Menderita Skoliosis Sejak Lahir, Seorang Gadis: "Tubuhku Tak Sempurna Tapi Aku Bersyukur"

Menderita Skoliosis Sejak Lahir, Seorang Gadis: "Tubuhku Tak Sempurna Tapi Aku Bersyukur"

Kisah hijabers Medan penderita skoliosis ini mencuri perhatian warganet. Ia pun tak segan membagikan pengalamannya berdamai dengan penyakit tersebut.

Bagaimana rasanya menjalani hidup dengan tulang belakang yang tidak sempurna? Adalah Avirisha Salwa, hijabers Medan penderita skoliosis yang belum lama ini menginspirasi anak muda dengan kisah hidupnya yang berjuang menghadapi penyakit tersebut.

Salwa, demikian ia biasa dipanggil, menceritakan pengalamannya berdamai dengan penyakit skoliosis melalui TikTok. Tak disangka, video yang ia unggah di kanal tersebut mengundang perhatian banyak orang. Ia pun tak segan menceritakan lebih jauh mengenai penyakit yang diderita. Seperti apa kisahnya?

Kisah Hidup Hijabers Medan Penderita Skoliosis: “Aku Begini Sejak Lahir”

hijabers medan penderita skoliosis

Sumber: Instagram

Avirisha Salwa, seorang remaja asal Medan baru-baru ini mencuri perhatian warganet dengan kisahnya yang amat menginspirasi. Melalui akun TikTok-nya @avirishasalwaa, dara muda berusia 16 tahun itu tak segan menceritakan pengalaman hidupnya bergelut dengan penyakit skoliosis. Ia bahkan tak malu mengakui, kondisi wajahnya menjadi tidak simetris akibat penyakit tersebut.

“Mata aku, muka aku nggak simetris. Skoliosis fighter, tinggi aku cuma 140 cm dan berat badan nggak sampai 40 kg. Jangan lupa bersyukur,” tulis Salwa via TikTok.

Salwa mengaku, ia mengidap penyakit skoliosis sejak lahir. Oleh sebab itu, alih-alih meratapi, remaja yang duduk di bangku SMA itu memilih untuk belajar berdamai dengan penyakitnya.

“Skoliosis itu penyakit tulang belakang miring ke kanan atau ke kiri, biasanya penyebabnya macam-macam, ada yang dari lahir, ada juga karena kecelakaan. Aku dari lahir memang sudah keadaannya kayak begini, aku skoliosis dan banyak kekurangan lainnya,” kata Salwa, Selasa (29/9), seperti dikutip dari Wolipop.com.

Sebagai informasi, skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang biasanya diderita oleh anak-anak ataupun remaja. Kondisi tersebut menyebabkan bagian tubuh tertentu seperti wajah atau mata akhirnya menjadi tak simetris. Penderita skoliosis biasanya juga cenderung memiliki berat badan yang amat kurus hingga membuat tulang belakangnya tampak menonjol.

Artikel Terkait: Hati-hati! Balita bisa alami skoliosis yang berisiko kematian

Kisah Hijabers Medan Penderita Skoliosis: “Sering Dituduh Pakai Filter”

hijabers medan penderita skoliosis

Ilustrasi penderita skoliosis (Sumber: Shutterstock)

Meski telah terbiasa dengan penyakitnya, bukan berarti segalanya menjadi lebih mudah bagi Salwa. Tak jarang, ia harus menghadapi pengalaman pahit akibat penyakitnya ini, mulai dari kesulitan mencari posisi tidur yang nyaman hingga dituduh memakai filter.

Untuk yang terakhir, hal itu terjadi khususnya setelah Salwa lebih rajin membuat konten lewat TikTok. Banyak warganet yang mengira ia sedang memakai filter atau kontak lensa mengingat kondisi tubuhnya yang tidak sempurna. Ia juga sering mendapat komentar negatif.

“Ada banyak komentar negatif yang aku dapat di media sosial, tapi aku juga berusaha buat nggak mendengarkan karena memang aku buat itu bukan buat orang lain tapi buat diri aku sendiri.

Lagipula nggak ada yang mau juga kayak begini. Jujur kadang agak sedih sama orang yang belum pernah ketemu bilang pakai kontak lensa atau filter. Aku nggak ada kerjaan banget kalau pakai kontak lensa atau filter,” kata Salwa.

Selain itu, Salwa juga sering susah bernapas akibat kondisi tulang belakangnya yang bengkok. Untungnya, setelah beberapa kali melakukan operasi, kesulitan ini semakin berkurang.

“Kesulitannya lebih kayak yang susah cari posisi tidur. Terus aku juga karena sudah operasi badannya agak kaku, kalau sebelum operasi mungkin kesulitannya susah buat bernapas aja,” lanjutnya.

Artikel Terkait: Kanker tulang rentan terjadi pada anak, waspadai gejala dan penyebanya

Ingin Bisa Menginspirasi Sesama Penderita Skoliosis

hijabers medan penderita skoliosis

Sumber: Shutterstock

Salwa mengatakan, awalnya ia hanya iseng membuat video lewat TikTok. Namun, setelah videonya viral, ia jadi bersemangat untuk terus menginspirasi sesama penderita skoliosis. Ia ingin membuktikan bahwa meskipun kondisi fisiknya tidak sempurna, tetapi ia tetap bisa menjalani hidup dengan gembira.

“Buat menginspirasi orang-orang yang mungkin keadaannya sama kayak aku. Tapi mereka takut buat menunjukkan diri mereka ke orang banyak. Biar buat inspirasi juga sama orang-orang supaya selalu bersyukur dengan keadaan yang dimiliki,” tukas Salwa.

“Sementara aku banyak kekurangan Insyaallah bisa terima apa yang sudah dikasih oleh Allah SWT. Yang keadaan fisik sempurna kadang banyak yang nggak bersyukur,” sambungnya.

Meski demikian, anak pertama dari tiga bersaudara itu tak menampik jika terkadang ia merasa terpuruk. Namun, ia akan segera bangkit lagi setiap kali mengingat orangtuanya dan mimpi-mimpinya.

“Kalau down sering banget. Cara biar bisa semangat lagi memotivasi diri sendiri aja, karena mau membahagiakan orangtua, mau membuktikan juga ke orang-orang yang nggak suka sama aku kalau aku bisa sukses nantinya,” pungkasnya.

Tak mudah menjalani hidup dengan penyakit seperti skoliosis. Namun, Salwa tak mau berlarut dalam kesedihan dan belajar berdamai. Yuk, kita kasih semangat untuk Salwa! Semoga kisah hijabers Medan penderita skoliosis di atas bisa menginspirasi kita semua.

Baca Juga:

5 Fakta Skoliosis Idiopatik yang Perlu Parents Tahu, Rentan Dialami si Kecil

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner