Bila Emosi Anak Berlebihan – Queen/King of Drama!

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Si Kecil sering menunjukkan emosi berlebih saat ada hal yang tidak menyenangkan hatinya? Mari cari tahu penyebab emosi anak yang berlebih dan bagaimana mengatasinya.

Emosi anak berlebihan sering membuat kita jengkel.

Emosi anak berlebihan sering membuat kita jengkel.

Parents, pernahkah mendengar istilah ‘Queen/ King of Drama’? Julukan ini biasa digunakan untuk menyebut seseorang yang senang melebih-lebihkan kejadian yang menimpanya. Bila ini terjadi pada anak kecil, maka biasanya emosi anak tersebut berlebihan saat ada kejadian tidak mengenakkan yang menimpanya.

Misalnya, ketika tangannya tergores, makanan kecilnya direbut adik yang masih bayi atau malah ketika teman mainnya pulang ke rumah. Perilaku emosi anak yang berlebih ini biasanya juga disertai dengan perilaku mengamuk (tantrum).

Faktor penyebab emosi anak yang berlebihan

Ada banyak hal yang menjadikan anak berperilaku demikian. Dan faktor pemicunya pun bisa dari diri anak sendiri atau malah dari lingkungan. Beberapa penyebab tersebut di antaranya adalah:

1. Emosi si Kecil yang belum stabil

Pada usia balita, perkembangan emosi si kecil belumlah optimal. Ia masih berada pada tahap autonomy vs ashamed di mana egosentrisnya masih dibilang cukup besar. Ia pun masih mencari cara yang tepat untuk menyalurkan atau mengungkapkan emosinya.

Jadi, ketika ia bersikap demkian, ia mencoba mencari tahu bagaimana reaksi orang-orang di sekitarnya.

2. Mencari perhatian

Bila sebagai orang tua kita terbiasa memberi reaksi berbeda saat si Kecil mengeluarkan emosi berlebih, maka di lain waktu saat ia hendak diperlakukan sama, ia pun akan mendramatisir ekspresi emosinya.

Terlebih ketika ia ingin diperhatikan, “senjata” emosi berlebihnya ini akan ia keluarkan. Karena ia tahu bahwa cara ini akan membuat semua orang kembali memperhatikannya.





Batita Pra Sekolah