Infeksi saat terapi fish spa, jari kaki wanita ini harus diamputasi

lead image

Wanita ini mengalami infeksi setelah mengunjungi tempat terapi ikan hingga jari-jari kakinya harus diamputasi.

Bisa jadi, saat mengunjungi tempat wisata atau salon kecantikan Anda berminat mencoba fish spa yang terkenal bisa membuat kaki rileks dan mengangkat sel kulit mati. Tapi tahukah Anda, bahaya dibalik terapi ikan yang menggunakan ikan garra ruffa ini?

Seorang perempuan di Australia harus menelan kenyataan pahit, ia kehilangan seluruh jari-jari kaki sebelah kanan setelah mengalami infeksi di tempat terapi ikan. 

Terkena infeksi setelah fish spa, jari kaki wanita ini harus diamputasi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/infeksi terapi ikan.jpg Infeksi saat terapi fish spa, jari kaki wanita ini harus diamputasi

Pada tahun 2006 lalu, Victoria Curthoys, seorang wanita asal Australia pernah menginjak pecahan beling, yang membuatnya mengalami infeksi tulang. Akibatnya, jempol kaki Victoria harus diamputasi setengah. 

Meski kehilangan setengah jari, Victoria tetap bisa menjalani hidupnya dengan baik. Sampai ia berkunjung ke negara Thailand baru-baru ini dan mencoba terapi ikan. Ketika dia kembali ke Australia, Victoria merasakan demam dan tak enak badan.

Saat memeriksakan diri, wanita berusia 29 tahun ini didiagnosis terkena infeksi di beberapa tempat hingga membuat seluruh jari kaki kanannya diamputasi. 

Victoria mengaku bahwa dokter yang menanganinya di Australia tidak bisa menemukan jenis bakteri yang telah membuat kakinya terinfeksi. Baru setahun kemudian setelah kejadian itu berlalu, mereka baru bisa mengetahui bahwa penyebab kakinya infeksi hingga harus amputasi jari kaki adalah bakteri shewanella yang ada di kolam ikan.

Bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh Victoria melalui bekas luka operasi, hingga ia mengalami infeksi tulang. Jempol kakinya membusuk hingga tak ada pilihan lain hingga harus diamputasi.

Namun, meski awalnya jari yang lain terlihat baik-baik saja, namun lama kelamaan jari lainnya juga ikut membusuk. Tujuh tahun setelah amputasi jempol kakinya, Victoria menjalani 3 kali operasi lagi untuk mengamputasi keempat jari kakinya yang lain. 

Meski awalnya Victoria tidak percaya diri menampakkan kakinya di depan umum. Namun kini ia telah menerima kondisi fisiknya, dan berani menampilkan kisah hidupnya kehilangan jari kaki karena fish spa

Bahaya fish spa yang harus Anda waspadai

src=https://assets sg.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/12/2010/12/800px Doctor fish e1366623439637.jpg Infeksi saat terapi fish spa, jari kaki wanita ini harus diamputasi

Fish spa bisa berbahaya, Parents harus mewaspadainya.

Dr Nisha Suyien Chandran , seorang kepala konsultan di Divisi Dermatologi National University Hospital mengatakan, “Jika ikan membawa bakteri dari pelanggan sebelumnya yang punya luka terbuka di kaki, maka ada risiko perpindahan bakteri dari pelanggan tersebut ke pelanggan lainnya.”

Dia juga menambahkan, mereka yang punya luka gores juga berisiko mengalami infeksi atau penularan bakteri. Bahkan kemungkinan terburuk bisa tertular HIV.

Studi yang dilakukan oleh The Health Protection Agency (HPA) di Inggris menyebut bahwa fish spa bisa menjadi media penyebaran virus penyakit mematikan seperti HIV dan Hepatitis C.

HPA juga mengingatkan adanya risiko infeksi dari terapi dengan gigitan ikan ini. Infeksi bisa ditularkan lewat ikan, atau dari air kolam yang keruh bekas penggunaan konsumen sebelumnya. 

Juru bicara dari HPA menyarankan agar para pemilik fish spa memerhatikan standar kebersihan dan kesehatan sarana yang digunakan untuk terapi ikan. Mengganti air yang digunakan setiap satu pelanggan selesai dan pelanggan lain datang. Dengan begini, risiko infeksi bisa diminimalisasi.

Nah, Parents, berhati-hatilah saat mengunjungi tempat terapi ikan. Karena belum tentu aman bagi keluarga kita. 

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 
Sumber referensi: Liputan 6, theAsianparent Singapura

Baca juga;

Disangka keracunan makanan, gejala meningitis membuat kaki anak ini harus diamputasi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.