Duh! Balita tak sengaja ‘patahkan’ penis ayahnya yang sedang ereksi

lead image

Bagaimana jika seorang ayah yang sedang ereksi harus mengalami fraktur penis atau “patah” tulang lunak penis akibat ditimpa sang anak?

Apa jadinya bila di pagi hari ketika seorang ayah sedang ereksi, dan tiba-tiba si kecil menerobos masuk ke dalam kamar. Ia lalu melompat-lompat ke arah ayahnya di tempat tidur, seolah-olah sedang bermain trampolin. Kemudian, sang ayah pun mengalami fraktur pada penisnya.

Bagaimana kisah tragis dan menyakitkan itu terjadi?

Semua berawal dari dosis Viagra

Seorang ayah di India berusia 36 tahun yang menderita disfungsi ereksi, menelan 100 mg (dosis normal) pil Viagra pada suatu malam. Namun, bahkan setelah berhubungan seks, ereksinya tak kunjung mereda.

Seperti yang dilaporkan British Medical Journal, ia pun mencoba meringankan kondisi ini dengan beberapa cara, termasuk masturbasi, tetapi tidak kunjung berhasil.

Akhirnya ia tertidur dan berpikir bahwa ereksi akan hilang dengan sendirinya. Namun, ketika pagi datang, anaknya yang berusia balita tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya untuk memeluk, dan tidak sengaja menjatuhkan dirinya di atas penis yang ereksi, sehingga menyebabkan fraktur atau cedera (patah) pada penisnya.

Sang ayah tiba-tiba merasakan rasa sakit yang sangat hebat di daerah selangkangannya. Dua hari setelah insiden yang menyiksa itu, ia memutuskan untuk ke rumah sakit dan memberi tahu dokter tentang penisnya yang bengkak, sakit, dan cedera.

Setelah memeriksa penis pria tersebut, para profesional medis di King George Medical University di India menemukan bahwa pria tersebut menderita Eggplant Deformity penis di selangkangannya. Mereka menyimpulkan bahwa ia menderita patah tulang penis atau fraktur penis.

Kasus fraktur penis atau cedera jaringan lunak penis

Penis memang bisa mengalami fraktur atau “patah” jika dihantam dengan keras saat ereksi. Dengan kata lain, kita berbicara tentang cedera jaringan lunak pada penis.

Organ ini terdiri dari tiga tabung silindris. Ketika ereksi terjadi, dua dari tiga tabung ini dipenuhi dengan aliran darah. Jaringan di sekitar tabung ini juga membesar pada saat yang bersamaan.

Ketika penis yang ereksi dihantam dengan keras, penis akan membengkok, menyebabkan tekanan berlebih pada tabung, dan membuatnya pecah. Kasus fraktur ini bahkan dapat terjadi saat berhubungan seks jika sang pria terlalu keras mendorong dan terkena tulang panggul wanita.

Pasien yang mengalami cedera saat seks biasanya menderita sakit yang menusuk dan mungkin mendengar suara pecahan. Gejala dapat dirasakan segera atau dalam beberapa jam setelahnya.

Pada pria asal India berusia 36 tahun itu, dokter menemukan bahwa salah satu tabung penisnya robek sekitar satu sentimeter, dan terdapat gumpalan darah yang besar.

Ia kemudian menjalani perawatan bedah, di mana pembekuan darah disedot dan robekan dijahit kembali. Untungnya, prosedurnya berhasil, dan pria itu kembali normal.

Artikel terkait: Penis suami bengkok, apa pengaruhnya pada hubungan seks dan kesehatan?

Fraktur penis: Bagaimana jika terjadi pada Anda?

Fraktur penis bisa sangat menyakitkan, tetapi tetap tenang karena hal itu masih bisa diatasi. Berikut beberapa hal yang perlu diingat:

  1. Jangan menunggu! Jika Anda mengalami fraktur penis, pergilah ke dokter segera. Jika tidak segera diobati, akan semakin memburuk. Kondisi itu bisa menyebabkan jaringan parut, sehingga penis Anda bengkok, atau bahkan disfungsi ereksi sebagai akibat dari jaringan parut.
  2. Ketahui tanda-tandanya. Tanda yang paling jelas adalah rasa sakit dan bengkak yang ekstrem. Anda juga dapat mendengar bunyi letupan atau bunyi retak saat hal itu terjadi. Dalam beberapa kasus, jika ada darah ketika buang air kecil, hal itu bisa menandakan bahwa uretra Anda telah rusak. Pastikan untuk segera pergi ke dokter setelah Anda melihat tanda-tanda ini.
  3. Dokter bisa memperbaikinya. Fraktur penis harus ditangani melalui operasi, dan jangan takut untuk menghadapinya. Anda berisiko mengalami komplikasi jika tidak segera memeriksanya. Sebaiknya, segera pergi ke dokter dalam selang waktu 72 jam.

 

Anda masih bisa melakukan hubungan seksual setelah operasi. Jika Anda menjalani operasi untuk memperbaiki fraktur, Anda masih bisa melakukan hubungan seks, sejak empat hingga enam minggu pasca operasi. Tetap selalu berhati-hati ya, Ayah!

 

Dilansir dari artikel Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

Ingin suami bisa ereksi lebih tahan lama? Ini 7 strategi sederhana yang bisa dilakukan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.