Hamil lagi setelah dua bulan melahirkan, ibu ini menyambut kehadiran buah hati dengan suka cita

lead image

Maya hamil lagi setelah dua bulan melahirkan anak pertamanya, Ia membagikan kisahnya sebagai inspirasi bagi para ibu dalam mengasuh anak.

Biasanya, hamil anak kedua terjadi setelah anak pertama berusia beberapa tahun. Namun berbeda dengan ibu ini yang hamil lagi setelah dua bulan melahirkan anak pertamanya.

Seorang ibu bernama Maya membagikan kisah  kehamilan kedua yang datang tanpa terduga. Namun tetap ia sambut dengan sukacita.

“Ketika aku tahu aku hamil lagi setelah dua bulan melahirkan, aku mencoba banyak alat tes kehamilan. Aku benar-benar kaget,” kata Maya bercerita.

“Aku butuh waktu untuk memprosesnya. Tak lama kemudian aku menyadari bahwa pasti ada tujuan tertentu mengapa aku hamil lagi setelah dua bulan melahirkan, mengapa anak kedua harus lahir dengan jarak yang dekat dengan kakaknya.”

“Aku merasa terhormat dan bersemangat karena bisa mengandung dan melahirkannya,” ucap Maya dengan bahagia.

hamil anak kedua dlm dua bulan Hamil lagi setelah dua bulan melahirkan, ibu ini menyambut kehadiran buah hati dengan suka cita

Maya hamil lagi setelah dua bulan melahirkan anak pertamanya, Zoey.

Maya secara rutin mengunggah foto-foto dirinya bersama sang anak saat sedang hamil, maupun ketika anaknya telah lahir di akun Instagramnya.

“Aku ingin anak-anakku memiliki kenangan sebanyak mungkin, tentang masa kecil mereka dan masa saat aku mengandung mereka,” ujarnya.

Ibu yang hamil lagi setelah dua bulan melahirkan ini menyambut kehadiran anak keduanya pada bulan Agustus lalu dengan sukacita. Meski berarti pekerjaannya sebagai ibu bertambah dua kali lipat karena punya dua anak dengan jarak usia kurang dari setahun.

dua anak dalam satu tahun Hamil lagi setelah dua bulan melahirkan, ibu ini menyambut kehadiran buah hati dengan suka cita

Maya hamil lagi setelah dua bulan melahirkan Zoey. Anak perempuan kedua diberi nama Hazel.

“Aku tidak akan mengubah hal ini demi apa pun. Memiliki dua bayi yang membutuhkan perhatian dan kasih sayangku sepanjang waktu adalah hal yang sangat menantang. Mereka memiliki jadwal yang berbeda, kebutuhan yang berbeda, dan aku bisa beradaptasi dengan baik.”

“Bahkan, aku bisa membuat mereka tidur siang di waktu yang sama,” ujar Maya dengan bangga.

Maya mengaku kadang ia juga merasa kelelahan dan takut untuk mengurus anaknya sendiri tanpa bantuan siapa pun. Hal ini ia ungkapkan melalui salah satu foto di Instagramnya.

If you have 1, 2, 3, even 7 children, pregnant or thinking about it, I want to encourage and lift you up. My parents left to return to my home country and my husband went back to work. I found myself on my living room floor crying and begging God for strength. There were 2 screaming children who needed me, ALL OF ME. I gave myself 30 seconds of vulnerability, and decided that after that, I WOULD SIMPLY DO IT. I put the little one in the carrier, the older one in the stroller and left the house. I walked, walked and walked. All the way I kept envisioning my life 1 year from now, and how different things will be then. I kept repeating to god: “I can do this. I am going to do this. You are going to help me.” Over and over. When I came back home, there was no scream that came from them that discouraged me. SO YOU, tired, exhausted, sad, depressed, fragile mother who is struggling, take the DEEPEST breath of your life, and DO NOT allow the chaos and fear TO PARALYZE you and keep you from living the best life you possibly can. So let’s make motherhood AWESOME. IF I CAN DO THIS, SO CAN YOU! 💛 . . My @nativewilds Nests are EVERYTHING. They serve as breastfeeding covers, cart covers, blankets, and they have UPF 50… WIN! 😍

A post shared by M A Y A 🍉 (@mayavorderstrasse) on

Maya membagikan kisahnya ketika dia merasa takut menerima tanggung jawab besar mengurus dua anak sendirian, dan berhasil bangkit. Dia pun memberi semangat pada semua ibu yang merasakan hal sama.

Orangtuaku sudah kembali ke kampung halaman, dan suamiku kembali bekerja. Aku meringkuk di lantai ruang tamu, menangis sambil memohon pada Tuhan untuk diberi kekuatan. Di sini ada dua orang anak yang membutuhkanku, diriku sepenuhnya. 

Aku memberi waktu 30 detik untuk merasa rapuh. Setelah itu aku putuskan untuk bangkit dan melakukan apa yang kubisa. 

Kuletakkan Hazel di gendongan, dan Zoey di stroller kemudian pergi keluar rumah. Aku berjalan dan terus berjalan. Sepanjang jalan aku membayangkan hidupku satu tahun dari sekarang, pastinya semua akan berbeda. 

Aku terus berkata pada Tuhan,”Aku bisa melakukannya, aku akan melakukannya, dan Kau akan membantuku.” Aku mengatakannya berulang kali. 

Ketika aku kembali ke rumah, tidak ada lagi hal yang bisa membuatku takut.

Jadi bagi kalian para ibu yang merasa kelelahan, sedih, depresi, atau berjuang keras melawan rasa tak berdaya, ambillah napas dalam-dalam dan jangan biarkan apa pun membuatmu takut dan tidak bisa menikmati hidupmu.

Jika aku bisa melakukannya, maka kau pun pasti bisa! 💛

Maya terus memberikan semangat pada semua ibu yang berjuang dalam menjalani peran sebagai orangtua. Dia juga menyemangati para ibu yang memberi susu botol pada anaknya.

Karena yang terpenting bukanlah ASI atau susu formula, tapi kebutuhan nutrisi anak yang paling utama.  Hal ini ia tunjukan dengan foto yang menampilkan dirinya sedang menyusui Hazel dengan ASI, sambil memberikan Zoey susu dari botol.

asi dan botol Hamil lagi setelah dua bulan melahirkan, ibu ini menyambut kehadiran buah hati dengan suka cita

Maya hamil lagi setelah dua bulan melahirkan membuatnya harus menyapih Zoey lebih dini.

Di dalam caption foto tersebut Maya menulis:

Aku selalu bermimpi untuk menyusui anakku selama mungkin karena menyusui juga merupakan waktu terbaik menjalin ikatan batin dengan anak. 

Aku menyusui Zoey hingga dia berusia 6 bulan, dan aku mensyukuri setiap prosesnya. Itu adalah waktu istimewa kami dan tidak ada seorang pun yang bisa mengambilnya dariku. 

Aku hamil lagi setelah dua bulan melahirkan Zoey, dan ketika dia berusia 6 bulan, ASI-ku tidak lagi keluar. Mengering, seolah hilang begitu saja. Hatiku hancur dan aku merasa bersalah. 

Kami harus mulai memberinya susu botol, dan aku merasa ikatan istimewa kami akan hilang, dan Zoey akan merasa aku tidak memenuhi kebutuhannya. 

Hingga kemudian aku sadar, tidak ada satu pun yang berubah. Kami tetap memiliki waktu istimewa, dia masih menggenggam rambutku dan tersenyum padaku melalui matanya. 

Zoey sangat bahagia, nutrisinya terpenuhi, dan dia juga dicintai. Kini, aku menyusui Hazel. Aku merasa lebih tenang jika ada sesuatu yang terjadi dan membuatku tak bisa memberinya ASI, dia akan baik-baik saja. 

Menyusui mereka adalah hal yang sangat indah. Memenuhi kebutuhan nutrisi mereka, melihat mereka tumbuh, berat badannya naik. Senyuman setelah kenyang minum membuat hatiku melompat bahagia. 

Jadi, apapun yang kau pilih, bagaimanapun keadaanmu. Jangan pernah merasa bersalah ataupun tidak mampu, apalagi gagal menjadi ibu. Jangan pernah!

Cintai anakmu sebaik mungkin. Kau adalah ibu yang baik, tidak peduli apa pun yang terjadi. Menjadi ibu adalah hal yang berat, mari tunjukkan dukungan pada satu sama lain. 

Bagiku, memberi nutrisi pada anak adalah yang terpenting, baik melalui ASI maupun susu botol.

Apakah Bunda setuju dengan apa yang dikatakan ibu ini?

Referensi: Popsugar,

Baca juga:

Tidak sadar sedang hamil, ibu ini baru tahu dirinya mengandung 2 minggu sebelum melahirkan