Hubungan Seks Setelah Melahirkan Terasa Sakit, Inilah Cara Mengatasinya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Hubungan seks setelah melahirkan masih menyakitkan untuk beberapa ibu, meski kelahiran si kecil telah beberapa bulan yang lalu. Lima hal inilah alasannya.

Banyak ahli kesehatan yang setuju jika hubungan seks setelah melahirkan bisa dilakukan setidaknya 1 bulan setelah si kecil lahir.

Tapi tak bisa dipungkiri masih banyak ibu yang takut melakukan hubungan seks setelah melahirkan karena khawatir merasa sakit.

Sebuah riset menyebutkan 41% wanita kembali berhubungan seks 6 minggu setelah melahirkan, sementara 78% lainnya setelah 12 minggu, dan 94% memilih melakukannya setelah 6 bulan.

Rekomendasi yang disarankan memang antara 4-6 minggu setelah proses melahirkan normal. Tujuannya untuk menghindari resiko infeksi yang mungkin timbul.

Tapi meski setelah 8 bulan, serta gairah seks juga telah pulih, hubungan intim juga masih bisa menyakitkan. Apa saja penyebabnya? Ini dia 5 di antaranya serta solusi untuk mengatasinya.

5 Penyebab hubungan seks setelah melahirkan terasa sakit

  1. Sifat alami dari jahitan yang Bunda peroleh 

Bila Bunda melahirkan dengan normal, kemungkinan robekan terjadi secara alami, atau memang dokter sengaja melakukannya. Itu artinya Bunda akan mendapatkan beberapa jahitan pada perinium.

Terkadang, dengan pertimbangan meningkatkan kualitas kehidupan seksual pasiennya kelak, dokter memberikan “jahitan suami”. Sayangnya di sisi lain, jahitan ini malah bisa menimbulkan rasa sakit karena vagina Bunda justru menjadi lebih sempit.

Terlepas Bunda mendapat “jahitan suami” atau tidak, dan robekan perinium Bunda alami atau tidak; tetap saja robekan dan jahitan tersebut membuat luka pada perinium.

Wajar jika Bunda merasa sakit saat intercourse karena tubuh sebetulnya sedang berusaha menutup kembali bekas luka yang terjadi.

Jaringan parut yang terjadi juga bisa meningkatkan ketegangan otot-otot di sekitar vagina, akibatnya mudah sekali merasa sakit. Rasa sakit ini bisa dikurangi bila Bunda rileks.

Cara lain utnuk mengatasinya adalah menggosok atau melakukan pijatan perineal untuk membuat vagina lebih rileks.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Seks