10 Hal yang Hanya bisa dipahami oleh Orang yang Punya Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ada hal-hal yang hanya bisa dipahami oleh orang yang punya anak. Bahkan, orang tua akan rela melakukan pengorbanan yang tak ia bayangkan sebelumnya.

Hidup seseorang setelah pernikahan memang berubah, apalagi jika sudah punya anak. Seperti apa perubahan yang akan dialami oleh orang tua yang punya anak? Mengapa banyak hal yang terjadi hanya bisa dipahami oleh orang yang punya anak?

1. Nempelnya Lebih dari Perangko

Orang tua adalah orang pertama yang dilihat oleh anak dan orang terakhir jelang tidur yang anak lihat. Tidak hanya itu, apapun keadaannya, ia akan lengket dengan kita ke manapnn.

Para orang tua pasti tahu kan bagaimana rasanya ditunggui anak di depan pintu kamar mandi saat pup? Soal ini, benar-benar hanya bisa dipahami oleh orang yang punya anak.

2. Standar kebersihan anak beda

Anak bisa makan sambil pup. Bahkan, anak-anak yang sagat aktif bisa lari-lari ke sana kemari tanpa memikirkan pampersnya yang sudah penuh dengan air kencing dan pup.

Jangan kaget kalau mereka dengan senang hati memakan ingusnya sendiri, maupun memainkan kotorannya sendiri. Soal menghadapi anak yang sering main dengan kotorannya sendiri ini benar-benar hanya bisa dipahami oleh orang yang punya anak.

3. Mereka adalah pencetak tenaga kerja yang handal

Baju mereka baru diganti, tapi sudah kena kotoran bekas lepehan lagi. 5 menit lalu rumah sudah bersih, namun berantakan lagi.

Anak-anak adalah pencetak tenaga kerja yang handal, karena selalu ada saja pekerjaan dari anak-anak yang harus diselesaikan oleh kita.

4. Anak kecil tidak bisa berbohong

Bertolak belakang dengan orang dewasa, anak-anak susah untuk berbohong. Kadang kejujuran mereka yang polos memang mempermalukan kita.

Misalnya saat di pusat perbelanjaan, ia bisa saja menunjuk seseorang den berkata keras-keras, "Mama, kok tantenya itu gendut sih?" Duh, nak!

5. Merawat anak itu mahal

Hitung saja, sebelum kehamilan, saat kehamilan, saat melahirkan, setelah melahirkan, dan saat ia mulai dewasa. Kebutuhannya akan terus bertambah.

Belum lagi, saat anak sakit, mulai rutin cek ke dokter gigi, biaya sekolah, mainan, dan segalanya. Seringkali uang yang dihabiskan orang tua untuk anaknya adalah untuk kebutuhan-kebutuhan tak terduga.

6. Anak adalah seorang designer interior handal

Sedalam apapun pertimbangan kita dalam hal tata letak ruangan, anak selalu punya pertimbangannya sendiri dalam menata rumah.

Tak heran, dia akan menggeser pigura, bantal, kursi, meja, dan banyak perabotan rumah lainnya sesuai dengan seleranya sendiri. Bahkan, kita tak akan melihat tatanan rumah ala anak di berbagai pameran interior rumah karena karya mereka selalu unik.

Saking uniknya, kadang kita sampai menangis melihatnya karena rumah idaman kita sudah berganti bentuk menjadi kapal pecah.

7. Anak dapat meningkatkan produktivitas

Jika saat masih single kita adalah orang yang suka bermalas-malasan, cerita akan berubah ketika Anda punya anak nanti. Karena anak akan selalu membuat orang tuanya olahraga.

Mengepel lantai 5 kali sehari, mencuci baju terus, melipat pakaian di lemari untuk ke 8 kalinya, dan berbagai "olahraga" kecil yang selalu diselenggarakan anak kita setiap harinya.

Misalnya, apakah hari ini parents sudah diajak lari-lari oleh si kecil?

8. Mereka akan mengubah perspektif Anda

Saat terjadi sesuatu, parents akan merasa bahwa dunia ini sangat relevan setelah hadirnya si kecil. Misal, saat ada bencana, secara otomatis Anda akan berpikir, "duh... Korbannya seumuran anakku..."

9. Anak adalah alarm kebersihan orang tua

Saat masih single, menunda pekerjaan bersih-bersih adalah hal biasa. Tapi tidak saat Anda sudah punya anak-anak.

Jika tidak dibersihkan sekarang, maka keadaan rumah akan makin kacau. Anak-anak selalu menjadi pengingat bahwa Anda harus bangkit dan segera membersihkan segalanya.

10. Si kecil adalah segalanya di dunia ini

Tentu saja parents sangat lelah menghadapi anak-anak yang aktif. Anda rela mengurangi berbagai macam kenyamanan yang sebelumnya Anda punya demi anak-anak.

Itulah sebagian daftar yang hanya bisa dipahami oleh orang yang punya anak. Semoga adanya perubahan suasana dari yang belum punya anak hingga punya anak membuat kualitas hidup Anda lebih baik.

 

Referensi: New Age Pregnancy

Baca juga:

Ia Baru Tahu Bagaimana Pengorbanan Ibu Demi Menyekolahkannya

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Balita Tidak Ada Kategori