Ini risiko bila ibu hamil alami gangguan makan alias eating disorder!

Ini risiko bila ibu hamil alami gangguan makan alias eating disorder!

Hati-hati, gangguan makan saat hamil bisa berisikp pada pertumbuhan janin. Cek selengkapnya di sini.

Gangguan makan atau eating disorder bisa dialami oleh siapapun termasuk ibu hamil. Jika dialami perempuan yang sedang berbadan dua, risikonya tentu saja bisa semakin besar sehingga perlu segera diatasi.

Perlu diketahui, eating disorder umumnya menyebabkan seseorang memiliki pandangan yang tidak realistis terhadap berat badan dan bentuk tubuhnya. Mereka cenderung takut gemuk dan membuat perubahan yang drastis dalam pola makan atau kebiasaan makannya. Bahkan, ada kalanya cenderung memilih tidak mengonsumsi makanan apapun.

Gangguan makan atau eating disorder pada ibu hamil

Penelitian tentang gangguan makanan selama kehamilan (dan secara umum) memang terbatas. Selain kurangnya penelitian, hasil penelitian yang sudah dilakukan mungkin cenderung tidak objektif karena banyak ibu hamil enggan mengakui gangguan makan tersebut.

Ada perkiraan bahwa gangguan makan dapat memengaruhi antara 5 hingga 8 persen ibu hamil. Satu studi yang dilakukan di Norwegia menemukan bahwa satu dari 21 wanita memiliki gangguan makan saat hamil, yang paling umum ialah binge eating disorder. Gangguan lainnya seperti bullimia dan anorexia nervosa.

Mau tahu gangguan makan yang bisa dialami oleh bumil?

gangguan makan saat hamil

Jenis eating disorder pada ibu hamil:

1. Anorexia nervosa: Individu bisa kekurangan berat badan dan mungkin tidak mendapatkan cukup berat selama kehamilan. Mereka berisiko memiliki bayi dengan berat lahir rendah yang tidak normal dan masalah kesehatan terkait.

2. Bulimia nervosa: Mereka yang terus membersihkan mungkin menderita dehidrasi, ketidakseimbangan kimia atau bahkan penyimpangan jantung. Kehamilan meningkatkan risiko kesehatan ini.

3. Binge eating disorder: Sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan, yang dapat menyebabkan risiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi dan diabetes gestasional.

Efek negatif gangguan makan selama kehamilan

Seperti yang disebutkan di atas, gangguan makan yang banyak dialami saat hamil ialah binge eating disorder, di mana seseorang memiliki perilaku makan yang tidak terkendali. 

Penyebabnya mungkin sebagian bumil memandang kehamilan sebagai masa di mana ia diizinkan untuk melepaskan diri dari pembatasan makan.

Berikut ini risiko yang mungkin dialami bila bumil mengalami eating disorder, menurut National Eating Disorder:

  • Gizi buruk
  • Dehidrasi
  • Gangguan fungsi jantung
  • Diabetes gastasional
  • Depresi berat selama kehamilan
  • Kelahiran prematur
  • Komplikasi persalinan
  • Kesulitan menyusui
  • Depresi pasca persalinan

Hal ini tentu saja akan memengaruhi kesehatan janin karena menimbulkan beberapa risiko:

  • Perkembangan yang buruk
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Gangguan pernapasan
  • Kesulitan makan
  • Komplikasi perinatal lainnya

Artikel terkait: 5 Tips menghindari bahaya mengonsumsi makanan yang dibakar saat hamil

Mengatasi gangguan makan saat hamil

Jika bumil merasa ada gejala mengalami eating disorder, akui saja. Justru dengan menyadai kalau ada pola makan selama hamil kurang tepat, maka bisa mengambil langkah untuk memperbaiki.

Ada beberapa cara untuk mengatasi eating disorder saat hamil. Cara ini bisa Bunda lakukan:

  • Jujurlah dengan dokter tentang kondisi masa lalu atau saat ini terkait gangguan yang dialami. Jika mereka tidak peka terhadap perjuangan dan masalah yang tengah dihadapi, tak ada salahnya untuk segera mecari penyedia kesehatan lain yang bisa membantu kondisi Bunda.
  • Buat pertemuan lebih sering untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan bayi lebih intens.
  • Konsultasikan dengan ahli gizi sebelum atau segera setelah hamil. Bekerja sama dengan ahli gizi sepanjang kehamilan untuk membuat rencana makan sehat dan penambahan berat badan. 
  • Kelompok konseling dan dukungan individu selama dan setelah kehamilan dapat membantu mengatasi kekhawatiran dan ketakutan mengenai makanan, penambahan berat badan, citra tubuh, dan peran baru mengasuh anak.
  • Ikutlah kelas-kelas lain tentang kehamilan, persalinan, perkembangan anak, dan keterampilan mengasuh anak. Dengan tambahan informasi, tentu saja bisa meningkatkan rasa percaya diri dan bisa membantu dalam mempersiapkan kedatangan si kecil. 
  • Biarkan penyedia layanan kesehatan pranatal Anda menimbang Anda. Informasi ini sangat penting untuk melacak kesehatan bayi. Jika lebih suka untuk tidak memonitor kenaikan berat badan, tanyakan kepada dokter tentang berdiri di belakang timbangan dan meminta mereka untuk tidak berbagi angka dengan Anda.
  • Bicaralah dengan dokter sebelum menghadiri kelas olahraga pranatal untuk memastikannya apakah olehraga tersebut memang cocok dengan rencana pemulihan Anda.

Jangan tunggu lama untuk mengatasi gangguan makan ini ya, Bun! Prinsipnya, ingat saja bahwa anak janin yang tumbuh bersama di dalam rahim dan membutuhkan nutrisi baik agar tumbuh sehat.

Bunda ingin memiliki anak sehat bukan?

 

 

Rerefensi: National Eating Disorder, Baby Center, Very well mind

Baca juga: 

Bumil tidak mau sembelit? Konsumsi 3 jenis makanan sehat ini yuk!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner