5 Fakta Vitamin C, Tak Sekadar Ampuh Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Fakta Vitamin C, Tak Sekadar Ampuh Jaga Daya Tahan Tubuh

Dosis konsumsi dan deretan fakta lain seputar vitamin C, apa saja?

Fakta Vitamin C menjadi aspek krusial bagi tubuh yang patut menjadi perhatian sudah tidak perlu diragukan lagi.

Setidaknya, ada sederet manfaat dimiliki vitamin ini. Mulai dari membentuk jaringan kolagen, jaringan ikat, dinding kapiler, serta matriks tulang. Selain itu, Vitamin C juga berperan penting dalam membantu proses penyembuhan luka dan sebagai antioksidan dalam tubuh.

Ole karena itu, mengetahui ragam fakta vitamin C tentu saja penting dilakukan sehingga bisa lebih memahami apa saja fungsinya sehingga bisa bekerja maksimal di dalam tubuh.

Dalam hal ini, dr. Carlinda Nekawaty, Medical Expert Combiphar menjelaskan “Ada banyak cara untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan fungsi sistem imunitas tubuh kita. Yang paling sederhana adalah dengan memperhatikan kebutuhan asupan vitamin yang masuk ke tubuh lewat makanan, terutama asupan vitamin yang dapat menunjang daya tahan tubuh itu sendiri. Vitamin C adalah salah satunya,” urainya dalam Diskusi “Optimalkan Upaya Menjaga Daya Tahan Tubuh, Combiphar Ulas Cara Sehat Konsumsi Vitamin” pada Senin (29/9) lalu.

Lebih lanjut, ia pun menuturkan beberapa fakta penting terkait dengan Vitamin C.

5 Fakta Vitamin C yang Harus Diketahui

1. Dosis Vitamin C yang Diperlukan Tubuh

Fakta Vitamin C yang Harus Diketahui

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, vitamin C memiliki manfaat untuk tubuh. Kendati demikian, bukan berarti Parents dapat mengonsumsinya sesuka hati. dr. Carlinda menuturkan bahwa dosis vitamin yang disarankan tergantung kondisi tubuh setiap orang.

Dalam kondisi normal, kebutuhan vitamin C pada orang dewasa adalah 75-90 mg per hari. Untuk kelompok yang cukup rentan seperti ibu hamil dan masyarakat usia lanjut, sudah pasti memiliki kebutuhan vitamin lebih tinggi,” ungkapnya.

Dosis bisa saja bertambah sesuai aktivitas tubuh sebut saja seseorang menderita penyakit akibat infeksi atau virus, penyakit metabolisme, serta ibu hamil dan menyusui. dr. Carlinda mengingatkan agar peningkatan kebutuhan sebaiknya tidak melampaui 500 mg per hari karena kelebihan vitamin tidak baik untuk tubuh.

“Defisiensi atau kekurangan tidak baik, tetapi kelebihan vitamin pun dampaknya buruk. Mengingat vitamin C akan diekskresikan melalui urin, kelebihan konsumsi akan memperberat kerja ginjal,” sambungnya.

Bahkan pada beberapa orang, mengonsumi vitamin C berlebihan berisiko mengakibatkan diare, mual, mulas, gastritis, kelelahan, sakit kepala, dan susah tidur.

Artikel terkait: 7 Makanan sumber vitamin C untuk anak selain jeruk, catat Bun!

2. Waktu Terbaik Minum Vitamin

Pentingnya vitamin dalam keseharian seseorang kerap menimbulkan pertanyaan, kapan sebenarnya waktu terbaik mengonsumsi vitamin? Mobilitas seseorang pastinya membuat waktu ini tidaklah sama.

“Secara medis, direkomendasikan untuk minum vitamin pada pagi hari sebelum mulai menjalankan aktivitas. Alasannya karena saat itu tubuh belum bergerak, sehingga penyerapannya lebih optimal. Utamanya vitamin B Complex yang fungsinya sebagai metabolisme energi,” ujar dr. Carlinda.

Bila Parents sudah terlalu sibuk memulai hari, maka dapat mengonsumsi vitamin setelah makan. Hal ini disebabkan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh akan berinteraksi positif dengan vitamin sehingga tubuh mampu menyerap lebih baik.

“Minum vitamin sebelum tidur efeknya gak maksimal, soalnya itu sudah mau istirahat nanti kinerja vitaminnya gak optimal,” jelas dr. Carlinda.

3. Minuman Vitamin C 1000 mg, Sejauh Apa Efektivitasnya Bagi Tubuh?

Fakta Vitamin C yang Harus Diketahui

Sebagai jawaban untuk pekerja yang sibuk, tak sedikit produk di pasaran yang menghadirkan minuman vitamin C. Dengan kandungan 1000 mg, minuman ini diklaim dapat memenuhi asupan vitamin C harian. Benarkah demikian?

“Perhatikan kandungannya dulu, benar gak mengandung vitamin C sebanyak 1000 mg? Soalnya vitamin C itu jenis vitamin yang larut dalam air, jadi kemungkinan jumlahnya udah gak sebesar itu. Selain itu, 1000 mg sudah berlebih karena tubuh gak menyerap semuanya. Jadi cermati komposisinya sebelum mengonsumsi minuman seperti ini,” tukas dr. Carlinda.

Tak ketinggalan, dr. Carlinda mengingatkan bahwa minuman dengan vitamin C biasanya sudah mengandung gula dan pengawet tambahan. Gula dan vitamin akan menimbulkan interaksi yang berlawanan sehingga penyerapannya nantinya tidak maksimal.

Artikel terkait: Konsumsi imunostimulan lebih efektif lindungi tubuh dari virus, apa bedanya dengan vitamin?

4. Mitos atau Fakta: Vitamin C Dapat Menimbulkan Gangguan Lambung

Berbicara mengenai vitamin C, ada banyak makanan yang mengandung vitamin C memiliki kadar keasaman tinggi. Sebut saja jeruk yang mengandung vitamin C berlimpah. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi orang yang memiliki sensitivitas lambung tinggi. Lantas, benarkah vitamin C berbahaya untuk pasien dengan gangguan lambung?

“Secara mekanisme kerja dan penyerapan tidak ada kaitan ya antara vitamin C dengan peningkatan asam lambung. Namun, kadar asam vitamin C memang tinggi yaitu ada asam oksalat di dalamnya.

Bagi pasien yang mempunyai riwayat maag tinggi, sebaiknya mengonsumsi vitamin C setelah perutnya terisi. Kalau tidak memungkinkan, cukupi dengan pangan yang kaya vitamin C”, ujar dr. Carlinda.

5. Tips Minum Vitamin C Sehat

Fakta Vitamin C yang Harus Diketahui

Tak ketinggalan, dr. Carlinda memaparkan sejumlah tips yang sebaiknya diperhatikan dalam mengonsumsi vitamin secara sehat antara lain:

  • Mengonsumsi sumber makanan bervitamin setiap hari. Sebenarnya mengonsumsi makanan kaya vitamin lebih baik dibandingkan suplemen. Kebutuhan vitamin C bisa didapat dari buah dan sayuran seperti jeruk, jambu biji, pepaya, tomat, wortel dan bayam. Sedangkan kandungan vitamin B complex bisa diperoleh dari kacang-kacangan, pisang, alpukat, susu, telur, daging, dan ikan. Untuk mendapatkan komposisi vitamin yang tepat, lebih baik jika takaran sayur dan buah yang dikonsumsi adalah 48-95 gram per hari.
  • Batasi konsumsi gula. Konsumsi makanan tinggi glukosa tak hanya meningkatkan gula darah, namun juga mencuri mikronutrien penting dalam tubuh. Gula darah tinggi menyebabkan penyerapan vitamin seperti vitamin C terhambat. Berkaca pada aturan Kementerian Kesehatan, konsumsi gula dianjurkan tidak melebihi 1-2 sendok makan per hari.
  • Lengkapi kebutuhan asupan vitamin dengan suplemen. Makanan sehat yang dikonsumsi belum tentu mencukupi semua kebutuhan vitamin, terutama vitamin B dan vitamin C. Konsumsilah suplemen dengan dosis tepat agar tubuh dapat bekerja dengan maksimal.
  • Perhatikan angka kecukupan gizi. Selain brand, penting untuk kita mencermati angka kecukupan gizi yang tertera pada kemasan. Hal ini sebagai tolok ukur produk tersebut tepat dalam memenuhi kebutuhan vitamin harian.

Parents, semoga dengan mengetahui apa saja fakta vitamin C, maka kebutuhan vitamin ini bisa dipenuhi dengan baik.

Baca juga: 

11 Makanan mengandung vitamin C tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner