Kabar Baik! 6,6 Juta Vaksin Tiba November 2020, Ini 4 Fakta Vaksinasi COVID-19

Kabar Baik! 6,6 Juta Vaksin Tiba November 2020, Ini 4 Fakta Vaksinasi COVID-19

Inilah sederet fakta mengenai vaksinasi virus Corona di Indonesia, Parents.

Lebih dari setengah tahun lamanya Indonesia maupun negara-negara lainnya mengalami pandemi COVID-19. Belakangan, ada kabar positif terkait vaksin virus Corona, khususnya di Indonesia. Sederet fakta vaksinasi COVID-19 pun sebaiknya Parents ketahui, sebagai harapan Indonesia bisa keluar dari pandemi.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan readyviewed Indonesia akan memulai vaksinasi pada awal November 2020. Tentunya hal ini bisa menjadi sentimen positif bagi kehidupan di bidang kesehatan maupun perekonomian yang selama pandemi ini sempat menurun drastis.

Beberapa Fakta Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Dilansir dari CNBC, inilah beberapa fakta mengenai vaksin yang akan diproduksi masal tersebut di Indonesia.

1. Jutaan Dosis Vaksin Tiba November

Fakta Vaksin COVID-19

Sebanyak 6,6 juta Vaksin virus Corona akan datang di Indonesia November 2029 mendatang.

Memasuki kuartal ketiga di 2020 ini, kabar positif akan perkembangan vaksin Corona semakin terlihat.  November ini Indonesia akan menjadapatkan pasokan vaksin dari perusahaan farmasi China.

Nah, sebanyak sekitar 6,6 juta dosis vaksin ini akan tiba di tanah air pada November 2020. Jumlah vaksin yang cukup banyak ini tidak berasal dati satu perusahaan saja.

Vaksin yang akan didatangkan terdiri atas 100 ribu vaksin (single dosis) dari CanSino, G42/Sinopharm sebanyak 5 juta vaksin (dual dosis), dan 1,5 juta vaksin (dual dosis) dari Sinovac.

Lalu, G42/Sinopharm mengirimkan 10 juta dosis vaksin di Desember 2020. Sementara Sinovac mengirimkan 1,5 juta dosis pada Desember 2020 ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Di samping itu, sebanyak 15-20 juta dosis pada 2021 akan dikirimkan CanSino untuk single dose, Parents. Untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Sinovac 125 juta (dual dose).

Artikel Terkait : WHO tidak merekomendasikan vaksin BCG untuk cegah COVID-19, ini alasannya!

2. Kebutuhan Dosis Berbeda-beda

Fakta Vaksin COVID-19

Dosis vaksin-vaksin tersebut pun bisa berbeda-beda, sesuai petunjuk single atau double dose.

Dosis untuk tiap vaksin ini pun bisa bervariasi pada setiap orang. Beberapa jenis vaksin yang dipesan pun mengikuti aturan terkait dengan dosisnya.

Untuk vaksin single dose artinya hanya sekitar 1 dosis vaksin yang akan dibutuhkan oleh satu orang. Dual dose artinya dibutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Pada November 2020 nanti ada sekitar 3.350 juta orang yang akan diberikan vaksin tersebut.

Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Artikel Terkait : Baru Mendarat di Indonesia, Ini 4 Fakta Vaksin Virus Corona dari China

3. Prioritas Vaksin Pertama Kali

Fakta Vaksin COVID-19

Pemberian vaksin akan diprioritaskan pada pihak tertentu.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Putranto, ada beberapa golongan yang memang diprioritaskan untuk diberikan vaksin ini terlebih dahulu. Menurutnya, pihak-pihak yang menjadi garda terdepan yang paling penting untuk diberikan vaksin.

Mereka ialah paramedis, pihak pelayanan publik, TNI/Polri, serta seluruh tenaga pendidik di tanah air.

“Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh Pemerintah,” ujar Menkes Terawan seperti dikutip dari CNBC.

Artikel Terkait : Kabar baik! Setelah uji coba pada manusia, vaksin corona akan diproduksi massal

4. Memastikan Kehalalan Vaksin

Fakta Vaksin COVID-19

pemerintah akan memastikan kehalalan vaksin.

Terkait dengan vaksin tersebut, kehalalan pun akan dipastikan langsung oleh pemerintah. Pada 14 Oktober 2020, tim inspeksi akan langsung bertandang ke Tiongkok.

Tim tersebut terdiri atas BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, dan pihak Bio Farma. Mereka akan memantau kehalalan vaksin produksi dari Sinovac dan CanSino tersebut.

Di sisi lain, data untuk vaksin G42/Sinopharm akan diambil dari data uji klinis di UAE karena proses produksi yang dilakukan di sana. Jaminan kehalalan vaksin tersebut akan terlihat dari partisipasi MUI dalam proses pengujian data, begitu juga dengan kehalalan vaksin G42/Sinopharm.

“MUI-nya Abu Dhabi sudah menyatakan no issue dengan kehalalan vaksin G42,” ucap Dirut Bio Farma Honesti Basyir.

Artikel Terkait : Kabar baik! WHO sebut vaksin virus corona siap dalam 18 bulan lagi

Itulah beberapa fakta dari Vaksin Corona yang akan resmi digunakan di Indonesia. Kita doakan saja ya Parents agar pandemi bisa segera berakhir, tak ada lagi korban jiwa akibat kondisi pandemi ini di Indonesia maupun belahan bumi lainnya.

Baca Juga :

Sedang Dilakukan Uji Klinis, Segini Kisaran Harga Vaksin Corona

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner