5 Fakta Soal Gigitan Nyamuk yang Perlu Anda Tahu

5 Fakta Soal Gigitan Nyamuk yang Perlu Anda Tahu

Ini beberapa mitos dan fakta soal gigitan nyamuk yang perlu Anda ketahui.

Memasuki musim penghujan, beberapa penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk pun mulai mewabah. Untuk melindungi keluarga dari ancaman ini, para orangtua pun melakukan berbagai cara pencegahan, termasuk melakukan beberapa mitos yang dipercaya dapat mencegah gigitan nyamuk. Apa saja?  

Mitos dan Fakta tentang Gigitan Nyamuk

Ancaman gigitan nyamuk pada anak-anak di rumah menjadi salah satu hal yang juga diwaspadai para orangtua. Mungkin terlihat sepele, tetapi ada beberapa risiko yang tidak boleh diabaikan.

Selain bisa menimbulkan gejala ringan pada kulit bayi dan anak, kita juga tidak pernah tahu jenis nyamuk apa yang menyerang dan bisa membahayakan si kecil, seperti nyamuk DBD misalnya.

Karena itu, para orangtua pun melakukan berbagai pencegahan, termasuk melakukan beberapa mitos yang dipercaya dapat mencegah gigitan nyamuk.

Ada beberapa mitos dan fakta yang beredar tentang gigitan nyamuk, seperti berikut.  

1. Nyamuk menyukai anak yang ‘berdarah manis’

Secara ilmiah, tidak ada istilah ‘darah manis’. Memang ada kecenderungan nyamuk untuk menggigit orang tertentu. Namun, tidak ada hubungannya dengan kadar gula darah seseorang. Namun, studi menunjukkan bahwa karbon dioksida dan suhu tubuh yang lebih tinggi bisa menjadi daya tarik bagi nyamuk untuk menggigit manusia.

Dilansir dari Healthline, nyamuk sangat sensitif dengan perubahan karbon dioksida di lingkungannya, terutama spesies nyamuk tertentu. Peningkatan kadar karbon dioksida dapat mengundang nyamuk dan mendeteksi adanya inang potesial di dekatnya. Kemudian, nyamuk pun akan bergerak ke arah tersebut.

2. Menggunakan pakaian lengan panjang membuat si kecil terbebas dari gigitan nyamuk

Faktanya, nyamuk dapat menembus pakaian dan tetap bisa menggigit manusia. Karena itu, pakaian lengan panjang yang disarankan adalah pakaian yang longgar dan kainnya tidak tebal. Sehingga, si kecil tidak mudah gerah, mengingat bahwa keringat dan suhu tubuh yang lebih tinggi lebih disukai oleh nyamuk.

3. Gelang atau stiker anti nyamuk

Tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa penggunaan gelang atau stiker anti nyamuk lebih terlindungi dari gigitan nyamuk.

Dilansir dari The Family Handyman, sebuah percobaan yang dilakukan oleh Consumer Reports menemukan bahwa penggunaan gelang anti nyamuk tidak efektif untuk melindungi dari gigitan nyamuk.

4. Makan bawang mencegah gigitan nyamuk

Mitos. Dilansir dari NBC News, menurut Joseph Conlon, seorang ahli entomologi medis dan penasihat teknis dari American Mosquito Control Association mengungkapkan bahwa nyamuk tidak menggigit manusia karena makanan yang Anda makan. Tetapi, mereka mengisap darah manusia untuk mendapatkan protein yang dibutuhkan untuk mengembangkan telur mereka.

Jadi, mengonsumsi bawang, ataupun pisang yang mengandung B-12 tidak akan menghindari gigitan nyamuk.

5. Menanam tanaman tertentu bisa cegah gigitan nyamuk

Memang ada beberapa jenis tanaman tertentu yang aromanya diketahui bisa mengusir nyamuk, seperti lavender dan serai. Namun, Anda perlu mengetahui cara merawatnya dengan baik. Misalnya, tidak disarankan meletakkan tanaman-tanaman tersebut di dalam pot yang tergenang air di dalam rumah, karena berisiko menjadi wadah yang baik bagi nyamuk berkembang biak. Tanaman yang terlalu rimbun juga malah bisa menjadi sarang nyamuk di rumah. 

Selain itu, beberapa tanaman seperti citronella misalnya, memang mempunyai manfaat untuk mengusir nyamuk, namun bukan pada daunnya, melainkan harus melalui proses terlebih dahulu.  

Sementara itu, ada beberapa pencegahan yang lebih tepat yang bisa Anda lakukan, di antaranya seperti menjaga kebersihan lingkungan rumah untuk mencegah nyamuk bersarang, memasang kelambu untuk si kecil, serta menggunakan produk minyak telon anti nyamuk untuk si kecil dan keluarga.

Selain memberikan rasa hangat, Konicare Minyak Telon Plus memberikan perlindungan bagi si kecil dari gigitan nyamuk atau serangga yang mengganggu. Kandungan alami lavender dan geraniumnya melindungi si kecil dari gigitan nyamuk selama 8 jam! Harumnya lembut alami, tanpa tambahan parfum. Konicare Minyak Telon Plus, hangat, wanginya bayi banget, melindungi anak Anda yang berusia di bawah 2 tahun.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan Konicare Minyak Kayu Putih Plus untuk perlindungan gigitan nyamuk serta meredakan gatal akibat gigitan serangga. Cocok digunakan untuk anak di atas usia 2 tahun dan seluruh keluarga. Hangat, tangkis nyamuk.

5 Fakta Soal Gigitan Nyamuk yang Perlu Anda Tahu

Usapkan Konicare Minyak Telon Plus atau Konicare Minyak Kayu Putih Plus secara merata pada perut, punggung dan dada termasuk bagian tubuh terbuka yang mudah digigit nyamuk seperti leher, tangan dan kaki.

Nah, untuk mendapatkan produk Konicare dengan harga special, Bunda bisa langsung klik di sini!

Itulah beberapa mitos dan fakta tentang gigitan nyamuk yang perlu Parents ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.  

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner