Catatan Seorang Suami: "Hidup Lebih Baik dengan Hanya Satu Istri"

Pernikahan yang sakral dan bahagia sebaiknya tidak diganggu oleh kehadiran orang ketiga.

Budaya kita meletakkan pernikahan sebagai sebuah intitusi yang sakral. Namun pada sebagian besar kepercayaan, pernikahan bisa dilakukan berulangkali untuk memiliki istri lebih dari satu, atau poligami.

Pertimbangannya, jika tak diijinkan poligami akan mengarah pada maksiat dan perselingkuhan, katanya.

Namun, suami yang satu ini tidak berpendapat demikian. Pada status Facebooknya, ia menjelaskan bahwa hidupnya lebih baik hanya dengan satu perempuan sepanjang hidupnya.

"Pria sering khawatir bahwa pernikahan akan membuat mereka bersama dengan 'hanya satu wanita' selama sisa hidup mereka. Ini tidak benar. Aku jatuh cinta dengan seorang pemanjat tebing usia 19 tahun, menikah dengan seorang penyayang binatang usia 20 tahun, memulai sebuah keluarga dengan seorang ibu 24 tahun, kemudian membangun peternakan dengan seorang ibu rumah tangga 25 tahun, dan hingga hari ini aku menikah dengan seorang wanita 27 tahun yang sangat bijaksana.

Jika pikiran Anda sehat, Anda tidak akan pernah bosan dengan 'hanya seorang wanita'. Harusnya Anda malah kebanjiran dengan begitu banyak versi indahnya sebagai seorang istri selama bertahun-tahun pernikahan. Jangan mengatakan tidak untuk pernikahan (monogami), setialah sampai hari Anda mati."

Jadi para suami, hargai dan cintailah setiap versi dari seorang perempuan yang menjadi istri Anda saat ini. Perempuan hebat yang menjadi pendamping dan ibu dari anak-anak Anda akan terus berkembang menjadi pribadi yang luar biasa, terutama jika Anda terus menyayanginya.

 

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/suamiku-selingkuh-ketika-aku-sedang-hamil/