Gula darah rendah pada bayi bisa berbahaya, kenali 9 faktor risikonya berikut ini!

lead image

Kurangnya kadar gula darah dalam tubuh bayi baru lahir sering terjadi, bila tidak segera ditangani, bisa sangat berbahaya. Kenali faktor risikonya berikut ini!

Hipoglikemia yaitu kondisi apabila kadar gula darah tubuh atau glukosa terlalu rendah. Tak hanya pada orang dewasa, hipoglikemia pada bayi pun dapat terjadi.

Kadar gula darah yang rendah dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Alhasil hal ini menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan dan menjadi kekhawatiran orangtua jika bayinya mengalami hipoglikemia.

Walau demikian, menurut penjelasan dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hipoglikemia sesaat pada awal kehidupan bayi baru lahir cukup bulan merupakan hal wajar. Hal ini akan normal dengan sendirinya, karena kadar glukosa darah meningkat secara spontan dalam 2-3 jam.

Artikel terkait : Parents, Waspadai Diabetes Pada Bayi Sejak Dalam Kandungan

Gula darah rendah pada bayi bisa berbahaya, kenali 9 faktor risikonya berikut ini!

Kadar gula darah tubuh yang rendah pada bayi baru lahir karena belum mendapat asupan ASI, terjadi respon ketogenik yaitu metabolisme dari asam lemak menjadi badan keton. Otak bayi akan memanfaatkan badan keton untuk menghemat glukosa bagi otak dan melindungi fungsi neurologis bayi.

Selain itu, bayi yang mendapat ASI cenderung memang memiliki kadar glukosa rendah, dibanding dengan bayi yang mendapat susu formula. Maka dari itu, banyak kasus di mana bayi diberikan susu formula karena kadar glukosa rendah, padahal sebenarnya mereka tidak membutuhkan susu formula.

Faktor risiko terjadinya hipoglikemia pada bayi

Sudah dijelaskan jika bayi baru lahir dapat saja mengalami hipoglikemia. Hal ini terlepas dari asupan yang ia dapat, baik itu ASI maupun susu formula.

Menurut IDAI, berikut inilah 3 kategori bayi yang berisiko hipoglikemia. Simak baik-baik ya, Bun.

  1. Pemakaian glukosa yang berlebihan, termasuk kondisi hiperinsulinemia.
  2. Produksi dan cadangan glukosa yang tidak memadai.
  3. Peningkatan pemakaian glukosa dan penurunan produksi.

9 Kondisi bayi yang berisiko tinggi terkena hipoglikemia 

hipoglikemia pada bayi

Selain itu, terdapat berbagai kondisi lain yang meningkatkan risiko hiploglikemia pada bayi. Inilah penjelasannya.

1. Bayi dari ibu yang menderita diabetes

Ibu dengan diabetes yang tidak terkontrol memiliki kadar glukosa darah tinggi, bisa melewati plasenta hingga merangsang pembentukan insulin pada bayi baru lahir.

Ketika lahir, kadar glukosa darah bayi tiba-tiba turun karena pasokan dari plasenta berhenti. Padahal kadar insulin masih tinggi, inilah yang membuat hipoglikemia pada bayi terjadi.

Artikel terkait: Apakah Penderita Diabetes Mellitus Dilarang Hamil?

2. Bayi besar untuk masa kehamilan (BMK)

Bayi BMK biasanya lahir dari ibu dengan toleransi glukosa yang abnormal. Itulah yang dapat memicu hipoglikemia terjadi.

3. Bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK)

Kekurangan gizi saat masih dalam kandungan membuat bayi tidak sempat memproduksi cadangan glikogen, dan kadang persediaan yang ada sudah terpakai. Bayi KMK memiliki kecepatan metabolisme lebih besar, sehingga menggunakan glukosa lebih banyak.

Meski terlihat bugar, tapi sering sekali bayi KMK mudah lapar dan memerlukan lebih banyak perhatian. Selain itu, ia juga perlu diberi ASI setiap 2 jam, dan terkadang hingga memerlukan pemberian suplementasi dan cairan intravena sambil menunggu ASI sang ibu cukup.

4. Bayi prematur

Gula darah rendah pada bayi bisa berbahaya, kenali 9 faktor risikonya berikut ini!

Deposit glukosa berupa glikogen biasanya baru terbentuk pada trimester ke 3 kehamilan. Maka, jika bayi lahir terlalu awal, persediaan glikogen terlalu sedikit dan akan lebih cepat habis terpakai.

5. Bayi postmatur

Fungsi plasenta pada bayi postmatur atau lebih bulan sudah mulai berkurang dan asupan glukosa dari plasenta juga berkurang, sehingga janin menggunakan cadangan glikogennya. Setelah bayi lahir, glikogen tinggal sedikit, akhirnya bayi rentan alami hipoglikemia.

6. Bayi yang terlambat diberi ASI

Bayi yang dipuasakan, termasuk telat melakukan IMD dapat berisiko mengalami hipoglikemia. Hal itu karena kadar glukosa darah tidak mencukupi.

7. Bayi stres selama kehamilan dan persalinan

Kondisi tersebut bisa terjadi misalnya jika ibu hamil mengalami hipertensi. Saat lahir, bayi memiliki kecepatan metabolisme yang tinggi dan memerlukan energi yang lebih besat daripada bayi lain.

Gula darah rendah pada bayi bisa berbahaya, kenali 9 faktor risikonya berikut ini!

8. Sakit

Bayi kembar identik yang terjadi twin to twin transfusion, hipotermia, distress pernapasan, abnormalitas endokrin, serta beberapa kondisi lainnya bisa berdampak pada hipoglikemia. Maka dari itu, cek kondisi bayi pada dokter.

9. Bayi lahir dari ibu yang memiliki masalah kesehatan.

Ibu yang menjalani pengobatan (terbutalin, propanolol, hipoglikemia oral), ibu perokok, ibu yang mendapat glukosa intravena saat persalinan, dapat meningkatkan risiko hipoglikemia pada bayinya. Maka dari itu, ibu hamil pun harus menjaga kesehatannya.

Itulah beberapa kondisi yang meningkatkan risiko hipoglikemia pada bayi baru lahir. Semoga bisa dihindari ya, Bun.

Referensi : IDAI dan International Breastfeeding Centre

Baca juga :

Mirip Tahnik; Gel Gula Untuk Bayi Prematur, Cegah Kerusakan Otak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.