Ruam gatal pada perut di trimester akhir, berbahayakah bagi janin?

lead image

Gatal perut saat hamil memang merupakan kondisi yang terbilang wajar. Namun, bukan berarti Bunda bisa menyepelekan kondisi ini.

Gatal perut saat hamil merupakan kondisi yang terbilang wajar. Namun, bukan berarti Bunda bisa menyepelekannya, khususnya jika kehamilan telah memasuki trimester akhir.

Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui tentang kondisi yang menyebabkannya.

Seperti yang kita ketahui, memasuki trimester ketiga sama artinya penantian Bunda untuk bertemu secara langsung dengan bayi mungil Anda akan segera terwujud. Persiapan menyambut kehadiran bayi pun sudah kian matang.

Ketika perut semakin membesar dan tanggal persalinan semakin dekat, Bunda mungkin melihat merasakan ketidaknyamanan. Salah satunya adalah kondisi ruam di aera perut yang terasa sangat gatal.

Ruam ini dikenal sebagai erupsi kehamilan polimorfik, biasanya juga disebut sebagai PUPPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy).

Apa sebenarnya PUPPP itu dan mengapa kondisi ini akan dialami ibu hamil di trimester akhir?

Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy adalah ruam pada kulit kondisi ini menyebabkan gatal perut saat hamil.

PUPPP bisa sangat mengganggu karena rasa gatalnya yang cukup parah. Meski demikan, sebenarnya Bunda tidak perlu khawatir yang berlebih karena kelainan ini tidak menimbulkan risiko yang berbahaya bagi janin.

Sampai saat ini, penyebab PUPPP sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Meskipun ada beberapa teori yang mengatakan mengapa hal itu terjadi. Tetapi sebelum itu, mari kita lihat ruam ini dan seberapa sering gatal perut saat hamil bisa terjadi.

Fakta tentang PUPPP

PUPPP Ruam gatal pada perut di trimester akhir, berbahayakah bagi janin?

  1. Penting untuk diketahui bahwa kondisi PUPPP ini terjadi pada 1 dari 160 kehamilan dan kondisi ini memang sangat gatal.
  2. Dimulai di sekitar umbilikus dan menyebar di atas perut dan dapat mencapai pantat, paha, lengan, dan kaki.
  3. Umumnya kehamilan ini terjadi pada kehamilan pertama, dan hampir tidak pernah terlihat pada kehamilan berikutnya. Jika pun terjadi, bentuknya akan jauh lebih ringan.
  4. Hal ini juga lebih sering terjadi pada kehamilan triplet (14%) dan kembar (2,9%).
  5. Fakta lainnya, kondisi ini ternyata lebih sering dengan janin laki-laki daripada janin perempuan.
  6. Erupsi Kehamilan Polimorfik, atau PUPPP tampak seperti manifestasi dari reaksi alergi. Namun, penyebab pastinya belum diketahui. Ada dua teori utama tentang penyebabnya.
  7. Biasanya, terjadi pada trimester ketiga akhir ketika bayi tumbuh dengan cepat dalam berbagai ukuran.
  8. Peregangan perut dapat menyebabkan reaksi pada kulit, yang akan menyebabkan ruam.
  9. Sementara itu, teori kedua adalah bahwa sejumlah kecil sel janin memasuki sirkulasi darah ibu dan mereka mungkin menyebabkan reaksi alergi. Sayangnya, tak ada cara untuk mencegah  gatal perut saat hamil.
  10. Erupsi polimorfik perawatan kehamilan sebagian besar bergejala. Mengingat rasa gatalnya cukup mengerikan, otomatis akan mengganggu dan berisiko bisa membuat penderitanya sulit beristirahat dan tidur nyenyak.

Untungnya, emolien dan krim steroid topikal cukup efektif dalam mengendalikan ruam. Ruam akan hilang segera setelah melahirkan. Dan, itu tidak mempengaruhi bayinya. Jika ya, itu adalah bentuk ruam yang sangat ringan yang menghilang dalam beberapa minggu pertama.

Perlukah khawatir dengan kondisi gatal perut saat hamil seperti ini?

Kondisi gatal perut saat hamil memang tidak memembuat nyaman, terlebih dengan kondisi PUPPP. Namun, hasil studi menunjukkan bahwa rasa gatal ini tidak memengaruhi masalah pertumbuhan dan perkembangan serta kelahiran janin.

Terlebih dengan rasa was-was jika kondisi gatal ini membuat Bunda harus melahirkan secara operasi caesar. Kondisi ini pun tidak akan memengaruhi masalah dengan menyusui.

Pengalaman kehamilan dengan kondisi PUPP

perut gatal saat hamil 20161201 200740 Ruam gatal pada perut di trimester akhir, berbahayakah bagi janin?

Diceritakan oleh Anay Bhalerao, salah seorang penulis theAsianparent Singapura, saat itu Juni 2016, sang istri hamil dengan  janin berjenis kelamin laki-laki. Suatu pagi, saat sedang mandi, sang istri  melihat semacam ruam di perutnya. Ketika itu usia kandungan sudah hampir memasuki usia 34 minggu.

Meskipun keduanya berprofesi dokter, bukan berarti kondisi ini tidak membuat mereka khawatir.

Anay bahkan mengaku sangat ketakutan. Hal ini dikarenakan ruam pada kehamilan terlihat begitu menakutkan, dan sebagai dokter, keduanya telah memiliki banyak informasi!

Mereka pun akhirnya berkonsultasi dengan ahli kandungan. Hasilnya, sang dokter menyarankan untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter kulit yang sangat berpengalaman.

Saat memasuki klinik dokter kulit, keduanya mengaku sangat cemas.

“Istriku merasa sangat gatal. Setiap menit rasanya sangat menyiksa.  Kami tahu bahwa itu mungkin PUPPP, tetapi kami membutuhkan konfirmasi. Kami berdua berdoa, “Tolong Tuhan, biarkan ini tidak menjadi sesuatu yang lain.”

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter pun menegaskan diagnosis. Dia meresepkan lotion untuk diterapkan pada perut, dan itu menghilangkan sebagian besar rasa gatalnya.

“Dan kemudian, putra kami pun lahir, dan ruamnya lenyap. Kami sibuk mengeksplorasi dan bahagia menjadi orangtua baru. Jadi, jika memang sedang mengalmi rasa  gatal, saya tahu persisi apa yang Anda rasakan. Saya berjanji, itu akan berlalu. Temui dokter Anda dan periksa ruamnya.”

Karena ketika si kecil tiba, hidup Anda akan berubah selamanya dan kondisi gatal saat hemil pun tidak akan Anda rasakan lagi. 

 

Disadur dari artikel Anay Bhalerao, theAsianparent Singapura

Baca juga:

Bayi Meninggal dalam Kandungan (Stillbirth) Akibat Dokter Mengabaikan Keluhan Ibu Tentang Rasa Gatal Selama Kehamilan