Remehkan Hepatitis A pada Anak? Ini Risikonya!

Remehkan Hepatitis A pada Anak? Ini Risikonya!

Ketika mendengar penyakit “hepatitis”, mungkin yang terlintas di benak Parents adalah penyakit yang biasa diderita orang dewasa, dan tak ada sangkut pautnya dengan Si Kecil. Namun, tahukah Parents? Ada sekitar 1,4 juta kasus Hepatitis A setiap tahunnya di dunia (1).

Angka kematian dari penyakit ini pun terus meningkat sejak tahun 1990 hingga tahun 2005 (2). Pada akhir tahun 2019 lalu, Kota Depok bahkan menetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa) karena banyaknya kasus hepatitis A yang menyerang masyarakatnya. Bukan hanya dewasa saja, kasus Hepatitis A yang ditemukan berjumlah 262 kasus ini sebagian besar menginfeksi siswa usia sekolah menengah pertama dan masyarakat di sekitarnya (3). 

Apa risikonya jika Si Kecil terkena Hepatitis A? Parents tidak perlu panik, namun jangan juga meremehkan penyakit ini. Yuk, kenali Hepatitis A terlebih dahulu, agar dapat melindungi Si Kecil dari risiko terinfeksi. 

Semudah itukah Si Kecil terkena Hepatitis A? 

Agar Parents tidak salah mengerti, yuk, kita pahami terlebih dahulu bahwa Hepatitis A adalah infeksi pada organ hati yang bisa menyebabkan penyakit ringan sampai berat, yang disebabkan oleh virus Hepatitis A (4). Meskipun jarang terjadi,  penyakit hepatitis A juga dapat menyebabkan kematian (5).

Meskipun kita lebih sering mendengar penyakit organ hati diidap oleh orang dewasa, bukan berarti Si Kecil tidak bisa terkena, lho. Siapa saja bisa terinfeksi virus Hepatitis A, baik orang dewasa maupun anak-anak. Menurut CDC, Hepatitis A dapat menginfeksi anak-anak, terutama yang tinggal di area dengan sanitasi rendah (6).

Apa hubungannya sanitasi dengan Hepatitis A? Virus Hepatitis A umumnya menyebar secara fecal-oral, artinya, Si Kecil dapat tertular Hepatitis A ketika memegang benda, mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran orang yang telah terinfeksi virus ini (7).

Beberapa skenario penularan Hepatitis A pada anak-anak yang biasanya terjadi adalah jika Parents terinfeksi –atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi—lalu menyiapkan/memasak makanan untuk Si Kecil tanpa mencuci tangan, atau tidak mencuci bahan makanan/minuman yang telah terkontaminasi virus hepatitis A terlebih dahulu dengan baik (8). 

Nah, Parents, dari sini dapat disimpulkan bahwa memang semudah itu Si Kecil bisa terpapar dan terinfeksi virus Hepatitis A

Apa yang akan terjadi jika kita terkena virus Hepatitis A?

Infeksi Hepatitis A biasanya memang tidak menyebabkan penyakit hati jangka panjang (kronis) dan jarang berakibat fatal (9). Tapi, penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal hati, terutama pada lansia dan orang yang sudah menderita penyakit hati kronis sebelumnya.

Jangan remehkan juga pengaruh virus ini terhadap fungsi organ hati. Parents tentu tahu dong pentingnya fungsi hati untuk tubuh kita, di antaranya:

  • Menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.
  • Menguraikan karbohidrat, lemak, dan protein.
  • Menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Mengaktifkan berbagai enzim.
  • Membuang bilirubin (zat yang dapat membuat tubuh menjadi kuning), kolesterol, hormon, dan obat-obatan.
  • Membentuk protein seperti albumin dan faktor pembekuan darah.
  • Menyimpan karbohidrat (dalam bentuk glikogen), vitamin, dan mineral (11).

Lantas, bagaimana kita bisa tahu kalau Si Kecil terinfeksi virus Hepatitis A?

Sebenarnya ada beberapa gejala yang bisa menunjukkan seseorang telah terkena Hepatitis A, seperti:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Urin berwarna gelap
  • Diare
  • Kotoran berwarna tanah liat
  • Nyeri sendi
  • Penyakit kuning (kulit dan mata menguning) (12,13)

Sekitar 70% anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak menunjukkan gejala-gejala ini ketika mereka menderita hepatitis A (14,15). Selain itu, Si Kecil yang terinfeksi Hepatitis A tanpa terdeteksi gejalanya juga dapat menjadi sumber penularan virus ini kepada orang lain, apalagi virus hepatitis A mampu bertahan hidup di luar tubuh selama berbulan-bulan (16).

Gejala Penyakit Hepatitis A

Bisakah kita mencegah penularan Hepatitis A?

Bisa. Cara yang paling efektif untuk mengatasi penyakit Hepatitis A pada anak, yaitu:

  1. Memperbaiki sanitasi, yaitu penyediaan air bersih dan pembuangan limbah (dalam hal ini, tinja).
  2. Biasakan untuk mempraktekkan kebersihan dasar yang baik –termasuk mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, mengganti popok, dan sebelum menyiapkan atau makan makanan– untuk mencegah penyebaran virus hepatitis A.
  3. Vaksinasi, terutama saat akan bepergian ke daerah dengan risiko penularan yang tinggi jika berasal dari daerah/negara dengan tingkat endemisitas rendah dan sedang (17).

Pentingnya pemberian vaksin Hepatitis A pada anak terutama ditekankan oleh WHO (WORLD HEALTH ORGANIZATION) yang merekomendasikan masuknya vaksin Hepatitis A ke dalam program wajib imunisasi nasional bagi anak yang berusia 1 tahun ke atas, yang tinggal di daerah dengan perubahan endemisitas Hepatitis A tinggi ke sedang (18).

Vaksin hepatitis A biasanya diberikan dalam 2 kali suntikan dengan selang waktu 6 bulan. Kedua suntikan vaksin ini dibutuhkan, untuk dapat memberikan perlindungan jangka panjang (19) – Vaksin tak hanya untuk Si Kecil, tapi juga untuk Parents dan anggota keluarga lainnya. Kenapa vaksin penting bagi si Kecil, karena biasanya anak-anak kurang memperhatikan dan mempraktekkan kebersihan dasar yang baik. 

Setelah memahami apa itu virus hepatitis A, dampaknya bagi Si Kecil, dan pentingnya pencegahan infeksi hepatitis A untuk Si Kecil, untuk informasi lebih lanjut, sebaiknya Parents berkonsultasi dengan dokter anak.

 

 

Perhatian:

Pesan kesehatan ini disampaikan oleh GlaxoSmithKline Pharmaceuticals. Hanya sebagai informasi umum. Materi yang terkandung dalam artikel ini bukan merupakan saran medis. Konsultasikan langsung kepada dokter Anda untuk pertanyaan medis.

Reference:

1. World Health Organization (WHO). Immunizsation,
Vaccines and Biologicals. Hepatitis A. Available at: http:// (Last accessed January 2020).
2. World Health Organization (WHO). Weekly Epidemiological Record No. 28-29, 2012. Available at: who.int/wer/2012/wer8728_29/en/ (last accessed January 2020).

3. www.kemkes.go.id/article/view/19120500001/kasus-hepatitis-a-di-depok-terkendali-kemenkes-masih-melaksanakan-surveilans-ketat.html accessed 14 April 2020.

4. World Health Organization (WHO). Factsheet 328 – Hepatitis A. Available at www.who.int/mediacentre/factsheets/fs328/en/# (Last accessed January 2020)

5. www.cdc.gov/hepatitis/abc/index.htm

6. www.cdc.gov/hepatitis/abc/index.htm

7. www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm#overview

8. www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm#overview

9. www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a

10. www.aafp.org/afp/2012/1201/p1027.html

11. www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=anatomy-and-function-of-the-liver-90-P03069s

12. World Health Organization (WHO). Weekly Epidemiological Record No. 28-29, 2012. Available at: who.int/wer/2012/wer8728_29/en/ (last accessed January 2020).

13. NHS Choices. Hepatitis A. Available at: www.nhs.uk/Conditions/Hepatitis-A/PAges/Introduction.aspx (Last accessed January 2020)

14. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Epidemiology and Prevention of Vaccine—Preventable Diseases – The Pink Book: Course Textbook – 2015. Available at: www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/hepa.pdf (Last accessed January 2020)

15. World Health Organization (WHO). Weekly Epidemiological Record No. 28-29, 2012. Available at: who.int/wer/2012/wer8728_29/en/ (last accessed January 2020).

16. www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm#overview

17. World Health Organization (WHO). Factsheet 328 – Hepatitis A. Available at: www.who.int/mediacentre/factsheets/fs328/en/# (Last accessed January 2020)

18. World Health Organization (WHO). Media Centre Hepatitis Available at: www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a (last accessed April 2020).

19. www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm#overview

 

Remehkan Hepatitis A pada Anak? Ini Risikonya!

GSK Indonesia
Menara Standard Chartered 35th floor.
Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164. Jakarta 12930
Tel. (62-21) 2553 2350 Fax. (62-21) 2553 2360

NP-ID-HAV-ADVR-200001 AD: 04/20 ED: 04/22

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner