5 Alasan film Dora and The Explorer layak ditunggu keluarga Indonesia

5 Alasan film Dora and The Explorer layak ditunggu keluarga Indonesia

Wah, seri Dora and The Explorer muncul dalam wajah baru. Ini alasan mengapa film ini layak ditunggu?

Bagi penggemar petualangan pasti selalu tak sabar menyetel televisi dan menanti film Dora segera diputar. Maklum, cerita yang mengisahkan petualangan Dora dan sahabat kera nan lucu Boots ini memang begitu lekat dengan dunia anak-anak.

Film ini dikemas sangat interaktif karena Dora juga melibatkan penonton untuk membantunya. Misalnya mengajak anak-anak menjawab pertanyaan, menghitung serta memilih jalan atau benda yang dibutuhkan sepanjang perjalanan.

Imajinasi anak turut terlatih kala Dora harus mencari benda yang tersembunyi dan mendorong penonton agar memperingatkan jika Swiper, rubah pencuri mendekat. Apakah si kecil menggemarinya?

Film Dora terbaru segera dirilis!

poster film Dora

Tak ingin berhenti berinovasi, sebentar lagi serial Dora and The Explorer akan diangkat ke layar lebar dalam versi live-action, nih. Paramount Pictures bahkan sudah merilis trailer perdana film yang akan resmi tayang di bioskop pada 2 Agustus 2019 mendatang.

Berjudul resmi Dora and The Lost City of Gold, film ini akan sedikit berbeda karena Dora sudah beranjak remaja! Adalah Isabela Moner, aktris berusia 16 tahun yang didapuk memerankan Dora dewasa. Sebelumnya Isabela pernah memperlihatkan bakatnya dalam Transformers: The Last Knight. Ia juga akan beradu akting dengan Benicio Del Toro dan Josh Brolin dalam film bergenre action Sicario 2: Day of the Soldado. 

Kendati sudah tumbuh menjadi seorang remaja, di film ini Dora masih ditemani sepupunya Diego dan kera pintar sahabatnya Boots. Parents  dan keluarga akan dimanjakan dengan aksi Dora menjelajah petualangan yang sesungguhnya di kota besar, yaitu bersekolah. Seperti kita ketahui, selama ini Dora digambarkan selalu menghabiskan waktunya di hutan belantara.

Tak hanya menjelajah rimba hutan, petualangan Dora kali ini semakin menantang saat tahu orangtuanya diculik. Belum lagi ia harus memecahkan misteri di balik hilangnya kota emas. Bagaimana Parents, siap ‘bertualang’ bersama Dora?

Nilai moral yang bisa diambil dari film Dora

Muncul dengan kemasan baru yang menyegarkan, sepertinya amat cocok jika Anda meluangkan waktu di akhir pekan nanti bersama buah hati yang kini sudah mulai tumbuh menjadi seorang remaja. Setidaknya, ada beberapa alasan dan pelajaran moral mengapa film ini layak untuk ditunggu.

#1 Keluarga menjadi prioritas utama

nilai moral film Dora

Nampaknya Anda pasti setuju ya akan hal ini? Dalam kondisi apapun, keluarga akan menjadi pilihan utama. Keluarga yang akan mendukung kita saat bahagia maupun terpuruk.

Dalam film ini, kehidupan Dora harus diuji saat ia sedang menikmati masa remajanya di sekolah bersama teman-teman. Semua harus ia tinggalkan kala mengetahui orangtuanya diculik. Ia pun segera memutar otak bagaimana menyelamatkan orangtuanya, tanpa pikir panjang. Anda pastinya akan melakukan hal serupa bukan?

#2 Persahabatan adalah segalanya

Masa remaja adalah hal menantang. Pada fase ini anak akan dihadapkan pada dunia yang baru. Akan ada waktunya anak sadar bahwa semua orang bisa menjadi teman, namun bukan berarti mampu menjadi sahabat sejati. Dora mencoba mengilustrasikan bagaimana sejatinya satu teman akan lebih baik dibanding hal lain di sekitarnya.

Terlihat dari kesetiaan Boots yang selalu ada di sampingnya dalam keadaan apapun bahkan hingga Dora dewasa, yang belum tentu bisa ditunjukkan oleh orang yang statusnya ‘teman biasa’. Jadi bukan hal berlebihan bahwa seiring bertambah usia, kuantitas pergaulan akan semakin menyusut dan hanya orang berkualitas yang akan tinggal.

#3 Belajar bahasa asing selagi muda

Sudah menonton episode Dora, Parents pasti akan tersadar bagaimana kemampuan Dora berbicara bahasa Spanyol yang mengesankan. Tak ada salahnya Bunda mendukung anak jika mereka menunjukkan ketertarikannya memperlajari bahasa baru selain bahasa ibu.

Selain mengasah kemampuan otak, belajar bahasa baru akan membuat wawasan anak bertambah bahkan tak menutup kemungkinan bisa menjadi penyelamat kala tersesat di tempat umum saat berlibur.

#4 Problem-solving

Lucu rasanya ya Bun, saat melihat anak berteriak berusaha ‘memberitahu’ Dora saat si rubah nakal Swiper datang dan ingin mencuri barang yang sudah ditemukan. Adegan yang seolah membawa anak bertemu Dora yang sesungguhnya.

Sadarkah Bun ada pelajaran yang bisa diambil dari scene ini, yakni kemampuan menyelesaikan masalah. Saat remaja, anak tak lagi menjadi bayi dan ia akan menghadapi kerasnya hidup yang sesungguhnya.

Mulai dari dimarahi guru, pelajaran yang sulit atau teman yang menyebalkan. Di sinilah anak bisa belajar menyelesaikan masalah dengan baik, tanpa kekerasan.

#5 Proteksi diri

film Dora ajarkan anak proteksi diri

Tak hanya bertualang, film Dora juga akan mengajarkan bahwa penting bagi Parents mengajarkan anak cara menyelamatkan diri di saat genting. Beranjak remaja, orangtua tak selamanya bisa berada di samping anak untuk mengawasi 24 jam.

Ajarkan anak melindungi diri sendiri sedari dini, misalnya jangan mudah percaya begitu saja pada orang asing. Berani mengeksplorasi dan melihat dunia luas akan membuka mata anak bahwa selamanya bertahan di dalam zona nyaman tak selamanya baik.

Sebelum mengajak anak menonton, Parents bisa menonton trailernya di sini:

 

Setelah melihat trailernya, tampaknya film ini memang diperuntukkan untuk anak usia di atas 10 tahun atau praremaja karena cerita dan setting-nya tidak sesederhana serial televisinya. Nah Parents, siapa yang sudah tak sabar menantikan Dora remaja di layar lebar? 

 

Referensi : NBC News, Vox, Daily Mail

Baca juga: 

8 Film keluarga 2019 yang bisa ditonton bersama anak, catat tanggalnya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner