Hamil Akibat Diperkosa, Gadis 16 Tahun Dibunuh karena Dianggap Aib Keluarga

Hamil Akibat Diperkosa, Gadis 16 Tahun Dibunuh karena Dianggap Aib Keluarga

Korban dicekik hingga tewas dan mayatnya dimutilasi. Pelaku berdalih semua dilakukan demi menjaga kehormatan keluarga.

Kekerasan seksual pada perempuan memang bisa terjadi pada siapa pun juga. Seperti yang menimpa seorang perempuan muda asal India ini. Tragisnya lagi, tindakan ini berujung membuat sang gadis hamil karena diperkosa lalu dibunuh

Mayat gadis malang itu bahkan dimutilasi. Pelaku pembunuhan ini tak lain adalah ayah dan kakak kandungnya. Pelaku mengaku kalau korban dianggap membawa aib bagi keluarga sehingga harus dibunuh demi menjaga kehormatan.

Seperti apa kasusnya?

Gadis Hamil karena Diperkosa Lalu Dibunuh, Mayatnya Dimutilasi

gadis hamil karena diperkosa lalu dibunuh

Sumber: Shutterstock

Sungguh malang nasib seorang gadis muda asal India ini. Perempuan berusia 16 tahun itu hamil setelah diperkosa oleh empat orang pria secara bergilir. Bukannya mendapat pertolongan, ketika mengetahui hal ini, keluarganya justru membuat keputusan yang sangat keji.

Alih-alih membantu putrinya untuk mencari keadilan, ia justru membunuh gadis tersebut dan bahkan memutilasi mayatnya. Tak hanya itu, sang ayah juga mengajak kakak kandung korban untuk melakukan perbuatan biadab tersebut.

Mengutip surat kabar Daily Mail, kasus ini akhirnya terkuak setelah jasad korban ditemukan pada hari Selasa (6/10/2020) dalam keadaan tak lagi utuh. Polisi pun langsung mencurigai keluarga korban yang tidak melaporkan adanya kehilangan anak.

Padahal, menurut keterangan kepolisian, perempuan malang itu diduga dibunuh pada tanggal 23 September 2020, hari dimana ia menghilang dari desanya yang berada di kawasan Shahjahanpur, India Utara.

Baca juga: Pilu, Seorang Remaja Diperkosa 7 Lelaki Hingga Meninggal Dunia

Gadis Hamil karena Diperkosa Lalu Dibunuh Demi Menjaga Martabat Keluarga

gadis hamil karena diperkosa lalu dibunuh

Sumber: Shutterstock

Sementara itu, setelah jasad korban ditemukan, polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Dari hasil investigasi, kecurigaan polisi semakin kuat bahwa pelaku pembunuhan dan mutilasi tak lain adalah ayah kandung dan kakak laki-laki korban.

Benar saja, setelah didatangi pihak kepolisian, sang ayah mengakui perbuatannya.  Polisi juga menangkap kakak korban yang diduga ikut terlibat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi meyakini, sebelum meninggal dunia, korban sempat mengalami penyiksaan. Ia tewas setelah dicekik lalu mayatnya dimutilasi dan dikubur di tepi sungai.

Ayah korban mengaku, ia tega membunuh anaknya dengan dalih menjaga martabat keluarga. Pasalnya, sejak putrinya hamil akibat diperkosa, pelaku sering mendapat cemoohan dari masyarakat. Merasa tak tahan dihina, ia kemudian memutuskan untuk membunuh putrinya dan memutilasi mayat korban untuk menyembunyikan jejak.

Diperkosa 4 Orang Pria dari Kasta yang Berbeda

gadis hamil karena diperkosa lalu dibunuh

Sumber: Shutterstock

Tradisi kasta ternyata masih berlaku di beberapa wilayah di India. Hal ini yang kemudian menyebabkan korban diperkosa oleh laki-laki yang tak mau ia sebutkan namanya.

Sebagai informasi, korban berasal dari kasta Dalit. Gadis muda itu tak bisa mengakses pendidikan dan hidup dalam kondisi serba kekurangan. Kondisinya yang sulit kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah laki-laki dari kasta di atasnya.

Kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi di Distrik Hathras, Uttar Pradesh, India. Seorang perempuan berusia 19 tahun yang berasal dari kasta yang sama diperkosa oleh empat orang pria secara bergiliran.

Peristiwa nahas itu dilaporkan terjadi pada tanggal 19 September 2020. Korban sempat dilarikan ke sebuah Rumah Sakit (RS) di Delhi dan mendapat perawatan intensif selama beberapa hari. Namun, ia akhirnya meninggal dunia akibat luka yang ia derita.

Baca juga: Bocah 5 Tahun Diperkosa 7 Temannya yang Masih di bawah Umur

Honor Killing, Tradisi Membunuh Demi Kehormatan di India yang Kontroversial

gadis hamil karena diperkosa lalu dibunuh

Sumber: Shutterstock

Peristiwa di atas mengingatkan kita pada tradisi “Honor Killing” yang hingga kini masih berlaku di sejumlah wilayah di dunia, tak terkecuali di India.

Mengutip Tirto.id, honour killing merupakan sebuah tradisi pembunuhan oleh anggota keluarga dimana pelaku meyakini korban telah membawa malu atau aib ke dalam rumah sehingga nyawanya harus dihabisi demi menjaga kehormatan.

Perasaan malu atau aib itu sendiri biasanya muncul karena korban dinilai telah melanggar prinsip, norma sosial, dan agama yang dijunjung keluarga dan warga di sekitar tempat tinggal.

Contohnya: menolak pernikahan paksa, berhubungan seksual di luar nikah, menceraikan suami bahkan sekalipun suami melakukan KDRT, selingkuh, atau menelantarkan keluarga, menjadi korban pemerkosaan, hingga terlibat hubungan sesama jenis, atau meninggalkan dan berganti keyakinan.

Meskipun telah diprotes oleh banyak orang, namun faktanya hingga kini tradisi ini masih berlangsung di India. Sejumlah pihak seperti dewan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) terus berupaya agar tradisi ini bisa dihapuskan karena telah menelan banyak korban jiwa.

Parents, sungguh malang sekali nasib para perempuan yang menjadi korban “Honour Killing” ya. Mari kita dukung upaya PBB dan pihak-pihak lainnya untuk menghentikan tradisi ini. Setiap orang berhak hidup meski pilihan hidup mereka berbeda.

Baca juga:

Anak TK diperkosa di toilet sekolah, ibunya mencari keadilan

 

 

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner