Dari Hari Jomblo Jadi Pesta Belanja Online, Ini Asal Muasal Single Day 11 November

Dari Hari Jomblo Jadi Pesta Belanja Online, Ini Asal Muasal Single Day 11 November

Tahukah Parents asal muasal mengapa 11 November diperingati sebagai Single Day? Mengapa dari perayaan hari lajang, 11.11 menjadi acara pesta belanja online seperti sekarang? Berikut adalah jawabannya.

Selain memiliki tanggal yang unik, 11 November atau 11.11 diperingati sebagai Hari Single Day di beberapa bagian dunia. Beberapa tahun belakangan ini, 11.11 juga dirayakan dengan diskon besar-besaran yang diadakan oleh berbagai platform e-commerce. Kira-kira mengapa hal ini bisa terjadi?

Di Indonesia sendiri sebanarnya hari Single Day tidak dirayakan besar-besaran, namun justru lebih terkenal dengan pesta belanja online di tanggal cantik. Tanggal ini bisa dimanfaatkan untuk Parents yang memang doyan belanja dan tentunya tak bisa menolak promo.

Berbagai brand banyak yang tak ketinggalan mengikuti pesta belanja online ini. Promo mulai dari potongan harga hingga bonus-bonus bertebaran di Internet. Tinggal pintar-pintar saja kita memilahnya.

Sebenarnya seperti apa sejarah diperingatinya 11 November sebagai Hari Single Day? Berikut adalah penjelasannya.

Artikel Terkait: Wajib Tahu! Ini Makna di Balik Hari Tanpa Bra alias No Bra Day

Mengapa 11 November Diperingati Sebagai Hari Single Day?

Dari Hari Jomblo Jadi Pesta Belanja Online, Ini Asal Muasal Single Day 11 November

Tanggal cantik 11.11 ini juga dikenal sebagai ‘Bare Stick Holiday’ di Cina, hal ini dikarenakan tampilannya hanya berupa angka satu yang menyerupai stick atau tongkat lurus. Di negara Tirai Bambu ini, angka tersebut populer sebagai julukan seorang pria yang tidak atau belum menikah.

Pada awalnya, Single Day adalah perayaan ‘anti-Valentine’ yang digagas pemuda-pemuda lajang di Cina pada tahun 90-an.

Mengutip dari The Spinoff, perayaan hari lajang pada tanggal 11 November tersebut dimulai oleh sekelompok mahasiswa di Universitas Nanjing yang merasa hidup sebagai lajang sangat monoton. Kala itu di Cina diberlakukan kebijakan satu keluarga hanya boleh memiliki satu orang anak saja, sehingga terjadi ketidakseimbangan gender.

Dari Hari Jomblo Jadi Pesta Belanja Online, Ini Asal Muasal Single Day 11 November

Para bujangan tersebut merayakan hari lajang dengan makan enak dan membeli hadiah untuk diri mereka sendiri. Aksi perayaan tersebut kemudian menyebar menjadi sebuah budaya populer di Cina. Lewat campur tangan internet dan media sosial, perayaan Single Day ini pun dapat dikenal luas ke seluruh dunia.

Tak hanya merayakannya dengan belanja, para muda-mudi Tiongkok pun mengadakan pesta bujangan di berbagai penjuru kota dan juga mengadakan kencan buta. Seperti yang dimuat di Suara, pesta kencan buta tersebut bertujuan agar para lajang bisa segera mendapat jodoh.

Banyak universitas yang dengan sengaja menyelenggarakan acara kencan buta khusus dan mengumpulkan banyak lajang. Puncaknya pada tahun 2011, atau 11.11.11, ada 4.000 pasangan yang menikah pada tanggal tersebut di Beijing.

Menarik juga sejarah di balik Single Day ini, ya?

Artikel Terkait: 11 Nama Bayi Bulan November untuk Si Kecil, Disertai Maknanya yang Indah

Dari Hari Jomblo Jadi Pesta Belanja Online

Dari Hari Jomblo Jadi Pesta Belanja Online, Ini Asal Muasal Single Day 11 November

Tradisi hari jomblo atau hari lajang ini pun diadopsi oleh e-commerce terbesar Cina, Alibaba pada tahun 2009. Jack Ma, sang pendiri Alibaba menetapkan tanggal 11 November ini menjadi pesta belanja online, dimana semua orang, tidak hanya yang lajang, dapat memanjakan diri dengan berbelanja barang yang mereka sukai.

Strategi pemusatan promosi belanja pada momen-momen tertentu ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Di Amerika Serikat sendiri ada tradisi diskon besar-besaran bernama Black Friday yang serupa.

Hasilnya sukses besar. Pada tahun 2013, penjualan di situs Alibaba pada Single Day mencapai US$ 5,8 miliar hingga US$ 17,8 miliar pada tahun 2016.

Tak hanya Alibaba, kini beragam e-commerce ikut merayakan Single Day ini sebagai hari belanja online. DI tahun 2017 JD.com mencetak rekor penjualan senilai US$ 19,1 miliar di tahun 2017 dan Lazada meraih US$ 123 Juta.

Indonesia juga turut serta merayakan Single Day ini setiap tahunnya. Menurut sebuah studi, volume penelusuran online untuk kata kunci ’11.11’ di Indonesia meningkat tajam dalam dua tahun terakhir. Situs E-Commerce yang meraih volume penelusuran tertinggi di tahun 2018 adalah Shopee dan diikuti oleh Lazada di peringkat kedua.

Berburu diskon saat belanja online memang menyenangkan. Tapi akan jauh lebih baik kalau Parents memang membeli barang yang diperlukan. Jika perlu, buatlah daftar barang yang dibutuhkan sebelum mulai berbelanja sejak jauh-jauh hari.

Nah, setelah mengetahui tentang fakta dari Hari Single Day 11 November, sudah siapkah Parents untuk berburu mengejar promo? Yuk, manfaatkan momen ini untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan biasanya.

Baca Juga:

Mudah! Ini 2 Cara Klaim Token Listrik Gratis dari PLN Bulan November 2020

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner