Ayah ini mengikat anaknya di lantai sebagai hukuman akibat membully, efektifkah?

lead image

Seorang ayah hukum anak laki-lakinya dengan mengikat badan sang anak dengan dasi, karena menendang adiknya. Efektifkah metode didikan ini menurut Anda?

Terkadang, hukuman untuk anak ketika ia berbuat salah memang perlu dilakukan orangtua untuk tegas mendidik mereka. Namun, cara ayah ini hukum anak laki-lakinya mungkin kurang patut ditiru bagi sebagian orang.

Sebuah video yang viral di Singapura menunjukkan, seorang ayah yang memberi hukuman pada anak laki-lakinya dengan sangat ‘disiplin’, setelah mengintimidasi adik laki-lakinya. Namun, metode ini ternyata menuai kontroversi.

Ayah hukum anak dengan cara mengikat badannya menggunakan tali

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/hukum anak 2.jpg Ayah ini mengikat anaknya di lantai sebagai hukuman akibat membully, efektifkah?

Dalam video tersebut, terlihat seorang ayah yang sedang berkumpul dengan anak-anaknya di ruang keluarga. Ayah tersebut terlihat sedang meluapkan emosinya dengan anak-anaknya, seorang gadis dan dua anak laki-laki.

Seorang anak laki-laki terlihat tengah terikat dengan sabuk hitam, dan berbaring telungkup di lantai. Sementara, seorang anak perempuan dan anak laki-laki lainnya hanya terduduk di sofa, menatap dengan mata lebar ke arah ayah mereka.

“Inilah metode pengajaran saya. Mulailah dengan mengenali siapa yang salah,” ungkap sang ayah.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/hukum anak 3.jpg Ayah ini mengikat anaknya di lantai sebagai hukuman akibat membully, efektifkah?

Beberapa menit menonton video tersebut, kita akan mengetahui bahwa anak lelaki yang lebih tua, yang tengah menjalani hukuman dengan ikatan tali di tubuhnya itu ternyata telah menendang adik lelakinya.

Awalnya, sang adik laki-laki itu sedang berjongkok di lantai. Kemudian sang kakak laki-laki menendangnya. Sang adik pun tidak bergerak dan mencoba melarikan diri saat dia diganggu.

Sang ayah memberi tahu bocah kecil yang sedang dihukum itu bahwa ia seharusnya tidak melakukan hal seperti itu. Sang ayah kemudian berkata pada sang adik yang ditendang kakaknya, “Ini orang yang sudah menendangmu, sudah terikat di lantai. Sekarang pilih, apa kamu akan balas menendangnya atau menyelamatkannya? Mana yang kamu pilih?”

Pria itu lalu meminta putrinya untuk pergi dan membawakannya tali sabuk. Dia kemudian hukum anak dengan mengikatkan sabuk itu pada anak laki-laki yang lebih tua, lalu mendorongnya ke sofa.

“Dia adalah adikmu, tetapi kamu menendangnya seperti anjing. Apakah kamu mau ditendang seperti anjing? Jika kamu saudaranya, bagaimana kamu melindungi adik laki-lakimu?” ungkap sang ayah pada anak lelaki itu.

Pada satu titik, sang ayah bertanya pada sang adik, “Jika seseorang menendangmu, apa yang akan kamu  lakukan?”. Anak laki-laki itu menjawab, “Saya akan menghindarinya.”

Sang ayah kemudian bertanya lagi, “Bagaimana jika Anda tidak bisa menghindar?” Lalu anak laki-laki menjawab, “Beritahu guru.”

“Dan bagaimana jika guru tidak ada?” tanya sang ayah berikutnya.

Akhirnya, dalam video tersebut terlihat sang anak laki-laki yang lebih muda melepaskan ikatan kakaknya. Video pun berakhir dengan kedua kakak adik yang saling berpelukan dan berbaikan dengan damai.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/hukum anak 4.jpg Ayah ini mengikat anaknya di lantai sebagai hukuman akibat membully, efektifkah?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/hukum anak 5.jpg Ayah ini mengikat anaknya di lantai sebagai hukuman akibat membully, efektifkah?

Artikel terkait: Apakah Perbedaan Menghukum Anak dengan Mendisiplinkan Anak?

Apakah metode tersebut efektif?

Menjadi orangtua memang tidak mudah. Kita bisa melihat betapa ‘kerasnya’ ayah ini pada anak-anaknya. Bagi sebagian orang, mungkin hal ini tidak selalu baik.

Video ini banyak menyedot perhatian netizen. Para netizen yang mengomentari video itu sebagian ada yang memuji metode disiplin sang ayah, tetapi beberapa juga ada yang tidak setuju.

“Dia seharusnya tidak mengikat anak itu dan membuatnya terbaring di lantai. Hal itu membuat trauma sang anak. Ini merupakan aksi balas dendam. Seharusnya tidak memberi sang adik pilihan untuk menendang kakaknya. Ada sesuatu yang salah tentang ajarannya meskipun dia berusaha membuktikan suatu hal,” tulis seorang netizen.

“Hormatilah ayah ini. Dia melakukan cara yang benar untuk mengajar anak-anaknya sendiri. Bagaimana jika anak Anda sendiri menendang anak-anak lain? Atau bagaimana jika anak Anda sendiri ditendang oleh anak-anak lain?”

“Mengajarkan anak terkadang memang harus tegas dan kasar. Jika Anda tidak mengajarinya dengan baik, masyarakat akan menghukumnya dengan cara yang lebih buruk di masa depan. Tidak semua orang akan setuju dengan metode pengasuhannya, tetapi hanya ayah ini yang mengetahui latar belakang anak-anaknya dan metode yang benar untuk diterapkan. Kami tidak bisa menilai berdasarkan dari video ini saja,”.

“Ini akan membingungkan anak-anak. Bukan cara mendidik yang benar,”.

 

Bagaimana menurut Anda, Parents? Apakah metode disiplin ayah ini benar? Apakah ini efektif? Apakah itu mengajarkan pelajaran yang tepat untuk anak?

Tonton videonya di bawah ini dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar!

 

 

Dilansir dari artikel Nalika Unantenne di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

[Video] Bocah ini dipaksa mandi oli bekas sebagai hukuman, ternyata ini penyebabnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.