Mengapa Anak Suka Meniru Tokoh Jahat di Film daripada Tokoh Baik?

lead image

Apakah Anda sering bertanya-tanya mengapa anak Anda tampaknya mencintai penjahat atau "orang jahat" dalam film? Anda masih ingat ketika Anda sedang menonton Transformers dengan putra Anda, bukannya membela Optimus Prime, Anda mendengar dia berteriak "Megatron! Megatron! "Atau Anda masih ingat putri Anda tersenyum dengan gembira ketika Si Penyihir Jahat akhirnya mencelakakan Putri Aurora dalam Sleeping Beauty. Apakah Anda khawatir entah mengapa anak Anda lebih menyukai orang jahat atas yang baik? Apakah Anda takut bahwa anak Anda mungkin memiliki kecenderungan menjadi bersikap kasar?

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2010/03/Witch cutout.png Mengapa Anak Suka Meniru Tokoh Jahat di Film daripada Tokoh Baik?

Apakah Anda sering bertanya-tanya mengapa anak Anda tampaknya mencintai penjahat atau “orang jahat” dalam film? Anda masih ingat ketika Anda sedang menonton Transformers dengan putra Anda, bukannya membela Optimus Prime, Anda mendengar dia berteriak “Megatron! Megatron! “Atau Anda masih ingat putri Anda tersenyum dengan gembira ketika Si Penyihir Jahat akhirnya mencelakakan Putri Aurora dalam Sleeping Beauty. Apakah Anda khawatir entah mengapa anak Anda lebih menyukai orang jahat atas yang baik? Apakah Anda takut bahwa anak Anda mungkin memiliki kecenderungan menjadi bersikap kasar?

Yah, tidak perlu takut sebab anak Anda normal saja. Bagi anak-anak kecil hal membela tokoh jahat daripada tokoh yang baik adalah hal yang sangat wajar terutama pada saat adegan perkelahian. Ini mereka lakukan bukan karena mereka ingin memprovokasi Anda atau untuk memberitahu Anda bahwa mereka lebih suka memilih yang buruk atas yang baik. Mereka hanya tidak sepenuhnya sadar bahwa menyakiti orang adalah hal yang buruk. Yang mereka ketahui hanyalah bahwa yang dilakukan si jahat bagaimanapun mirip dengan emosi yang kuat yang terus memuncak dalam diri mereka. Ketika mereka melihat si penjahat melawan, entah bagaimana mereka senang bahwa apa yang mereka rasakan di dalam diri sebenarnya dapat dinyatakan persis seperti yang dilakukan penjahat itu di film.

Anak-anak sering kali clueless dalam memahami apa arti suatu tindakan yang sebenarnya. Mereka benar-benar tidak tahu bahwa tindakan itu bisa baik atau buruk. Yang mereka sadari adalah emosi yang kuat dalam diri mereka yang sepertinya tidak dapat mereka kendalikan. Jadi ketika mereka melihat Orochimaru mencoba untuk mengalahkan Naruto dalam pertempuran, emosi mereka memuncak dan mereka secara tidak sadar merasa senang bahwa ada orang yang sungguh-sungguh melakukan apa yang mereka rasakan di dalam diri mereka sendiri.

Sering kali, tampilan si penjahat ini tampak sangat berbeda dari karakter lainnya dalam film. Penjahat terlihat jelek dan menakutkan, dan sering menyendiri atau hidup terisolasi dari karakter lain dalam film. Jadi selain dari kenyataan bahwa anak-anak melihat emosi yang kuat yang ditampilkan si penjahat, mereka juga melihat kepribadian mereka pada si jahat itu sendiri. Anak-anak yang penyendiri atau ditolak oleh orang lain, akan memiliki kecenderungan untuk mengidentifikasi diri dengan penjahat ini. Mereka sering merasa senang bahwa ada seseorang yang kelihatan seperti diri mereka sendiri – sendirian dan ditolak.

Penjahat, walaupun mereka ditolak oleh banyak orang, sering kali memiliki kekuatan super, kecerdasan dan kekuatan. Para peneliti mengatakan bahwa hal ini sangat menarik bagi anak-anak, terutama mereka yang memiliki kepribadian yang sangat kuat. Anak-anak seperti itu menyukai penjahat karena karakter penjahat punya keberanian untuk mengatakan tidak kepada aturan dan hidup sesuka hati mereka sambil menggunakan kemampuan super mereka. Anak-anak mendapati hal ini begitu menarik karena penjahat selalu berani melawan orang-orang yang menolak mereka dan berkata di hadapan muka si baik bahwa si jahat tidak peduli apa yang orang pikirkan.

Namun, tentunya menakutkan apabila anak Anda mulai meniru penjahat dan mulai bertindak berdasarkan emosinya yang kuat. Anda pasti tidak ingin mereka menyakiti saudara mereka, terutama adik mereka yang lebih muda dan pasti tak berdaya untuk melarikan diri dari “penyerang” mereka. Maka jadikan ini waktu yang tepat untuk mendidik penjahat kecil terkasih Anda pada realitas yang baik dan buruk. Anda harus membuat mereka menyadari bahwa tindakan yang baik memang diinginkan sementara tindakan buruk tidak. Katakan kepada mereka bahwa tindakan penjahat sudah pasti buruk tidak peduli alasan apapun.

Butuh sedikit waktu bagi anak-anak Anda untuk benar-benar memahami bahwa beberapa tindakan memang baik, tapi ada juga yang tidak baik. Maka bersabarlah sebab masih akan ada banyak contoh manakala mereka akan mencoba menyakiti saudara atau teman-teman mereka sambil berpura-pura menjadi salah satu dari orang-orang jahat di film. Coba tunjukkan pada mereka bahwa dalam semua film itu yang baik selalu menang. Penjahat selalu kalah.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.