia mendapatkan penghargaan dari Asosiasi Stroke di morth East, Sundarland.

"Aku menganggap bahwa diriku ini hanya beruntung saja. Karena ada banyak ayng lebih buruk dari aku kondisinya. Aku tak pantas menerima hadiah ini, namun di sisi lain, aku juga tersanjung dengan ini semua."

julie

Kini, Julie aktif menjadi relawan asosiasi stroke dan berniat akan menolong orang lain, terutama jika kondisi yang dialami mirip dengan situasinya dulu.

Risiko yang mengintai ibu saat hamil

Dengan pengobatan modern, stroke saat hamil dapat ditangani. Namun, ibu hamil tetap harus waspada dengan adanya komplikasi.

Berikut kemungkinan terburuk dari stroke saat hamil:

1. Keguguran

Sekitar 20% kehamilan akan berahir dengan keguguran, sedangkan 80% kasus keguguran terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan. Tanda pertama dari keguguran adalah berdarah dan flek. Segera kontak dokter Anda jika tanda ini terjadi pada saat Anda hamil.

2. Bayi lahir prematur

12$ bayi mengalami kelahiran prematur. Biasanya, bayi prematur hamil sebelum minggu ke 37. Kelahiran prematur akan berdampak pada kesehatan bayi setelah persalinan sehingga ia harus dirawat sedemikian rupa agar dapat bertahan hidup.

3. Preclamsia

5% perempuan hamil mengalami preclamsia yang menyebabkan tingginya tekanan darah, kerusakan ginjal, dapat menimbulkan komplikasi pada hal yang lainnya. Hal ini biasnaya terjadi pada trimester terakhir kehamilan.

4. Diabetes Gestasional

Kondisi ini terjadi saat kadar gula dalam tubuh ibu hamil menurun drastis. Kondisi ini bisa diperbaiki oleh dokter. Saat alami kondisi ini, pengawasan intensif dari dokter sangat diperlukan.

5. Oligohydramnios

Sekitar 4% wanita yang hamil pada trimester pertama mengalami kekurangan air ketuban yang meolindungi bayi. Kekurangan cairan ini disebut dengan oligohydramnios.

6. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana janin dibuahi implan telur di luar rahim. Satu dari 50 perempuan mengalami kehamilan ektopik.

Karena sebagian besar kehamilan ektopik terjadi pada tuba falopi, mereka sering disebut "tuba" kehamilan

7. Stroke

Stroke saat hamil menimpa 100.000 wanita hamil, terutama jika usianya terbilang masih sangat muda. Selama masa kehamilan, seorang ibu bisa saja mengalami kelumpuhan, jika tidak tertangani, kelumpuhan itu masih akan berlangsung setelah melahirkan.

Setiap wanita mengetahui bahwa saat hamil, ia menanggung banyak risiko demi buah hatinya. Namun, cinta seorang ibu kepada anaknya akan mengalahkan ketakutannya tentang rasa sakit dan risiko yang mungkin terjadi padanya.

 

Referensi: Sunderland Echo, Baby Center, The Asian Parent Singapura.

 

Baca juga:

Waspadai Rubella (Campak Jerman) Pada Ibu Hamil dan Anak-anak

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Hamil Kisah Mengharukan