Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Seperti Ini Sejarah Hari Guru Sedunia

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Seperti Ini Sejarah Hari Guru Sedunia

Dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa, seperti apa sejarah Hari Guru Sedunia?

Parents, tahukah Anda bahwa hari ini diperingati sebagai Hari Guru Sedunia? Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75, setiap tanggal 5 Oktober para guru juga memperingat hari besarnya.

Seperti apa hari ini dipandang di seluruh dunia?

Sejarah Hari Guru Sedunia

Sejarah Hari Guru Sedunia

Tak berlebihan rasanya jika guru dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa. Bayangkan, guru rela mendidik muridnya tanpa lelah demi mempersiapkan generasi penerus bangsa menggapai masa depan. Ilmu pengetahuan ibarat harta karun berharga yang diberikan guru pada murid setiap harinya.

Bukan hanya mentransfer ilmu, guru juga tak keberatan membagikan pengalaman yang berharga. Rentetan nilai budaya dan moral serta agama turut diselipkan guru agar kelak memotivasi muridnya menghadapi kehidupan.

Faktanya, Hari Guru Sedunia sudah dijadikan peringatan sejak 1994 silam. Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) serta Education International, Hari Guru Sedunia diperingati sebagai refleksi dalam merepresentasikan bentuk kepedulian, pemahaman, dan apresiasi atas peran vital para guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya.

Dengan kata lain, Hari Guru merupakan bentuk penghargaan bagi guru yang telah mendukung keberlangsungan generasi muda menyongsong masa depan. Sebagai informasi, Hari Guru Sedunia berbeda dengan Hari Guru Nasional.

Di Indonesia sendiri, Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November. Bukan tanpa alasan, tanggal ini bertepatan dengan lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia. Kendati begitu, inti perayaan sama yakni memberikan dukungan kepada seluruh guru yang ada di dunia tanpa terkecuali.

PGRI sendiri merupakan organsasi yang berdiri sejak 1945. Namun, baru pada 1994, pemerintah melalui Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sekaligus menjadi Hari Guru Nasional. Penetapan tersebut juga ditegaskan kembali melalui UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Artikel terkait: Ulang Tahun Google, Intip Sejarah dan Fakta Menarik dari Kedua Pendirinya Berikut Ini!

Sejarah Hari Guru Sedunia

Selain itu, hari ini wujud pemberitahuan bahwa guru adalah profesi penting untuk setiap generasi. Saat ini, ada lebih dari 100 negara yang merayakan Hari Guru dan merayakannya setiap tahun. Bahkan, setiap negara juga memiliki tanggal berbeda untuk memperingati Hari Guru Nasional nya.

Sebut saja Amerika Serikat yang merayakan Hari Guru Nasional pada minggu pertama bulan Mei setiap tahun. Ada lagi Argentina yang merayakannya setiap 11 September. Sementara itu, Hari Guru Hong Kong diperingati setiap tanggal 10 September dan Korea Selatan merayakannya pada 15 Mei.

Dalam peringatannya, setiap negara memiliki cara unik dan lain daripada yang lain. Misalnya menyelenggarakan festival, memberikan hadiah, membacakan puisi, menggambar, dan masih banyak lagi.

Untuk tahun ini, tema “Teachers: Leading in crisis, reimagining the future”  diangkat. Melalui tema ini, masyarakat dunia diajak untuk merayakan profesi guru dan memerhatikan guru lebih menyeluruh.

Adaptasi Guru di Tengah Pandemi COVID-19

Sejarah Hari Guru Sedunia

Krisis kesehatan yang tengah berlangsung saat ini memaksa semua pihak untuk beradaptasi di segala sektor, tak terkecuali pendidikan. Indonesia sedang menghadapi musuh tak kasat mata, namun pendidikan tidak boleh terhenti begitu saja.

Demi pendidikan tetap berjalan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menerapkan pembelajaran jarak jauh agar pelajar tetap dapat meraih pendidikan. Bahkan, ada wacana kegiatan belajar mengajar berbasis teknologi akan diterapkan secara permanen setelah pandemi usai.

“Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” tutur Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR beberapa waktu lalu.

Artikel terkait: Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober 2020, Yuk Pakai Batik!

Hal ini kedengarannya menggembirakan, belajar dengan memanfaatkan teknologi akan membuat waktu belajar lebih fleksibel. Namun, nyatanya hal ini memunculkan tantangan tersendiri bagi guru, orangtua, dan pelajar itu sendiri.

Salah satunya tantangan dalam mempersiapkan materi pelajaran, persiapan tugas dan ujiam, juga evaluasi diri agar sistem belajar lebih efektif. Guru ditantang untuk menyajikan materi yang tepat agar sesi belajar tidak membosankan.

Dari segi orangtua, tantangan terbesar datang saat orangtua harus mampu membagi waktu antara urusan domestik dan mendampingi anaknya belajar jarak jauh. Tantangan kian terasa bagi Parents yang bekerja dan memiliki anak yang duduk di tingkat PAUD hingga Sekolah Dasar (SD). Orangtua harus pandai menjelaskan kepada anak bahwa saat ini mereka tidak libur sekolah, hanya kegiatan belajar untuk sementara dilakukan dari rumah.

Bukan hanya itu, banyak pelajar juga mengeluhkan tugas sekolah yang diberikan jauh lebih banyak dibanding pembelajaran secara tatap muka. Sistem belajar daring juga kerap menimbulkan misinformasi antara guru dan murid karena keterbatasan komunikasi.

Terlepas dari beragam tantangan yang ada, adalah hal yang bijak bagi kita mengucapkan terima kasih tak terbatas pada jasa guru. Selamat Hari Guru Sedunia!

Baca juga:

5 Fakta Menarik Sejarah Hari Pramuka dan Maknanya Bagi Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner